
Surya POV
"Apa yang aku katakan? Apa aku menceraikannya? Barusan aku menceraikan Hana?" Tanyaku pada Iren
"Iya sayang, makasih ya kamu udah milih aku daripada dia. Aku seneng banget kamu lebih sayang sama aku. Aku janji aku bakalan jagain anak kita yang selanjutnya.
Aku memeluk Iren tanpa berkata-kata, aku memang sayang sama Iren, tapi tak dapat ku pungkiri aku sudah mulai menaruh hati pada Hana sejak seminggu ini, apapun yang Hana lakukan aku jadi suka.
Tapi sekarang aku malah menceraikannya? Oh Tuhan....bodohnya aku, aku tersulut emosi hingga mengatakan talak?! Gimana aku bisa kembali padanya? perbuatanku sungguh tak dapat di maafkan.
Bagaimana dengan orang tua kami? Ahhhh...aku bisa gila memikirkan ini.
"Sayang, aku lapar..." Iren berkata manja.
"Kamu mau makan apa? biar aku belikan."
__ADS_1
"Aku mau makan bubur ayam yang ada di depan rumah sakit, sepertinya enak.."
"Ya udah, tunggu sebentar ya, aku pergi beli dulu."
Sepanjang jalan aku memikirkan Hana, aku sungguh tak habis fikir aku menceraikannya, padahal aku ingin bisa lebih dekat dengan nya, Ya Allah,,, aku harus apa? pasti di matanya aku adalah laki-laki yang sangat buruk, ampuni aku ya Allah..
Dalam perjalanan aku melihat Hana yang terduduk di pinggir jalan, sedihnya bukan main, aku menyesal telah menyakitinya. Bahkan aku tak mendengarkan penjelasannya. Aku hendak berlari mengejarnya, mau meminta maaf padanya, tapi langkahku terhenti ketika aku melihat ibu mertua datang menghampirinya. Ku lihat dia membawa Hana ke taman depan rumah sakit. Tanpa sadar aku mengikuti mereka.
Dan aku mendengarkan pembicaraan mereka, kenapa hatiku sakit ketika dia menangis tersedu seperti itu? Rasanya sesak di dadaku melihatnya tak berdaya. Salahku karena menceraikannya tanpa tau alasannya.
Apa benar bukan dia yang salah? tapi apa mungkin Iren melakukan tindakan bodoh menghilangkan janin yang dia kandung? Rasanya tidak mungkin. Ya Allah, berikan lah petunjukmu, berikan lah aku petunjuk menuju jalan kebenaran.
"Mas, kenapa melamun? Aku gak bisa makan dengan tangan kiri,," katanya manja
"Sini aku suapin.."
__ADS_1
"Terimakasih sayang.."
"Iya..."
Aku tersenyum melihatnya, wajahnya putih tapi pucat, aku juga memikirkan anakku, anak yang aku dambakan dari orang yang ku cintai. Anak yang selama ini aku tunggu-tunggu kehadirannya.
Sedih aku mengingat nya, bahkan aku juga sudah mempersiapkan nama yang bagus untuk anakku. Tapi sekarang dia sudah tak ada, mungkin bukan rejeki ku untuk memiliki anak sekarang.
Setelah selesai makan, aku menyuruh Iren untuk istirahat, kata dokter dia boleh pulang kalau kondisinya sudah stabil, tapi mungkin hari ini dia akan menginap di rumah sakit. Aku perlu mengambil beberapa perlengkapanku untuk menginap. Tapi apa saat aku kembali kerumah masih ada Hana disana? Aku sudah mengusirnya. Apa dia pulang kerumah orang tuanya ya?
Ah..ngapain sih aku ngurusin dia lagi, dia bukan isteri ku lagi. Aku pamit pada Iren untuk mengambil beberapa baju di rumah, Aku menitipkannya pada suster agar menjaga Iren.
Dari tadi hatiku deg deg ser..ada apa ya? Sudahlah, ngapain difikir kali, toh sekarang pikiranku sudah semrawut. Pusing aku.
Aku terkejut ketika masuk ke halaman rumahku.
__ADS_1
Ramai sekali Batinku...
Surya POV END