Terlambat jatuh cinta

Terlambat jatuh cinta
Cinta tak Bersyarat


__ADS_3

"Dek, ke cafe yuk.."


"Yuk lah, udah lama Adek gak kesana."


Kami pun menuju cafe, sesampainya disana ternyata ramai sekali pengunjung hari ini, di salah satu bangku tempat aku biasa beristirahat, kulihat ada seseorang yang sudah sangat ku kenal, aku pun menghampirinya bersama Lida...


"Hai Tuan pengunjung setia Green Cafe..."


"Hai jodoh...baru sampe? Ini siapa?" Balas Rizal menyapa.


"Kenalin, ini adek aku, Lida. Dia yang bantu-bantu aku di cafe kalo aku lagi sibuk."


"Hai Lida, aku Rizal, Jodoh masa depan nya Hana." Rizal mengulurkan tangan nya pada Lida


"Apaan sih kamu zal,"Akupun menepuk tangan Rizal.


"Ekhem....Masih ada Lida loh disini, Romantis amat..." Lida cemberut..


"Apaan sih dek, kamu ini ada-ada aja." Jawabku malu.


"Kalo iya-iya pun gapapa kok kak, kakak kan single..."


"Maksudnya?" tanya Rizal antusias


"Gapapa kok Zal, gak ada maksud apa-apa. Ayo duduk..."


wow wow wow, betul-betul ya mulut Lida lemesh bener, minta di lakban. Jangan sampai Rizal tau kalau aku sudah janda, Aku gak mau dia banyak berharap padaku padahal aku masih mencintai Mas Surya.


"Kak, Duet yuk.. Udah lama nih kita gak duet," ajak Lida padaku.


"Boleh deh,, kakak pun mau melepas penat dan beban sedikit." Aku tersenyum.


"Gayamu kayak banyak banget beban..."


"Emang gayaku begitu, terus Tuan terganggu?


"Aku suka.." dengan senyum manisnya..


Ah, apa-apaan aku ini, padahal seiap ketemu ya dia senyum seperti itu, tapi kenapa rasanya beda hari ini?

__ADS_1


Ini jantung pun kenapa juga detaknya kenceng bener. Macam lagi balap karung aja.


Aku langsung menuju ke atas panggung bersama Lida,meninggalkan Rizal sendiri.


"Dek, kakak pengen nyanyi lagu Element, Cinta Tak Bersyarat.


"Oke,, Adek iringi pake keyboard ya, kakak maen gitarnya."


Aku memetik senar gitarku, sementara Lida memainkan Keyboard nya dengan indahnya. Kami mulai masuk ke dalam dunia musik yang kami mainkan, berharap yang mendengar lagu ini akan tau pesan yang disampaikan oleh lagunya...


Aku memulai..


Tak ada sedikitpun sesalku


Tlah bertahan dengan setiaku


walau di akhir jalan


ku harus melepaskan dirimu..


Lida,:


dalamnya cintaku yang hebat


hingga ada alasan


Bagimu tuk tinggalkan setiamu..ooohhh


Sama-sama,:


Demi nama cinta...


Telah ku persembahkan hatiku hanya untukmu


telah ku jaga kejujuran dalam setiap nafasku


Karna demi cinta..


telah ku relakan kecewaku atas ingkarmu

__ADS_1


sebab ku mengerti cinta itu tak mesti memiliki...


Lida,:


Andai saja bisa kau pahami


layaknya arti kasih sejati


karena cinta yang sungguh


tiada akan pernah mungkin bersyarat hoooo..


Aku merasa kami terlalu klop. kalau mau buat duo pun sudah bisa, karna kami sama-sama bisa bernyanyi..


aku melanjutkan...


Demi nama cinta...


Telah ku persembahkan hatiku hanya untukmu


telah ku jaga kejujuran dalam setiap nafasku


Karna demi cinta..


telah ku relakan kecewaku atas ingkarmu


sebab ku mengerti cinta itu tak mesti memiliki...


Aku tak tahan untuk tak mengeluarkan air mataku, pertahanan ku jebol, aku menangis di atas panggung. Yah, inilah yang ku inginkan, menangis, lagi-lagi aku menangis didepan semua orang, terlebih di depan Rizal, semoga mereka tak menganggapku baperan. Karena tak bisa lagi aku melanjutkan, maka Lida yang mengambil peran sampai lagu berakhir..


Lida,:


Andai saja bisa kau pahami


layaknya arti kasih sejati


karena cinta yang sungguh


tiada akan pernah mungkin bersyarat hoooo...

__ADS_1


Lagu berakhir dengan tepuk tangan penonton...


__ADS_2