
"Mbak Hana itu hebat loh Pak, dia lulusan terbaik di kampusnya, menyandang gelar Cumloud saat dia di wisuda 2th yang lalu.
bergelar sarjana komunikasi. Dan Bapak tau apa? sebenarnya ilmu agamanya termasuk tinggi, saya aja sering kena ceramah sama Mbak Hana..hahaha"
"Begitu ya Mbak? Kapan Hana akan datang ke cafe?"
"Mungkin senin pak, karena sampai besok dia masih liburan."
"Kalau begitu terimakasih ya atas informasinya. Saya permisi dulu."
"Baik pak, sama-sama"
Aku berjalan gontai menuju mobilku. Tak ku sangaka ternyata Hana sehebat itu? Dan sering di undang di radio?
Almeera...Almeera...
Astaghfirullah... Farhana Almeera... Bodoh sekali aku tak dapat mengingat nama istriku sendiri.
bodoh bodoh bodoh...
Ku ambil hp ku, dan aku menghubungi mama.
Mama:"Ada apa kamu telpon mama?"
"Mama kenapa sih sekarang ketus banget sama aku?"
Mama:"Gapapa, ya udah kamu telpon ada apa?"
__ADS_1
"Mama tau ya Hana itu punya Cafe?"
Mama:"Tau, bahkan sekarang dia lagi buat konsep untuk bangin cafe nya yang ke Enam. kenapa kamu tanya?"
"Jadi mama tau semua tentang Hana?"
Mama:"Ya tau lah, kalau enggak mana mungkin mama jodohin kalian."
"Kenapa mama gak cerita?"
Mama:"Memangnya kamu mau denger? Setiap mama sama papa mau cerita tentang Hana kamu malah kabur. Kenapa? Apa sekarang kamu tau semuanya? jadi Kamu menyesal udah ceraikan Hana?"
"Iya ma, Surya menyesal."
Mama:"Sudah terlambat, kamu gak bisa lagi kembali sama dia."
Mama:"Dia harus menikah dulu dengan orang lain, dan dia harus melakukan hubungan suami istri dengan suaminya, baru dia bisa kembali sama kamu."
"Jadi dia akan jadi milik orang lain ma?"
Mama:"maksud kamu?"
"Sampai sekarang Hana masih perawan."
Mama berteriak "Dasar kamu anak bodoh. Pantes ya selama ini mama belom punya cucu. Jadi kamu belum sentuh dia sedikitpun?"
"Belum ma," Aku memelas
__ADS_1
Mama:"Hati kamu terbuat dari apa sih Surya? kenapa kamu bodoh sekali seperti ini?"
"Ma, udah dong ceramahin Surya, bukannya kasih solusi,"
Mama:"kamu itu pantas di marahin, apalagi di pukulin, memang kamu itu bodoh. Mama itu marah, kesel sama kamu tau gak?!" mama masih berteriak dan itu membuat telingaku panas.
"Ya udah, udah dulu ma, nanti Surya hubungi mama lagi."
Aku langsung mematikan hp ku tanpa salam pada mama. Sekarang yang bisa aku lakukan hanyalah merutuki kebodohanku karena sudah melepaskan berlian yang sangat berharga...
Sungguh sekarang aku sangat menyesal ya Allah...Apa yang harus aku lakukan? Berikanlah petunjukMu, berikanlah Hidayah dan jalan keluar pada hambaMu yang bodoh ini ya Allah...
Lalu aku kembali kerumah menemui Iren lagi, dia memang salah, tapi tak seharusnya juga aku terus menyalahkannya. Ini semua salah kami berdua, aku yang telah membagi cinta.
Sekarang yang bisa ku lakukan adalah meminta maaf pada Hana, aku akan tunggu sampai dia kembali dari liburannya, sebisa mungkin aku akan meminta dia kembali padaku lagi.
Dengan atau tanpa Iren. Tapi aku juga cinta Iren...Apakah dia mau menerima kami lagi?
Bodoh sekali aku mengharapkan bisa mendapatkan lagi berlian yang sudah aku campakkan. Sudah pasti lah sekarang dia ada yang memilikinya."
Surya POV END
✏️ Terima kasih atas dukungan para readers setiakuh...Author banyak-banyak ucapin terimakasih karena kalian semua telah memberikan dukungan yang sangat positif pada author, sehingga membuat author semangat untuk menulis, melanjutkan kisah Hana, Iren, Surya dan juga babang Rizal.
Dukung terus ya klik love, like, coment and star..
Terimakasih...
__ADS_1
Salam sayang author untuk kalian...