
Rizal POV
Haaaahhh...setelah sampai dirumah, Adinda ku langsung masuk ke kamar dan merebahkan dirinya di kasur. Seperti orang yang tidak pernah buat salah. Seperti tak ada kejadian yang memusingkan orang lain. Apa emang begini ya orang ngidam itu?
Kalau begitu aku akan menikmati peran suami siaga untuk kedepannya, karna menurutku momen-momen begini tuh langka.
Bayangkan aja, bangunin anak orang jam 2 pagi minta di gorengin pisang, terus pisang nya gak di makan? mungkin Lisa kesel luar biasa kali ya. Aku hanya dapat geleng-geleng kepala melihat istriku begitu.
Besok entah apa lagi yang dimintanya. Setelah ku lihat istriku tidur dengan damai, akupun menyusulnya, sebelum aku tidur, aku elus perutnya yang masih rata dan berbicara pada calon buah hatiku.
Ini akan menjadi kegiatan baruku untuk kedepannya.
6 bulan kemudian...
__ADS_1
Tak terasa usia kandungan istriku sudah menginjak 7 bulan. Aku selalu menjaga mereka berdua dengan posesif, selama istriku hamil, aku tak lagi mengizinkannya bekerja terlalu berat. Jadi aku memutuskan semua pekerjaan yang ada di cafe biar Lida di bantu Lisa yang nenghandle. Aku gak mau terjadi apa-apa dengan calon buah hati kami.
Pernah juga aku marah-marah pada orang yang merokok di di dekat istriku. Dan Hana hanya senyum geleng-geleng kepala melihatku marah-marah. Aku hanya tak ingin kesehatan Hana terganggu dengan polusi asap rokok, karena sejatinya aku bukanlah seorang perokok, dan aku menjalani hidup sehat. Mungkin bagi sebagian orang aku adalah orang yang lebay, tapi itu ku lakukan hanya demi melindungi kesehatan keluargaku.
Aku terlampau menyayangi mereka, mereka adalah harta yang paling berharga di hidupku.
2 bulan lagi aku akan dapat melihat buah hati kami, sekarang aku sedang berada diruang Dokter untuk melakukan USG pada istriku. Dia terlihat sangat antusias dengan USG ini, karena dia ingin melihat perkembangan janinnya.
Dokter:"Ibu, bapak, bisa di lihat anak nya aktif bergerak ya. Anak dalam kandungan ibu dalam keadaan sehat, letaknya bagus, air ketuban juga jernih ya bu.."
Lalu dokter melanjutkan..
Dokter:"Orang tuanya sepertinya menjaga pola hidup sehat ya,, dengar jantungnya bu...normal ya, lincah sekali bayinya. Berat nya sekarang sudah 2500 gr, usia kandungan sudah 28 minggu. Apa bapak dan ibu mau melihat jenis kelaminnya?
__ADS_1
Rizal:"Iya dok, saya mau."
Dokter:"Sebentar ya pak, kita cari posisi yang pas dulu." setelah ketemu "Nah, seharusnya kita bisa lihatnya disini, tapi berhubung anak bapak dan ibu malu-malu jadi kita tidak bisa melihat jenis kelaminnya pak, karena dia menutupinya dengan pahanya."
Rizal:"Yah,, ya udah gapapa dok, yang penting kami tau anak kami sehat dan lincah."
Hana:"Iya,, yang penting anak kita lahir sehat dan selamat, laki-laki atau perempuan sama saja. Anak kita juga.."
Rizal:Mengelus perut Hana "Sayang...ayah udah gak sabar mau liat kamu lahir kedunia,,tapi ayah masih harus nunggu 2 bulan lagi..."
Dokter:" Biasanya kelahiran terjadi di minggu 36 sampai minggu 40 pak, jadi jika sudah memasuki usia 36 minggu bapak sudah bisa bersiap untuk menyambut kelahiran. Dan untuk ibu saat sudah memasuki usia 9 bulan, ibu di anjurkan banyak berjalan ya bu, banyak jongkok, dan yang lebih mudah lagi, sering-sering ayahnya menemui anaknya biar jalan lahirnya mudah." dokter mengatakannya dengan senyum sumringah.
Aku pun tersenyum kemenangan...
__ADS_1
✏️✏️Cowok apa cewek nih anak babang Rizal dan dek Hana?🤔🤔