
Pagi ini aku sudah berniat untuk datang kerumah sakit, aku pergi di temani Lida, karena aku takut terjadi apa-apa, karna Iren itu licik. Sesampainya di Rumah Sakit, aku langsung menuju kamar Iren, aku mengetuk pintu dan membukanya, ternyata dia sendiri.
Dia menyuruh ku duduk, tapi aku lebih senang tidak berbasa-basi, aku langsung berbicara pokok masalahnya, sedangkan Lida duduk di sofa dekat jendela.
"Selamat ya, kamu sudah berhasil misahin aku dari mas Surya." kataku penuh dengan keihklasan
"Iya sama-sama" sungguh senyumnya aku benci lihatnya,,
"Kenapa kamu lakuin semua itu mbak? kenapa kamu fitnah aku?"
"Seharusnya kamu tau kenapa aku berbuat seperti itu Hana. Aku gak mau berbagi suami, apalagi denganmu."
"Kamu jahat mbak,," Aku menitikkan air mataku,
"Aku terpaksa harus melakukan sesuatu supaya kamu pisah sama mas Surya, karena aku tau sekarang Mas Surya udah mulai tertarik sama kamu. Aku gak mau cinta mas Surya terbagi, kamu tau?!"
__ADS_1
"Apa? Mas surya udah tertarik sama aku?"
"Iya, dia mulai tertarik sama kamu. Makanya aku buat kejadian ini seperti seolah-olah kamulah yang mencelakai ku."
"Kamu tega bunuh anak kamu sendiri demi obsesimu sama mas Surya? Kamu gila Mbak. Sekejam-kejamnya Harimau masih sayang dengan anak nya, terbuat dari apa hatimu itu mbak?" aku sedikit membentaknya.
"Jangan ikut campur masalah itu kamu. Aku melakukannya supaya aku gak kehilangan Surya, kamu paham!" dia menunjukku dengan telunjuknya
"Sungguh murahan sekali caramu mendapatkan cinta Surya demi obsesimu. Sehingga kamu tega membunuh darah dagingmu sendiri dan memfitnah aku"
"Aku gak peduli, yang penting sekarang kamu dan mas Surya sudah berpisah. Itu cukup membuatku puas Hana. Aku gak masalah kehilangan berapapun anak ku asalkan aku bisa memisahkan kalian." Ucapnya tanpa ragu.
"CUKUP!!! Dasar kamu orang gila mbak. Kamu tau apa yang kamu katakan?? Semoga Allah mengampuni dosamu. Lida, ayo kita pergi"
Aku menarik tangan Lida meninggalkan kamar Iren, tepat setelah aku melangkahkan kaki di depan pintu aku melihat mas Surya berdiri mematung. Hah? Apa dia mendengarkan semuanya? Bagus lah jika dia tau, semoga Allah menunjukkan kebenaran dan aku terbebas dari Fitnah.
__ADS_1
"Aku permisi mas,"
Kataku pada Surya saat aku melewatinya. Sungguh aku tak habis fikir dengan jalan fikiran Iren, tega sekali dia demi seorang laki-laki membahayakan nyawanya dan menghilangkan darah dagingnya.
"Kak, Lida gak habis fikir loh Iren bakal ngelakuin hal kaya gitu."
"Sama, kakak juga dek, terbuat dari apa hatinya sehingga dia tak sayang dengan calon anak nya."
"Dia bodoh ya kak?" lida terkikik membuatku bingung
"kenapa?"
"Iya, dia bodoh, gak takut apa dia bicara seperti itu ada orang yang dengar, mana pintu terbuka lagi, eh pas kita keluar ada mas Surya di depan..hahahaa rasain dia tuh, pasti terbongkar kebusukannya,"
"Biarlah dek, yang penting nama kakak di depan mas Surya sudah bersih dari fitnah. dan kakak senang kalau dia udah mulai punya perasaan sama kakak." hihihi
__ADS_1
"Kak, Kakak masih mengharapkan mas Surya?"
Aku terdiam dengan pertanyaan Lida. Apa iya aku masih ngarepin dia? nyatanya memang aku masih cinta sama mas Surya. Salahkah??