
Surya:"Tolong dokter,, tolong selamatkan keduanya. Saya mohon, berapapun biayanya akan saya bayar, tapi selamatkan anak dan isteri saya."
Aku menangis tersedu-sedu karena berita yang ku dengar, Aku sudah pernah kehilangan sekali karena kebodohanku, aku tak ingin kehilangan lagi, walaupun kami jahat tapi setidaknya kami juga sudah bertobat, aku ingin memulai lagi kehidupanku dengan anak dan isteriku.
Dokter:"Bapak banyak berdoa ya, semoga operasinya lancar, kami akan berusaha sebaik dan semaksimal mungkin, kalau gitu saya permisi dulu pak."
Surya:"Iya dok.
Setelah aku menandatangani berkas persetujuan, mama dan papa pun sampai dan menghampiriku.
Mama:"Nak, gimana kondisi istri kamu?"
Surya:"Ma,, maafkan Iren ma, maafkan Surya juga...huhuhu.."
Aku tak dapat menahan diriku, aku menangis di pangkuan mama, aku bersalah, aku berdosa karena aku pernah menyakiti hati orang tuaku.
Mama:"Memangnya ada apa? Iren dimana sekarang?"
__ADS_1
Surya:"Iren ma,,, Iren,,, Iren,, Dia.. Dia sedang di operasi ma, dan dokter bilang ada benjolan di kehamilan dia, an bisa membahayakan nyawa nya dan anak kami ma..."
Mama:"Apa?? Sejak kapan dia punya penyakit seperti itu?"
Surya:" Kata dokter sudah sejak awal mengandung benjolan itu sudah nampak, tapi karena dia mau memberikan aku keturunan dia mempertaruhkan nyawanya ma.."
Mama dan papa yang mendengar tak bisa berkata-kata, mereka diam tak bergemong, mama menangis sejadi-jadinya dan papa berusaha menenangkan mama.
Ya Allah, beginikah rasanya hampir kehilangan? sedih sekali, sakit sekali..
Jika aku bisa memilih, maka aku akan memilih dulu aku tak di jodohkan dan tak menyakiti hati istri-istriku, seandinya waktu itu aku jujur pada keluargaku..
Dokter:"Maaf pak Surya, ada hal yang perlu saya konfirmasi,"
Surya:"Ya dokter, ada apa?"
Dokter:"Kami sedang berusaha mengeluarkan bayi, tapi karena kondisi rahim istri anda sudah rusak, kami butuh persetujuan untuk mengangkat rahimnya."
__ADS_1
Surya:"Apa??Bagaimana bisa dok? Terus anak kami gimana?"
Dokter:"Kami sedang berusaha pak, banyak-banyak lah berdoa, jadi bagaimana pak? konsekuensi jika tidak di angkat sekarang maka bisa menyebabkan kematian pak."
Surya:"Lakukan dok."
Aku pasrah mendengarnya, tak ada kata-kata lain yang bisa aku keluarkan, begitupun dengan mama dan papa. Merwka saling menenangkan dan papa juga menguatkan aku. Tak apa jika rahim istriku harus di angkat, tapi selamatkan lah anak dan istriku ya Allah...
Lama kami menunggu operasi selesai, hampir 5 jam kami menunggu di depan ruang operasi ini, tapi tak terdengar sedikitpun tangisan bayi, aku makin khawatir, apa yang terjadi di dalam.
Dokter keluar dengan tergesa-gesa,
Dokter:"Pak, kami butuh golongan darah A, isteri anda mengalami pendarahan sehingga membuatnya kehilangan banyak darah, kebetulan stok darah di bank darah kami untuk gol.dar A habis. Apa dari keluarga ada yang golongan darahnya sama?"
Mama:"Saya dok, saya golongan darah nya A, ambil darah saya saja untuk membantu menantu saya."
Dokter:"Baiklah bu, silahkan ikuti suster untuk melakukan pemeriksaan."
__ADS_1
Dokter kembali masuk ke ruang operasi, cobaan apalagi ini ya Allah begitu berat Engkau menghukumku... kembali aku menangis sejadi-jadinya. Papa yang melihatku pun tak bisa menahan air matanya.
Sungguh berat cobaan yang harus aku lalui...