
Selama seminggu aku sudah menjalani bahtera rumah tangga bersama mas Rizal. Tak banyak yang kami lakukan, hanya sekedarnya saja karena tamu bulanan.
Ahahaha..terkadang aku merasa kasihan dengan suamiku. Mau bagaimana lagi, bukan kehendak ku seperti itu. Dan aku sudah terbiasa dengan tanda yang dia kasih dan udah gak merasa terkejut lagi.. Polosnya daku....π
Seperti biasanya dia mulai kembali bekerja setelah cuti 3 hari, dan aku juga menjalankan aktivitas ku di cafe, dan sedang mengawasi perkembangan pembangunan cafe di salah satu daerah yang pernah aku kunjungi dengan mas Rizal. Memang aku tak turun langsung, tapi aku mengawasi dari kantorku sedangkan yang berada di lapangan adalah orang kepercayaan mas Rizal.
Aku duduk di kursi kebesaran ku di kantor sedang mengutak atik laptopku saat ada seseorang yang masuk keruangan ku.
"Loh, mbak Iren kemari?" Tanyaku terkejut.
"Iya..aku ingin bertemu denganmu.." kata Iren yang berjalan mendekat,
Aku menghentikan aktivitas ku dan menutup laptopku setelah menyimpan berkas.
"Ayo mbak, kita ngobrol disana." Aku mengajak mbak Iren ketempat biasanya.
"Ada apa mbak? Gimana kabar mbak?" Tanya ku pada Iren setelah kami duduk.
"Aku baik Hana, Hanya saja...."
__ADS_1
Wajah Iren meredup.
"kenapa?"
"Sekarang sikap mas Surya sudah berubah, tak seperti dulu yang sangat mencintaiku."
"Kenapa bisa begitu mbak?"
"Entahlah...mungkin karena mu.."
"Karena Hana??"
"Aku tak menyalahkan mu Hana, percayalah. Tapi akhir-akhir ini dia tanpa sengaja sadar atau tidak selalu menyebut namamu di dalam tidurnya, dia selalu mengatakan bahwa dia menyesal dan ingin kembali padamu."
"Hana pernah mengalami itu mbak, dan Hana gagal mendapatkan cinta nya karena di halangi. Tapi saat ini tak ada yang menghalangi mbak untuk meraih cinta mas Surya. Hana yakin kok pasti mas Surya akan kembali sama mbak."
"Seandainya aja waktu itu.."
"jangan berandai-andai mbak, semua yang terjadi sudah takdir kita. Jadi kita sebagai insan hanya bisa mengikuti dan menjalani takdir."
__ADS_1
"Kamu sangat baik Hana,, Aku sangat menyesal pernah menyakitimu..huhuhuhu"
Iren menangis tersedu... Aku paham betul perasaan menyesal itu, pasti sulit untuk menghilangkan perasaan bersalah itu. Bagaimanapun caranya pasti kesalahan itu selalu membayang-bayangi hati sehingga membuat kita gelisah.
"Sudahlah mbak.. Semuanya sudah terjadi. Lupakanlah semuanya, Hana sudah memaafkan mbak. Dan karena kejadian itu sekarang Hana sudah mendapatkan cinta sejati. Entah Hana harus sedih atau berterimakasih dengan mbak. Yang pasti semua perbuatan mbak dan mas Surya udah Hana maafin."
"Terima kasih sudah memaafkan aku Hana, tapi sepertinya mas Surya masih belum bisa menerimaku setelah kejadian itu. Bahkan sekarang aku sulit untuk hamil memberikan dia keturunan."
Aku menggenggam tangannya "Sulit bukan berarti tak bisa mbak, masih ada kesempatan, gunakan kesempatan itu sebaik mungkin. Hana percaya kalau mbak dan mas mau berusaha dan berdoa pasti diberi kesempatan untuk mbak hamil.."
Aku tersenyum tulus padanya. Aku selalu mendoakan yang terbaik untuk hubungan mereka. Iren mulai tersenyum mendengar ucapan ku, ada secercah harapan untuknya melanjutkan dan memperbaiki hubungan yang tengah retak itu.
Dan semoga hubungannya dengan sang mertua cepat tejalin indah, karena bagaimanapun Iren butuh sosok ibu yang menyayanginya.
Setelah lama kami berbincang Iren pamit padaku untuk pulang kerumahnya. Ada segurat senyum yang menghiasi bibir indahnya.
βοΈβοΈlike like like...
Star star star...
__ADS_1
Love love love..
Love you All.....ππ