
Inilah hari yang ku tunggu-tunggu.. Hari penikahan ku dan mas Rizal. Aku bangun subuh-subuh untuk segera bersiap-siap dirias oleh penata rias, karena acara Ijab Qabul akan dilaksanakan pagi ini.
Kebetulan aku lagi gak Sholat karena ada tamu bulanan, jadinya aku membersihkan diriku untuk segera dirias.
Menggunakan kebaya soft pink dengan ekor menjuntai, bawahan batik, hijab yang di design sebegitu cantiknya, dalam balutan pakaian ini aku akan menjadi seorang istri.
Wajah yang dirias dengan cantiknya tapi tak menor, membuat aku pangling, seakan yang ada di depan cermin bukanlah diriku.
"Cantik..." kataku selesai di dandani. Ibu masuk ke kamar ku dan memandang wajah merona ku.
"Cantik sekali anak ibu.." kata ibu memujim
"Terimakasih bu," jawabku sambil berbalik dari cermin.
"memang ini bukan yang pertama bagimu, tapi seakan-akan kamu baru pertama kalinya memakai kebaya seperti ini nak.. entah karena pernikahan yang lalu kamu terpaksa melakukannya. Maafkan ibu Hana, kalau lah saja ibu tau anak cantiknya ibu akan tambah cantik seperti ini, ibu gak akan jodohkan kamu saat itu.
"Bu,,sudahlah, ini hari bahagia kita bu, jangan lagi ingat kenangan-kenangan yang buruk.."
"iya nak,, maaf.."
"Ibu gak perlu minta maaf, Gak ada yang salah kok, Kan... gara-gara nangis makeup Hana meleber nih.."
__ADS_1
Sontak ibu tertawa melihat ku yang mengedip-ngedipkan mataku seperti orang kelilipan.
Tok tok tok...
"masukkk..." jawabku pada orang yang mengetuk pintu.
"kak, Bu, pengantin pria sudah datang,,," kata Lida dengan semangat 45.
"Baiklah, ibu segera turun. Kamu temani kakak mu sampai nanti saat mereka meminta Hana keluar." pesan Ibu pada Lida.
"Baik bu.." Jawab Lida
Setelah ibu keluar dari kamarku, aku hanya berdua dengan Lida disini..
"Ngapain gugup kak,, kakak kan juga pernah nikah dulu."
" Dulu kakak gak ada perasaan kayak gini dek.."
"Beda ya kak?"
"Kayak nya sih beda, lebih deg-degan kita menikah dengan orang yang kita cinta,"
__ADS_1
Suara di luar sungguh riuh, sampai pada saat semua nya hening, rupanya acara ijab qabul akan segera dimulai, aku mendengar jelas suara pak penghulu membacakan doa, lalu menyerahkan perwalian pada ayahku.
"Bismillahirrahmanirrahimm... Rizal Atmajaya bin Atmajaya Abadi, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan anak saya Farhanah Almeera dengan mas kawin 3 gram emas 24 karat dibayar tuuuunai.."
"Saya terima nikah dan kawinnya anak bapak, Farhanah Almeera binti Yusuf Suhaimi dengan mas kawin 3 gram emas 24 karat di bayar tuunai.
Alhamdulillah, sekali ucap dia berhasil memperisteriku.. Aku yang dikamar deg-degan luar biasa, sampai-sampai tanganku yang menggenggam Lida gemetar, air mata tak terasa menetes di pipiku.
Aku sangat bahagia, lalu tak lama seseorang memanggil ku untuk keluar dari kamar, aku yang di dampingi Lida berjalan menuruni tangga dengan jantung yang luar biasa berpacunya..
Ku lihat sang pangeran disana menantikan kedatangan sang putri dengan senyuman yang amat luar biasa mematikan..haha lebay akunya.
Aku duduk di di hadapannya, dia menatapku, sungguh aku sangat malu di tatap seperti itu, hingga membuat pipiku bersemu merah, aku hanya menunduk saat pak penghulu menyuruh kami bertukar cincin.
Setelah selesai bertukar cincin, aku mencium tangan mas Rizal sedangkan mas Rizal mencium keningku lembut, lama, dan aku merasakan aroma nafas mas Rizal, aroma mint yang kental menelusup ke hidungku membuatku nyaman sekali..
Aku tak bisa menahan senyuman ini, tak pernah sekalipun aku tak tersenyum.. Kebahagiaan ini sungguh menguasai hatiku.
✏️✏️Auuuggghh authornya baper kak..😂
yang ikut baper angkat jempolnya,, like and coment..
__ADS_1
😘😘