Terlambat jatuh cinta

Terlambat jatuh cinta
Lelah...


__ADS_3

"Assalamualaikum.....


Bu.... Lida pulang..."


Aku berteriak dari depan pintu yang terkunci, ku ketuk-ketuk pintu nya, belum ada sahutan daru dalam, kemana ibu? pikirku. Jadi aku mengitari rumah sambil mengintip-intip jendela kaca yang ada di rumah ku, sesampainya di jendela depan, aku pun masi menerawang dalam rumah ku, kenapa gelap? Masih tak ada sahutan juga, apa ibu pergi? Kok tumben gak kasih kabar?


Aku masih mengintip sekiranya ibu gak dengar karna ku panggil. Eh, tiba-tiba Plak...


"Woy... Mau maling Lu ya?... Sini ikut saya"


Lida:"Adu dudududduh,,, sakit woy, lepasin.."


Aku menyentak tangan orang yang menarik lenganku keras. Saat berbalik sungguh tak ku sangka, orang yang tak ku kenal bisa-bisa nya nganggap aku maling dirumah ku sendiri. Eh, iya deng, dia kan gak tau rumah aku.


"Lu mau maling? Ngendap-ngendap di rumah orang, Gue aduin Lu sama pak RT, ayo ikut Gue."


Dia menari lenganku lumayan erat sehingga membuat pergelangan tangan ku memerah.


Lida:" Lepas gak? Ini rumah aku. Aku lagi ngintip di rumah ada ibu ato enggak, soal nya pintunya di kunci."


"Aku gak percaya, ayo ikut aku, aku akan laporin Lu ke pak RT."


Dia menyeretku hingga ke pintu pagar, dan mungkin emang nasib baik ku, ibu datang dengan menenteng rantang kosong dan wajahnya sungguh sangat terkejut.


Ibu:"Loh, loh, kenapa ini? Kamu kenapa dek? kok di seret-seret sama nak Evan?"


Evan:" Ibu kenal sama maling ini?"


Ibu:"Maling?"


Evan:" Iya bu, tadi dia ngendap-ngendap ngintipin rumah ibu, jadi saya seret dia mau ke tempat pak RT."


Ibu terkekeh mendengar penjelasan Evan, Evan yang melihat ibu tertawa lantas melepaskan tangan kekarnya dari pergelangan tangan ku.


Evan:"kok ibu ketawa?"


Ibu:"Lucu aja Nak, baru ini ibu tau anak pemilik rumah di teriakin maling..khikhikhik.."


Evan:" Anak pemilik rumah? Maksud ibu ini anak nya ibu?"


Lida:" Jadi kamu pikir aku maling beneran? yang gak-gak aja. aku tuh anak ibu, lagian kamu gak liat apa anak kuliahan kayak aku ini masak maling."

__ADS_1


Ibu:" Iya Nak Evan, ini Lida, anak nya ibu, dia baru pulang kuliah ya dek, tadi pintu emang ibu kunci, soalnya ibu lama di rumah mama kamu."


Evan:" oh..maafin aku ya, aku pikir kamu maling. Oh, kenalin, nama aku evan."


Lida:" Gak perlu, Udah yuk bu pulang, Lida udah capek banget hari ini."


Ibu:" Yo wes, kami balik dulu ya nak Evan. kalo gak yuk singgah ke rumah ibu."


Evan:"Em..anu, aku pulang aja bu, maaf sebelumnya udah salah sangaka sama anak ibu, maaf ya Lida, kalo gitu saya permisi dulu ya bu,. Assalamualaikum.."


Ibu:" Waalaikum salam..."


Setelah menjawab salam Evan, aku dan ibu masuk lagi ke rumah, sungguh capek hari ini, udah di kerjain sama dosen killer, pulang kuliah malah di sangka maling sama anak tetangga. Eh, anak tetangga? kok aku baru liat ya?


Lida:" Bu, itu anak tetangga? kok Lida gak pernah liat ya?"


Ibu:" Iya, mereka baru pindah, tuh dirumah nya pak Marno, mereka beli rumah itu, udah 3 hari ini tinggal di sebelah kita."


Lida:"Ohh,, pantesan aku baru liat. Ibu dari mana bawa-bawa rantang?"


Ibu:" ya itu, dari rumah tetangga baru, sebagai perkenalan."


Lida:"Oh, jadi si Evan Evan itu anak baru disini toh?"


Lida:" Terus??"


Ibu:" ya mana tau kamu minat, hehe"


Lida:" Nanti aja ya bu,"


Aku langsung pergi ke kamar, membersih kan diri, sungguh lelah ku rasa, bener-bener lelah.


