Terlambat jatuh cinta

Terlambat jatuh cinta
Apa??


__ADS_3

Sesampainya dirumah, aku langsung masuk ke kamar diikuti ibu dan Lida yang membawa barang-barangku. Aku terduduk di pinggir tempat tidur memandangi keluar jendela yang gelap. Ibu memelukku dari samping,


"Bu..."


"Iya nak?" jawab Ibu parau.


"Sekarang Hana janda bu..." Aku menangis lagi mengingat sakitnya di ceraikan dengan cara yang menurutku tak pantas.


"Sudahlah kak, kakak itu masih cantik, banyak pria yang mau sama kakak, Walaupun kakak janda sekalipun."


Lida dengan sedikit emosi memberikanku semangat, benar kata Lida, lagian kan aku masih perawan dalam hatiku, tapi gak ada yang boleh tau sampai ada seorang laki-laki yang menjadi suamiku kelak.


"Makasih kamu udah hibur kakak, Kakak sayang banget sama kamu dek," Aku membentangkan tangan untuk memeluknya.


"Iya, Lida juga sayang kakak, makanya kakak jangan sedih lagi, Lida gak mau liat kakak nangis terus.."


Aku mengangguk pelan,


"Ibu bangga sama kalian, satu sama lain dapat di andalkan. Dapat saling mengisi," Ibu juga memeluk kami berdua

__ADS_1


Ayah yang tiba-tiba masuk melihat kami berpelukan sambil terkekeh kecil tak dapat menahan rasa penasarannya.


"Loh, kenapa ini, kenapa? kok Ayah gak di ajak peluk-peluk juga?" katanya mendekati kami bertiga, "Udah selesai dramanya ini?"


"Ayah peluk ibu aja sih, Ini urusan perempuan yah," kata Lida melepaskan pelukan, "Ya udah Lida balik kamar dulu, ada tugas besok di kumpul,"


"Yang rajin ya putri kesayangan ayah, biar dapat Cumloud nanti pas wisuda.." sambil mengelus kepala nya.


"Insyaallah yah.."


Setelah Lida keluar kamar ku, kami bertiga pun melanjutkan pembicaraan yang sedikit serius..


"Jadi apa yang akan kamu lakukan selanjutnya nak?" Tanya Ayah hati-hati


"Untuk apa lagi kamu kesana Hana? Ibu gak mau anak Ibu kenapa-kenapa."


"Gapapa bu, Hana cuma mau ngucapin selamat aja kok kalo dia udah berhasil,"


"Dasar perempuan itu.."

__ADS_1


"Bu, gak baik berkata kasar seperti itu...Ini udah jadi takdir anak kita, mungkin memang Surya bukan yang terbaik untuk Hana,,"


"Iya yah.."


"Kamu belum Hamil kan nak? kalau kamu hamil, maka perceraian itu batal.."


"Gimana mau hamil Yah, wong anakmu masih perawan.." kata Ibu.


"Apa? masih perawan? Kenapa? apa selama ini kalian gak pernah melakukannya?" Ayah terkejut saat mendengar penuturan Ibu.


"Enggak yah, Mas Surya gak pernah mendekati Hana, katanya dia gak cinta sama Hana, terus pas usia 6 bulan pernikahan Iren masuk ke dalam rumah tangga kami, jadi mas Surya semakin jauh dari Hana."


"Subhanallah Bu,, Ayah pikir kenapa sampai sekarang Ayah belum dapat cucu, rupanya..." ucapan Ayah terpotong dengan kalimat Ibu.


"Bagus dong yah anak kita masih perawan, Hadiah untuk suaminya kelak.."


Aku hanya tersenyum melihat percakapan mereka berdua. Terima kasih Ya Allah telah menitipkan aku kepada kedua orang tua ini, hadir di tengah-tengah mereka seperti ini membuatku sangat bahagia, kasih sayang yang mereka limpahkan pada ku juga adikku tak pernah kurang, justru berlebih.. Aku sangat bersyukur memiliki orang tua seperti mereka.


Hari semakin larut, aku meminta ayah dan ibu untuk beristirahat, karena akupun merasa sedikit lelah setelah drama tadi siang. Aku berfikir mungkin dirumah sakit besok akan ada drama yang luar biasa lagi, jadi aku beristirahat agar besok punya cukup tenaga..

__ADS_1


Tak lama akupun memejamkan mataku, terbuai dalam mimpi yang sangat indah tanpa aku minta.. Mimpi pertemuan dengan sang jodoh yang telah Allah tunjukkan akhir-akhir ini..


✏️Bersyambung yeeeszzz...


__ADS_2