Terlambat jatuh cinta

Terlambat jatuh cinta
Perhatian Rizal


__ADS_3

"Aku istrinya, jadi wajar dong kami mesra-mesraan. Atau jangan-jangan kamu cemburu ya sama aku yang lebih dicintai mas Surya?"


"Cemburu itu wajar,karna Hana juga mencintai mas Surya. Tapi perlakuan kalian kali ini udah diluar batas."


"Cukup!!" Mas Surya berteriak. "Hana, kalau kamu kesini cuma mau cari ribut memding kamu pulang sekarang."


Hah? dia mengusirku?


"Hana gak mau cari ribut, Hana cuma menyiapkan makan siang buat mas."


"Aku gak butuh, kami akan makan siang diluar."


"Setidaknya hargai sedikit usaha Hana Mas.."tak terasa air mataku tumpah


"Sudahlah, kamu pulang aja sih, kamu juga gak diterima disini."


Mendengar kata-kata Iren membuat darahku mendidih, inginku berteriak di wajah mas Surya, tapi aku masih punya itikad baik, aku tak ingin mempermalukan diriku. Jadi aku lebih memilih untuk pergi membawa rantang makanan yang sebelumnya aku siapkan untuk suamiku.


Sambil berlari menuju mobilku, aku menangis sejadi-jadinya. Tak peduli orang-orang dikantor yang berbisik-bisik ria melihatku pergi dengan berlinanagan air mata.


Sampai ke parkiran aku menabrak seseorang, Aku tak melihatnya, aku langsung jatuh terduduk sambil menangis tersedu-sedu. Di ulurkan tangannya untuk membantuku berdiri, "Kamu gak apa-apa? apa yang terjadi sama kamu? kenapa kamu nangis?" suaranya seperti tak asing buatku.


Aku mendongak, rupanya Rizal, sedang apa dia disini pikirku.


"Ayo, aku bantu berdiri."

__ADS_1


"Terimakasih"


Tanpa memberi aba-aba dia menarik tanganku untuk mengikutinya menuju mobilnya.


"Naik.!!" perintahnya


"Mau kemana?" tanyaku penasaran


"Sudah ayo cepat naik!"


Dengan pikiran kacau aku langsung naik ke dalam mobilnya. Entah kemana dia akan membawaku. Aku hanya menatap jendela sepanjang perjalanan.


"Kalau kamu belum puas nangisnya, sok atuh dilanjutin aja gapapa," dia membuka suara.


Aku hanya melihatnya sekilas, tapi rupanya kata-katanya mampu membobol pertahanan air mataku, sehingga aku pun langsung menangis sejadi-jadinya. Dia hanya mengemudi dan fokus ke jalanan sambil sesekali melihat ke arah aku menangis .


Setelah kami turun dan berdiri di pinggir, dia menepuk bahuku... "Kamu bisa melepaskan emosimu disini, teriaklah sekencang-kencangnya, tak akan ada orang yang mendengarnya."


Aku melihat ke arahnya, seperti tau saja apa yang aku pikirkan, tapi aku juga mengikuti sarannya, alu berteriak sekencang yang aku bisa, melepaskan semua beban yang ada, sedikit rasa lega menghampiri. oh, ringan sekali rasanya pikiranku.. ku tatap Rizal yang menatap kejauhan..


"Terimakasih Zal,,"


"Untuk??"


"Untuk semua yang udah kamu lakuin, mengajakku kesini, membuat hatiku tenang, fikiran pun fresh. Aku senang" ku sunggingkan senyumku

__ADS_1


"Sudah sepantasnya aku membantumu. Tak adakah yang ingin kamu ceritakan padaku??"


"Entahlah, aku hanya takut aib suamiku terbongkar, Aku tak ingin dia malu"


"Ya sudah kalau kamu gak mau cerita, tapi stop kamu jangan nangis lagi. Aku gak suka liat air matamu jatuh, buatku itu terlalu berharga. jadi jangan menangis lagi" suaranya pelan seperti memohon.


"Kamu aneh..."


bersambung..


✌️Cuzz baca novel green yang lain :



Ganti status...(?)


Takdir cinta Naira


10 tahun


Kasih tak sampai


Jalanmu bukan jalanku


Coffe break

__ADS_1



__ADS_2