Setelah mandi, aku merebahkan diri di kasur kesayangan ku, rupanya kelelahan hari ini cepat membawa ku ke alam mimpi.


Tok tok tok..


"Dek,,, O dek,, bangun udah mau maghrib ini, nanti gak dapet maghrib mu,,,"


ibu berteriak dari luar kamar ku, suara ibu emang toak alami yang mampu membangunkan aku tanpa bisa aku kendalikan. karena gak ada tombol on off nya. Begitu dia bersuara maka menggemalah seluruh rumah kediaaman keluarga Yusuf ini.


Lida:" Iya bu, ini udah bangun kok.."

__ADS_1


Aku langsung bangun mencuci muka dan menuruni tangga. Ku lihat ayah dan ibu sudah bersiap di tempatnya, aku pun lari hendak bersiap-siap juga. Setelah nya kami melaksanakan sholat maghrib berjamaah.


Selesai menunaikan kewajiban, kami makan malam,


Lida:" Semenjak kak Hana pindah, rumah jadi sunyi ya bu,,"


Ibu:"Yah mau gimana lagi dek, dia kan udah nikah, ya wajib ikutin suami, kalo kamu nikah nanti pun di ajak pindah ya ibu gak bisa ngelarang to.."


Ayah:" Setelah menikah, isteri itu tanggung jawab suami, jadi semua hal yang mau di lakuin harus izin dari suami.


Kewajiban-kewajiban Istri yang harus dilakukan, Isteri wajib taat kepada suaminya terhadap segala apa saja perintah suami, selagi dalam hal yang dihalalkan menurut perintah Allah SWT dan Rasul-Nya. Istri tidak boleh berpuasa kecuali atas izin suaminya. Istri tidak boleh keluar rumah, kecuali atas izin dan ridla suaminya. Seorang istri harus bersungguh-sungguh mencari ridla suaminya, karena ridla Allah berada didalam ridla suaminya dan marahnya Allah berada di dalam marah suaminya. Sekuat mungkin istri wajib berusaha menjauhi yang sekiranya menyebabkan suaminya marah.


Lida:" Gitu ya yah? "


Ibu:" iya,, Seorang istri juga berusaha bagaimana tampil bersih di hadapan suaminya, tidak kelihatan  kumuh, kotor, dan bau. Sebaliknya ia tampil terawat, harus benar-benar dijaga, setidaknya selalu berusaha rapi, bersih dan harum, sehingga suaminya selalu terlihat senang dan bahagia melihat istrinya."


Lida:" gimana dengan kewajiban suami yah?


Ayah:"Suami itu harus memberikan nafkah berupa makan, maksudnya uang belanja sehari-hari urusan dapur.Suami harus memberikan pekerjaan yang layak dan pantas kepada istrinya. Suami tidak boleh memukul wajah istrinya. Suami tidak boleh memaki-maki istri, termasuk membentak atau memarahi istri nya kecuali di dalam rumah sendiri.


Suami memberikan hak kepada istrinya, karena suami merupakan pemimpin keluarga yang akan dimintai pertanggung jawaban kelak dihadapan Allah atas kepemimpinannya di dalam rumah tangganya.


Kamu ngerti kan dek?"


Lida:" InsyaAllah Lida ngerti yah,"


Ibu:" Udah ada calon mu?"


Lida:" Calon apa bu?"


Ibu:" Calon untuk jadi mantu nya ibu lah.."


Lida:" Ukhuk..huk huk,,"


Ibu:" Makan prlan-pelan, kok bisa keselek sih dek, kamu ini.."


Lida:" Lida masih mau manja-manja sama ayah dan ibu, jadi urusan nikah itu nanti aja, lagian Lida juga kan belom tamat kuliah."


Ayah:" Kalo ada jodoh mu cepet, gak perlu nunggu sampe tamat kuliah la dek, urusan yang baik itu harus di segerakan, gak boleh di tunda-tunda."


Lida:" iya yah, nanti Lida cari ya jodoh nya."

__ADS_1


Aku cuma bisa nyengir kuda aja nganggepin kata-kata ayah dan ibu, gilak apa, aku kan masih mau barwng mereka, tapi kalo ada jodohnya gimana ya? ah itu urusan Allah, kalo sekiranya jodoh aku cepet ya Alhamdulillah, kalo belom ada ya gapapa. Hemmm...


Lagi-lagi aku di suguhkan makan malam yang berkesan, di kasih wejangan sama ayah dan ibu, ini lah kenapa aku berat ninggalin mereka, udah dari kami kecil ayah dan ibu selalu memberikan wejangan dan nasihat yang bermanfaat, Aku bahagia memiliki orang tua seperti mereka.


__ADS_2