Terlambat jatuh cinta

Terlambat jatuh cinta
Sesulit itukah?


__ADS_3

Iren POV


Aku berlari keluar kamar menuju kamar mandi yang berada di dapur. Aku duduk di kloset, menangis sejadi-jadinya. Aku menyesal telah melakukan hal yang begitu bodoh sehingga berdampak pada diriku sendiri.


Inikah balasan dari perbuatanku pada Hana?


Aku menuruti semua keinginan Mas Surya, dia bilang kalau Aku harus seperti Hana, jadi Aku memutuskan Resign dari kantor untuk lebih mengurus rumah dan dirinya.


Memang Aku tak bisa melakukan semua hal, tapi setidaknya Aku mencari tau dari internet apa yang harus Aku lakukan. Bukannya aku tak mau, tapi aku masih tahap belajar menjadi istri yang baik. Aku perlu belajar banyak hal, Aku tak punya ibu, jadi aku tak tau apa saja yang harus Aku lakukan, Aku sudah terbiasa di manja sama papa, dan apa yang aku butuhkan selalu di layani oleh pembantu.


Jadi dari kejadian ini aku mengaku salah, Aku menyesal dan Aku sudah mendapatkan pelajaran. Dari Hana aku belajar Sabar, dari Hana juga aku belajar menghargai. Sungguh sikapku selama dia masih disini sangat keterlaluan.


Aku berfikir ingin menemuinya, Aku ingin meminta maaf padanya. Tapi dimana Aku bisa menemuinya?


Ahhh,, di cafe tempat dia bernyanyi. Yah, Aku harus kesana nanti.


Aku masih terisak disini, apa dia tak peduli padaku? Dia tak menyusulku dan minta maaf padaku?


Haaah,,sudahlah, Aku juga salah. Dan yang terpenting sekarang Aku harus kerumah mama, Aku harus minta maaf sama Mama dan Papa. Beberapa bulan ini aku sudah menyakiti hati mereka, Aku tak ingin menjadi menantu durhaka, pikirku. Jadi Aku bergegas menyelesaikan tangisanku, cepat-cepat Aku mencuci muka ku. Aku langsung pergi kerumah Mama tanpa memberi tahukannya pada Mas Surya. Biarlah, dia saja tak berniat berbaikan denganku, fikirku.

__ADS_1


Sesampainya dirumah mama, aku mengucapkan salam, dan dari dalam ada suara orang membalas salamku dan membuka pintu.


Setelah pintu terbuka, aku sungguh sangat terkejut, tatapan mata itu sungguh mengintimidasi, saking takutnya aku tak berani menatap matanya.


Aku menyalim tangannya seraya mengucapkan salam dan dia membalasnya, setidaknya aku tak di usir, pikirku...


"Ayo masuk." Kata Mama sinis.


"Baik ma..." jawabku takut-takut


Mama berhenti dan menatapku sinis, aku tau mama tak suka jika aku menyebutnya mama, karena aku, dia telah kehilangan menantu kesayangannya.


Akupun duduk di single sofa bersebrangan dengan Mama. Aku kesulitan menelan ludahku, rasanya tak bisa dia melalui tenggorokanku, berat.


"Ada apa kamu kemari?" Tanya Mama


"Iren mau minta maaf sama Mama dan Papa."


"Maaf kamu tidak bisa mengembalikan Hana kami lagi."

__ADS_1


Deg....


Perasaan apa ini? Kenapa begitu sakit? Apakah aku juga cemburu? Di hati mereka semua hanya ada Hana, tidakkah ada kesempatan untukku?


Iren:"Ma,, beri Iren kesempatan ma,, Iren janji, akan jadi menantu seperti yang mama mau.." Aku secara tak sadar mengeluarkan air mataku lagi.


"Kesalahanmu itu fatal. Kamu merebut suami dari wanita lain, kalau kamu yang berada di posisi Hana apa kamu akan melakukan hal yang sama?" tanya Mama sarkas


Aku terdiam mendengar pertanyaan mama, hatiku sakit. Tak ada seorang pun yang percaya kalau aku sudah berubah. Tak seorang pun, bahkan suamiku pun tak menerimaku.


"Jadi apa yang harus Iren lakuin Ma? Supaya mama nerima Iren jadi menantu Mama?"


"Apa kamu bisa mengembalikan Hana jadi menantu mama?"


Aku terkejut dengan permintaan mama, sesulit itukah yang di mintanya?


โœ๏ธMaafkan author sudah banyak menimbulkan perdebatan kemarin..


Semoga para pembaca kesayangan author masih berkenan memberikan dukungannya ๐Ÿ™๐Ÿ˜€ jempolnya ditunggu ya, Love dan kasih bintang juga donk...๐Ÿ˜…

__ADS_1


__ADS_2