
Setelah seharian bermain air, bahkan kami lupa makan siang. Hahaha membayangkan kejadian-kejadian tadi siang sungguh membuatku sedikit terhanyut..
Apakah ini jalan yang diberi Allah ya, apa benar Rizal lah orang yang ada di mimpiku?
aku takut membayangkannya, aku takut salah..
Malam ini Rizal membawa kami makan malam disebuah restoran yang sedikit mewah, Karena ini malam minggu jadi suasananya sedikit ramai.
Setelah memesan makanan, Rizal pamit ke toilet, aku menganggukkan kepala, lalu mulai memakan makananku begitu juga dengan Lida. Tapi kok lama ya dia di toilet?
Tak berapa lama, seseorang berkata dengan pengeras suara yang ada di panggung tempat dimana penyanyi menghibur para tamu.
"Hari ini adalah hari spesial bagi saya, karena malam ini saya akan melamar seseorang untuk saya jadikan pendamping hidup saya, saya harap dia menerima cinta saya. Mohon doanya ya para tamu sekalian.."
Tep...
Lampu restoran mati, lalu hidup lampu yang bernuansa remang-remang menurutku, hehe..
Ternyata ada lampu sorot yang menyorot kearah panggung menyinari seseorang yang tak asing bagiku...
"Rizal....ngapain dia disana?" Tanyaku pada diri sendiri.
L"Waaaahh, nampaknya bakalan cepet naik pelaminan lagi nih tetangga.."
Aku yang heran diam terpaku melihat Rizal yang melihat kearahku.
"Ku persembahkan dua lagu untuk kekasih hati yang duduk disana."
Dia menunjuk kearahku dan tiba-tiba lampu menyorot tepat diwajahku, membuatku malu luar biasa, karena aku tak pernah di perlakukan seperti ini.
Di lagu pertama ini dia memakai gitar. Dia mulai memetik gitar dan bernyanyi
*Waktu pertama kali ku lihat dirimu hadir...
rasa hati ini inginkan dirimu....
hati tenang mendengar suara indah menyapa
geloranya hati ini tak ku sangka...
Rasa.....ini tak tertahan
hati......ini selalu untukmu
Terimalah lagu ini dari orang biasa
tapi cintaku padamu luar biasa
aku tak punya bunga, aku tak punya harta
yang ku punya hanyalah hati yang setia...
Hari-hari berganti kini cintapun hadir
melihatmu memandangmu bagai bidadari
__ADS_1
lentik indah matamu manis senyum bibirmu
hitam panjang rambutmu anggun terikat*...
"so sweet banget kak..."
Aku hanya diam terpaku, tanpa terasa air mataku mengalir, sungguh aku tak pernah diperlakukan seperti ini oleh siapapun, apalagi mantan suamiku. Aku tak tahan untuk tak mengeluarkan airmata.
Rasa.....ini tak tertahan
hati......ini selalu untukmu
*Terimalah lagu ini dari orang biasa
tapi cintaku padamu luar biasa
aku tak punya bunga, aku tak punya harta
yang ku punya hanyalah hati yang setia...
oh...ooo
Terimalah lagu ini dari orang biasa
tapi cintaku padamu luar biasa
aku tak punya bunga, aku tak punya harta
yang ku punya hanyalah hati yang setia...
yang ku punya hanyalah hati yang setia...
Terimalah cintaku yang luar biasa
Tulus padamu*....
(Andmesh Kamaleng : Cinta Luar Biasa)
Aku tak dapat berkata-kata, sungguh indah nyanyiannya.. Aku tersenyum dari tempatku. Melihat kearahnya dengan tatapan intens. Lida yang daritadi berbicara aku tak menanggapinya.
"Untuk kamu Hana, Aku tulus padamu, aku mencintaimu,"
Dia berdiri sambil memegang mic. Lalu dia beralih ke piano yang tersedia. Mau apa lagi dia batinku..
"This is for you Hana..." katanya
Dentingan piano menambah suasana keromantisan malam ini, aku semakin terhanyut menatap sosok laki-laki yang ada di depan sana. Senyum tak pernah lepas dari bibirku..
*Mungkin kau selalu menduga
diriku tak pernah memahamimu
bahkan kau selalu curiga
ada yang lain dan ku duakan cintamu...
__ADS_1
jangan kau salah menilaiku
dengan semua sikap diamku ini
jauh di dalam lubuk hatiku
terukir indah..terukir indah namamu*...
Dia memanggilku untuk maju ke depan, aku malu, tapi Lida sudah berdiri dan menarikku untuk mendekat dengan Rizal, sorak penonton menjadi penyemangat malam ini,, lalu Lida kembali ke tempat duduknya
Aku duduk di kursi di depannya di samping piano.. Dia melanjutkan lagunya
*Sayang...mengapa masih saja kau ragukan cintaku
Ketulusan hatiku, kupersembahkan hanya untukmu...
Sayang...andaikan kau dapat melihat hatiku...
Kau akan menyadari betapa ku sangat mencintaimu.....
jangan kau salah menilaiku
dengan semua sikap diamku ini
jauh di dalam lubuk hatiku
terukir indah..terukir indah namamu...
Sayang...mengapa masih saja kau ragukan cintaku
Ketulusan hatiku, kupersembahkan hanya untukmu...
Sayang...andaikan kau dapat melihat hatiku...
Kau akan menyadari betapa ku sangat mencintaimu*.....
Lalu dia berdiri memegang mic di tangan kanan dan tangan kirinya meraih tangan kananku mengajakku kedepan dan dia melanjutkan baris terakhir dari lagu..
Kau akan menyadari betapa ku sangat mencintaimu.....
(Tagor Pangaribuan : Jangan Salah Menilaiku
Dia menggenggam erat tanganku lalu menciumnya...
Jantungku....bertahanlah sebentar lagi...
Sungguh aku tak dapat menahan air mata haru ini sembari tersenyum kearahnya...
Riuh penonton mengakhiri lagu yang dinyanyikannya...dan tepukan tangan meriah ku sambut dengan hangat...
✏️Yang baper....yang baper....
Kalo kalian penasaran dengan suaranya babang Rizal, saat menulis lagu ini Author ngebayangin suaranya itu mirip kayak suaranya babang Rizal Armada,hehe gitu lah suaranya kira2 yang terbayang di ingatan author.
Suara yang selalu menjadi semangat untuk author...suara yang paling author suka...
__ADS_1
Salam sayang author...