
Aku kembali menemui Rizal di halaman belakang, dia masih asik berkutat dengan laptopnya.
"Kamu ngerjain apa?" Aku bertanya pada nya yang terlalu fokus.
"Tugas kantor nih dikit, kalau dikerjakan dirumah gak bisa," jawabnya.
"kenapa?"
"Karena gak bisa liat jodoh ku.."
Aku tertawa melihat tingkahnya yang selalu aneh menurut ku,
"Besok jodoh ada rencana kemana?"
"Aku harus ke pengadilan mengurus sesuatu.. kenapa?" Aku malah balik nanya
"Aku mau mengajak mu piknik,.."
"Haah?"
"Kenapa Haahh?" dia menutkan alisnya.
"Haaaaaahhhh?? emh...maksudku kenapa mengajakku?"
"Apa salahnya mengajak jodoh piknik? Aku lihat jodoh beberapa hari ini tak datang ke cafe, jadi ku pikir kamu sakit, atau kamu ada masalah, makanya aku mau mengajakmu piknik,"
"Kamu gak khawatir mengajak istri orang piknik?"
"Sebentar lagi kamu jadi istri aku." Jawab Rizal enteng.
__ADS_1
deg...
Hei hatiku...kenapa kamu jadi salah tingkah begini? Aku memegang dadaku, kurasakan detak jantung ku seperti lari marathon, apa sih ini? kenapa muncul lagi perasaan ini?
ya Allah, lindungi lah hatiku dari godaan syaitan...belum seminggu aku bercerai dari suamiku, bahkan cinta untuk suamiku pun masih ada... eh ralat, bukan suami, tapi mantan suami..
"Nanti deh, sekalian kita liat lokasi bareng sambil piknik, sekarang aku sedang banyak masalah, dan aku harus segera menyelesaikannya." Jawabku sekenanya.
"Oke, aku masih setia menunggumu nona.."
"Tuan bisa saja..."
Entah sejak kapan aku dan Rizal memiliki panggilan akrab seperti itu, tanpa kami sadari, panggilan itu sampai sekarang membuatku nyaman, Tuan, Nona, Jodoh,, yah,, jodoh adalah panggilan Rizal untukku yang menurutku manis.. semanis senyum nya..
Kan kan kan,, aku rasa aku aneh sekarang, apa karena efek menjanda? ah, ada-ada aja aku ini,
.......
Aku sudah sampai di pengadilan bersama pengacaraku untuk menyelesaikan gugatan ceraiku. Aku lega akhirnya gugatanku di terima dan beberapa hari kemudian aku akan resmi bergelar janda...
Hendak keluar dari pintu ruangan, aku bertabrakan dengan seseorang, Auwgh kataku, ku lihat itu Rizal, yah ketahuan aku kemari sedang apa. Di lihatnya berkas ku yang jatuh.
"Kamu cerai?" tanya nya dengan ekspresi terkejut.
"Iya zal.." Jawabku lirih.
"Alhamdulillah, selamat ya.." Dia menjabat tangan ku.
"kok?" Sumpah Aku bingung
__ADS_1
"Iya, aku ucapin selamat bukan karna kamu cerai.."
"jadi?"
"karena bentar lagi kamu aku persunting..." dia berbisik di telingaku..
"Ap...apa?" malah Aku yang tergagap.. "Maksud kamu apa Zal?"
"Aku gak ada maksud apa-apa, hanya mau meminta jodohku untuk menjadi pendamping hidupku..."
"Kamu rajin gombal ya sekarang Tuan Rizal?"
"Untuk Nona Hana saya akan selalu aiap menjadi Penggombal.."
Ahahahahaaha aku tertawa lepas, saat ini aku tertawa? Hei, sadarlah Hana, kamu baru saja mengurus surat cerai, gimana bisa kamu tertawa lepas seperti ini. Seharusnya kamu sedih berpisah dari Surya.
Aku buru-buru pamit pada Rizal untuk pulang kerumah, rasanya melewati hari ini aku lelah sekali.
sampai dirumah....
Aduuuuuhhh, lucu banget sih, aku mau ketawa aja rasanya kalo inget aku janda, tapi perawan...
Eh, gimana kabar mas Surya ya? Hana rindu mas Surya. Apa dia baik-baik aja ya sekarang?
Ku ambil hempon jadulku, lalu ku ketik beberapa pesan..
"Gimana kabarnya mas? Mas sehat? Hana rindu mas..."
bersambung yesss
__ADS_1