
Hana lagi ini...π
Aku terbangun ketika sinar matahari menerpa wajahku. Aku lihat mas Rizal sudah tak ada di sebelahku. Tapi yang ku temukan adalah setangkai mawar merah, segelas susu dan sepucuk surat merah muda di meja samping tempat tidurku.
Aku tersenyum melihat 3 benda itu, ku ambil bunga mawar itu lalu ku hirup aromanya, sungguh wanginya menenangkan ku. Lalu aku minum susu nya sampai habis, sepertinya belum lama di siapkan, karena suaunya masih hangat. Ku buka sepucuk surat cinta dari suami tercinta.. hihihi.. aku cekikikan mengingat usia tak lagi ABG tapi masih pakai surat menyurat. Ini adalah hal yang paling romantis menurutku, dan aku suka sekali dengannya, punya suami yang begitu perhatian dan pengertian, wanita mana yang gak klepek-klepek.hahaha
Ku buka surat itu dan ku baca isinya.
"Sayang....selamat pagi...
udah bangun kan? Terimakasih untuk malam ini, kamu menggoda sayang..semakin bertambah besar perutmu kamu semakin seksi di mataku."
Sampai sini wajahku memanas, merah merona, tersenyum-senyum sendiri, kalau tak ingat aku sedang hamil, mungkin aku sudah melompat-lompat kegirangan. hahaha
Ku lanjutkan lagi pembacaan surat cintaku.
"*Mas tau kamu pasti sedang merona kan?haha...Bunga mawar mas persembahkan untuk isteri mas tercinta, dan susu nya udah kamu habisin kan? itu untuk anak kita sayang.
Mas sengaja gak bangunin kamu, karena kamu pasti kecapean kan? Maafin mas ya karena mas kamu kelelahan.
Kamu hari ini istirahat ya, nanti setelah mas pulang kantor kita akan jalan-jalan sama oma sekalian beli perlengkapan bayi.
__ADS_1
Salam sayang cintanya Kanda,,emmmuachh"*
Ahahaha..aku semakin merona dengan kata-kata mas Rizal, aku bangkit lalu segera mandi. Perutku terasa lapar dan aku langsung menuju dapur setelah berganti pakaian.
Oma yang sedang membaca majalah di depan TV lantas tersenyum padaku.
Oma:"Sudah bangun sayangnya oma?"
Aku mendatangi oma dan memeluk oma manja.
Hana:"Udah oma, maaf ya Hana bangunnya telat."
Hana:"iya nih oma, udah mulai ketat, terus anak Hana udah sering nendang-nendangnya."
Oma:"oh ya? mana sih cicit nya Oyut yang suka nendang-nendang?"
Oma mengelus perutku lembut merasakan tendangan bayi. Dan seperti dia mengerti saja, Bayi dalam perutku menendang dengan keras, membuat oma kegirangan, senang bukan main, dan itu membuat kami berdua tertawa gembira melihat aktifnya bayi ini di perut.
Oma:"Ya sudah, kamu sarapan dulu sana, atau oma yang ambilin aja ya.kamu tunggu sini,"
Hana:"Gak usah oma, biar Hana makan di meja makan aja. Oma lanjutin baca majalahnya."
__ADS_1
Oma:"iya sayang..."
Oma mencium keningku sayang. lalu aku makan dengan lahap di meja makan, setelahnya aku kembali duduk di samping oma untuk sekedar berbincang-bincang ringan.
Hana:"Oma,, nanti sore mas Rizal ngajakin kita jalan-jalan, katanya mau beli perlengkapan bayi."
Oma:"Waahhh.. oma udah lama banget menantikan momen ini, udah gatel mau beli untuk cicit oma.."
Hana:"Karena kita belum tau jenis kelaminnya, jadi kita belinya yang netral aja ya oma.."
Oma:"Iya sayang, mau laki-laki atau perempuan yang penting dia sehat, kamu juga sehat ya.."
Oma menepuk-nepuk bahuku pelan dan kami lanjut dengan pembicaraan ringan...
βοΈβοΈsemangatnya mana nih?? dikit banget komentnya..ππ
Like nya jangan lupa ya,,
Author usahakan tiap saat nulis, walaupun up nya pihak novel yang menentukan..
Dukungan kalian itu berarti banget untuk Green...πππ
__ADS_1