Terlambat jatuh cinta

Terlambat jatuh cinta
Sakit tapi tak berdarah


__ADS_3

Yuk kita kembali ke Hana......


"Maaf mas, tapi Hana gak bisa kembali lagi sama Mas Surya."


Aku mengatakannya dengan nada yang sangat halus, aku tak ingin menyakiti perasaannya.


"Loh, kenapa? Bukannya kamu cinta sama Mas?" Dia kaget dengan ucapanku barusan..


"Iya, Hana emang cinta dan sayang sama Mas, tapi ada yang lebih butuh mas daripada Hana,"


"Maksud kamu?" Tanyanya dengan nada yang tak suka.


"Iren lebih butuh Mas ketimbang Hana, dia butuh dukungan suaminya, Hana gak mau menyakiti wanita lain, Hana gak mau jadi perebut suami orang, cukup Hana aja yang suaminya direbut, Hana gak mau jadi orang yang egois Mas, Hana juga gak mau menikah tapi tidak memiliki cinta, Hana juga gak mau jika akhirnya nanti Hana mengalami kayak apa yang Mas alami, terlambat jatuh cinta, ketika semua sudah terlambat, tak ada yang bisa kita lakukan.


Jadi maaf Hana gak bisa kembali sama Mas." Aku berucap panjang kali lebar.


"Tapi bagaimana dengan perasaan Mas yang udah mulai sayang sama kamu?"

__ADS_1


"Cukuplah Allah sebagai pelindung hati Mas, serahkan cintamu hanya pada Nya. Seperti Hana yang selalu mengejar cinta Nya, maka Allah akan kirimkan orang yang mencintai kita apa adanya."


"Kamu yakin gak mau kembali sama Mas?"


Aku tersenyum mendengar pertanyaan itu.


"Untuk apa kita kembali jika kita hanya menyakiti orang-orang yang mencintai kita dengan tulus?"


"Maksud kamu apa? Apa kamu sudah punya kekasih?"


"Tidak. Hana gak punya kekasih, tapi orang itu suka sama Hana jauh sebelum kita menikah, bahkan dengan gentle nya dia ngelamar Hana. Jadi Hana mau memberikan kesempatan untuk membuka hati untuk dia Mas,"


"Gunakanlah kesempatan kedua mu untuk memperbaiki hubungan kalian mas, hubungan dengan Mama Papa, Hana ikhlas dengan cinta Hana pada Mas,"


"Sungguh mulia hatimu Sayang.. Aku menyesal menceraikanmu..." Mas surya mulai meneteskan air mata.


"Mas, sudahlah. Gunakan waktu dan kesempatan yang masih diberikan Allah sama Mas, mudah-mudahan ada keajaiban supaya Iren bisa hamil lagi, Hana mendoakan yang terbaik untuk kalian."

__ADS_1


Aku menepuk bahunya, bahu yang selama ini tak pernah aku sentuh. Bahu yang selama ini mengabaikan air mataku, jika ingat itu rasanya sakit sekali, tapi Aku bukanlah seorang pendendam.


"Maafkan aku Hana...maafkan Mas..."


"Iya, Hana udah maafin mas, jauh sebelum Mas minta maaf sama Hana."


"Kalau begitu Mas pamit dulu, maaf dan terimakasih Hana.."


"Iya mas,,"


hufffttt...


Rasanya seperti apa ya? Aku sulit menjelaskannya, Sakit tapi tak berdarah, perih tapi tak luka. Aku hanya dapat menghela nafas panjang.


Setelah kepergian Mas Surya dari kantorku, Aku masih asik dengan lamunanku. Aku berjanji pada diriku sendiri Aku akan melupakan cintaku pada Mas Surya, dan Aku akan memulai cinta yang baru, cinta yang Allah ridhai.


Tak adil rasanya jika aku menjalani hubungan tapi hatiku masih milik orang lain, jadi sebisa mungkin Aku akan membuka hati dan menerima cinta Mas Rizal. Itu janjiku di hatiku.

__ADS_1


Aku keluar ruangan melihat ke halaman belakang, tapi Mas Rizal gak ada disitu. Tumben dia gak dateng pikirku, Ah...mungkin dia lagi banyak pekerjaan kali ya, jadi aku membiarkannya tanpa menghubunginya.


Bersambung dulu gaesss...


__ADS_2