Terlambat jatuh cinta

Terlambat jatuh cinta
Pisang Goreng


__ADS_3

Satu bulan sudah aku menjalani bahtera rumah tangga dengan mas Rizal. Aku masih menjalani kegiatan seperti biasa, mengurus suami dan juga cafe. Sedangkan mas Rizal masih berkutat dengan kegiatan kantornya.


Kami juga sudah pindah kerumah mas Rizal, karena oma sendiri jadi kami gak membeli rumah baru. Aku juga senang dirumah gak kesepian pas pulang kantor, karena ada oma yang menungguku pulang ketika mas Rizal belum sampai ke rumah.


Hari ini Lisa menghubungiku karena ada beberapa berkas yang harus aku urus. Jadi aku bersiap untuk pergi ke cafe. Tapi aku tak ingin membawa mobil sendiri, begitu malas untukku menyetir sendiri. Jadi aku meminta supir oma untuk mengantarku.


Setelah semua pekerjaan ku selesai, tetiba aku rindu dengan Kandaku.. Entah kenapa aku ingin sekali menghubungi mas Rizal, jadi aku cepat-cepat mengambil ponselku dan menekan nomor tujuan.


tuuuutt...tuuuttt...tuuuu...


Kanda:"Assalamualaikum dinda..."


Dinda:"waalaikum salam kanda..."


Kanda:"Kenapa? ada apa ni tumben hubungi mas?"


Dinda:"Kanda....kemari dong,, Hana mau pulang, jemput ya.."


Kanda:"Dinda gak bawa mobil?"


Dinda:"Tadi di antar pak supir."

__ADS_1


Kanda:"Ya udah, sebentar ya, tunggu mas 1 jam ya..mas mau meeting dulu."


Dinda:"Ya udah jangan lama-lama ya."


Kanda:"iya sayang.."


Setelah telpon terputus aku memanggil Lisa ke ruangan ku, meminta dia membawakan aku pisang goreng yang harus di goreng oleh Lisa sendiri. Lisa yang mendengar permintaanku pun terkejut bukan main, di Cafe mana ada pisang.. tapi untuk menyenangkan aku, dia pergi ke supermarket terdekat untuk membeli pisang yang aku mau dan segera ke dapur untuk menggorengnya.


tok tok tok..


Hana:"masuk..."


Lisa:"Mbak, ini pisang gorengnya,."


Lisa:"Iya mbak...ini tangan saya kecipratan minyak.."


Lisa menunjukkan tangannya yang sedikit merah akibat ke ciptratan minyak panas.


Aku mengerutkan alis ku karena aku tak menyangka permintaanku membuat Lisa terluka, dan itu membuatku merasa sedih sekali.


Hana:"Lisa, maafkan saya, saya tak berniat menyakitimu, saya hanya ingin makan pisang goreng yang kamu goreng." kataku sambil memegang tangan Lisa yang terluka.

__ADS_1


Lisa:"Mbak, saya gapapa, kenapa mbak mellow banget? Cuma luka kecil juga kok, udah mbak jangan nangis donk..."


Lisa ketakutan melihat mataku yang sudah berkaca-kaca.


Lisa:" Udah dong mbak, cepet di makan pisangnya, nanti klau sudah dingin tak sedap lagi.." Lisa mengingatkan.


Hana:"Iya, terima kasih ya.. sini kamu temani saya makan."


Lisa malu-malu untuk duduk bersamaku di sofa. Mungkin segan karena aku tak pernah mengajak siapapun untuk makan berdua seperti ini selain suami ku.


Setelah makan segigitan, aku merasa sudah tak menginginkan nya lagi, jadi ku katakan pada Lisa untuknsegera keluar dan.membawa pisang goreng itu, aku tak ingin makan lagi. Lisa hanya terbengong melihatku, mungkin dia berfikir sudah capek-capek dan jauh-jauh dia mencari pisang dang bersusah payah dia menggoreng, dan aku hanya makan secuil??


Ahahahaha.. rasanya kejam bener akunya karena hari ini rasanya aku pengen ngerjain seseorang.


Tak lama setelah Lisa keluar ruangan, mas Rizal datang dengan senyum sumringah, aku tak suka liatnya.


Hana:"Kanda jangan senyum gitu deh, jelek tau. Hana gak suka."


Rizal:"Jadi kamu maunya mas gimana?"


Hana:"Diam!!"

__ADS_1


✏️✏️Dukung terus ya sayang nya author...


😘😘


__ADS_2