Terlambat jatuh cinta

Terlambat jatuh cinta
Doa


__ADS_3

"*ya Allah...betapa sakitnya hatiku... bahkan aku istri sahnya belum disentuhnya, sebegitu bencikah dia padaku? Sebegitu besarkah keinginannya melepaskanku? sebegitu tidak inginnya kah dia bersamaku? Siapa yang harus aku salahkan? Apakah dia yang terlalu menarik bagi suamiku? Ataukah aku yang tidak punya daya tarik di mata suamiku? Aku sakit ya Allah, Aku mohon kepadaMu jagalah hatiku, aku tak ingin berlarut-larut berada dalam masalah ini. Ya Allah, jika memang suamiku bukan jodohku, maka aku ikhlas untuk melepaskannya. Aku tau bahwa Engkau membenci perceraian, tapi rasanya ini tak adil buatku ya Allah,, ini tak adil..."


"berikanlah petunjukmu ya Allah, apa yang harus aku lakukan? Akankah aku harus bertahan? ataukah aku harus menyerah? belum genap pernikahanku setahun, masih bisa dihitung jari, tapi aku sudah jatuh berulang kali, bahkan aku selalu mencoba bangkit, mencoba mengambil hati suamiku, sekeras apa hatinya sehingga tak bisa menerimaku? terbuat dari apa hatinya? hanya padaMu aku mengadu ya Rabb, hanya padaMu aku meminta segala kelapangan hati. Aku hanya ingin ikhlas..Aku tak ingin egois.


Ya Allah, semoga dengan semua kejadian ini Engkau menyiapkan hadiah terindah buatku di masa akan datang..."


Amiiiiiinnnn*....


Setelah menunaikan ibadah, aku mencoba meredam amarah dan sakit hatiku, tak elok bagiku tak menyiapkan makan malam untuk suamiku, jadi aku kuakan diri untuk keluar kamar dan ke dapur menyiapkan makanan.


Tapi tiba-tiba Iren keluar dengan hanya menggunakan Handuk yang dililitkan ditubuhnya. Menampakkan kaki putihnya, dan mengurai rambutnya yang sedikit berantakan. Banyak tanda kemerahan di bagian leher dan bahunya.


Mimpi apa aku semalam sehingga aku bisa melihat pemandangan yang menjengkelkan ini. Dia menatapku dari samping dengan senyum liciknya.

__ADS_1


"Aku selangkah sudah mendapatkan suamiku seutuhnya. Bahkan menyentuhmu seujung kuku pun mas Surya tak berniat melakukannya. Jadi aku sarankan kamu minta pisah aja sama mas Surya." katanya sambil memilin-milin rambut ikalnya.


Spontan aku mengepalkan tanganku yang sedang memegang pisau. Ingin rasanya aku cabik-cabik mulut embernya itu. Tapi aku masih waras,


"Mbak, kita ini sama-sama istri Mas Surya, Aku tak mungkin memintanya menceraikanku tanpa alasan, aku wanita yang punya banyak dosa, bahkan untuk mengikhlaskan suamiku bercumbu dengan maduku saja aku masih merasa marah, jadi aku tak ingin menjadi wanita yang tak bisa mencium baunya surga."


"Aku salut deh sama kamu, kok bisa-bisnya kamu bertahan disini sementara suamimu aja lebih cinta kepadaku. Bahkan dia tak mencintaimu, dan yaaaa kamu tau lah ya kalau kami baru saja....ehem..." dia berdehem di akhir kalimat.


"Allah lebih mencintaiku, dan aku akan selalu mengejar cintanya Allah, mungkin suatu saat Allah akan memberikan yang terbaik padaku."


"Sudah ku katakan dengan jelas Mbak, masalah hati aku serahkan pada yang di atas, kekuatan doa tak akan pernah bisa dikalahkan dengan kelicikan orang. Aku mencintai mas Surya ikhlas karna Allah, jadi jika sampai saat ini mas Surya belum mencintaiku, itu artinya Allah sedang mengujiku. paham!?"


Aku mengacungkan pisau di hadapannya, ku lihat dia gemetar ketakutan dan berlari masuk kedalam kamar. Aku jatuh bersimpuh di sebelah meja kompor. Pisau yang ku pegang jatuh jauh ke kolong meja.

__ADS_1


Sungguh pedas kata-katanya, bahkan lebih pedas dari rawit kecil. Kakiku lemas, tak dapat aku bangkit rasanya, tapi sudah menjadi kewajibanku sebagai istri untuk mengurus rumah tangga. Aku melanjutkan memasak untuk makan malam.


Mengingat besok aku kerumah ibu, aku tak jadi mengatakannya pada mas Surya. Biarlah aku pergi sendiri tanpanya. Di ajak pun mungkin dia keberatan jika meninggalkan istei mudanya.


💬 hai sayang-sayangnya akuuuuhhhh...😅


masih nangis?? apa masih mau nangis??


waaah...makin parah kayanya si Iren...


kasih komennya donk...🙏


kasih jempolny juga, angan lupa bintang nya biar penulis makin terang...😆😉

__ADS_1


See yuuu.


__ADS_2