The Story of Three Brothers

The Story of Three Brothers
Todai v MIT


__ADS_3

Dua Hari' Usia Pernikahan Damian dan Reema di Bahrain ( lanjutan Love In Race )


Shinichi baru saja sampai rumah ketika ponselnya berbunyi dan dahinya berkerut ketika membaca siapa yang menelponnya.


"Shinchaaaann!" teriak Arkananta.


"Apa hal patung arca? Telpon teriak - teriak macam nggak dapat jatah sembako !" sungut Shinichi sambil melepaskan sepatunya di depan pintu masuk rumah.


"Kamu bisa kabur ke MIT nggak?"


Shinichi melongo. "Ngapain? Kalau kagak ada sesuatu hal yang membuat aku tertarik, pass..."


"Devan dapat B di aljabar linear."


"Haaahh? Kok bisa?"


"Dosennya gemblung. Kasih pertanyaan ujian yang kagak bisa dipecahkan oleh setan sekalipun ! Kami mau geruduk ke MIT. Ikut?" tawar Arkananta.


Shinichi menyeringai. "Aku suka kerusuhan yang intelektual dan inteligen serta elegan."


"Jadi?"


"Ya mangkaaaattt ( berangkat ) lah ! Edyan opo ora mangkat ( gila apa tidak berangkat )!"


"JAXA gimana?"


"Bilang saja opa ku sakit keras di New York!"


"Oh bocah nakal ! Opa Ashley baik-baik saja !" hardik Arkananta.


"Bukan Opa Ashley, Opa Javier Arata" seringai Shinichi.


"Shinchaaaann !!! Opa Javier sudah meninggal lama ! Nanti kalau kamu dimarahi, gimana ?" teriak Arkananta heboh.


"Paling cuma bilang... I'm sorry opa buyut, demi menegakkan ketidakadilan atas rumus unfaedah ! Opa pasti paham" jawab Shinichi enteng. "Lagian kan JAXA tidak tahu."


"Karepmu Wis ( terserah kamu lah )."


***


Dua Hari Kemudian Perjalanan ke Cambridge Massachusetts, Kampus Science Jurusan Matematika


"Ya ampun, kalian semua itu menyeret aku hanya gara-gara rumus? " Bayu mendelik tidak percaya ketika Luke, Arkananta, Valentino dan Shinichi menggeruduk ruang kerjanya dan menculiknya untuk ke MIT. Mereka semua sekarang sudah berada di dalam pesawat Bianchi menuju Boston.


"Soalnya kami semua penasaran bagaimana bisa dosennya Devan bikin rumus kacau macam begitu !" ucap Arkananta.


"Rumus apa?" tanya Bayu bingung.


Luke menyerahkan iPadnya ke Bayu dan pria bermata biru itu membacanya. Semalam saat Shinichi datang, dirinya juga tidak bisa memecahkan rumus itu.


"Kalian dapat dari mana?" tanya Bayu.


"Dosennya Devan" jawab Valentino.

__ADS_1


"Siapa nama dosennya?"


"Albert Wheelock temannya warlock" jawab Shinichi cuek membuat Bayu terbahak. Calon Daddy itu hanya menggelengkan kepalanya.


"Dia memang warlock ( ahli sihir ). Devan dapat apa?" tanya Bayu.


"B."


"Mending. Ini adalah rumus yang memang sengaja tidak bisa dipecahkan. Aku dapat B- untuk rumus ini dan harus mengulang karena aku protes karena ini rumus terngawur yang pernah aku dapatkan!" Bayu tersenyum.


"Mas Bayu pernah mendapatkan rumus ini?" Shinichi menatap kakaknya tidak percaya.


"Yup. Dan aku sempat hendak memukul si Warlock !" kekeh Bayu. "Kami berdebat nyaris seharian dan aku membalasnya dengan membuat rumus yang sama-sama tidak terpecahkan."


"Memang kamu buat rumus apa Bay?" tanya Luke.


"Rumus Mac and cheese yang aku samarkan ke rumus matematika. Dan dia sangat mabok pusing berusaha memecahkannya" gelak Bayu.


Keempat sepupunya terbahak. "Smart move, Bay... Smart move." Luke tersenyum.


"Anyway Boys, aku sudah memecahkan rumus ini." Shinichi menyeringai.


Semua sepupunya menoleh ke peneliti slengean itu. "How?" tanya Luke tidak percaya.


"Serahkan ini semua kepada detektif Shinichi bukan Kudo !" jawab Shinichi dengan gaya ala Upin dan Ipin.


***


Kampus Science Jurusan Matematika MIT Ruang Albert Wheelock


"Dr Warlock" seringai Bayu.


"Apa hal kamu datang kemari?"


Bayu memberikan iPadnya dan menunjukkan ke Albert Wheelock.


"Ada apa dengan rumus ini?" Albert menatap Bayu.


"Well, Mr Warlock..."


"Wheelock."


"Whatever... Bagaimana jika aku membawa tim yang bisa memecahkan rumus klasik mu. Apakah kamu akan berhenti memberikan rumus tidak masuk akalmu ke mahasiswa baru?" seringai Bayu.


Albert Wheelock memicingkan matanya. "Siapa tim mu?"


Bayu memberikan kode dan lima orang itu pun masuk, Luke Bianchi, Arkananta Baskara, Valentino Reeves, Shinichi Park dan Devan McCloud.


"Wow, kalian main keroyokan?" kekeh Albert Wheelock.


"Tidak keroyokan, lebih menjurus menggunakan banyak otak untuk memecahkan rumusmu. Devan?"


Devan lalu mengambil kertas dan bolpoin lalu mulai memecahkan rumus itu. "Mengingat bagaimana mas Bayu pernah melakukan hal yang sama dengan anda Professor Warlock, jadi tadi para kakakku memberikan clue terutama mas Shinichi Park, peneliti JAXA yang juga memiliki hubungan dengan NASA dan MIT."

__ADS_1


Putra Rama McCloud itu lalu menguraikan jawaban rumus yang diberikan Albert Wheelock. "Rumus yang anda berikan adalah resep Beef Wellington milik anda. Lihat ini menunjukkan ukuran berat daging, pastry, bumbu - bumbu dan cara memasak!"


"Dasar Warlock !" umpat Luke tertahan.


Albert Wheelock menatap Devan dengan tatapan tidak percaya. "Bagaimana kamu tahu?"


"Biarkan Shinichi Park yang menjelaskan." Bayu memberikan kode ke Shinichi.


"It's simple. Rumus itu bisa apa saja tidak hanya berhubungan dengan matematika. Sepanjang perjalanan dari Tokyo ke New York, saya mendapatkan info dari Devan siapa anda. Dan saya mencari tahu lebih dalam soal anda. Diantaranya Anda adalah fans berat Beef Wellington disamping memancing. So, saat perjalanan dari New York ke Massachusetts, Mas Bayu mengatakan sesuatu hal yang membuat saya mencari tahu dan voila, ini adalah rumus resep Beef Wellington anda." Shinichi Park tersenyum lebar. "Am I right, professor Warlock?"


"Wheelock tapi sudahlah ... Wow, ternyata memang keluarga klan Pratomo tidak bisa dipandang remeh dan saya salut kalian bisa memecahkan rumus ini." Albert Wheelock tersenyum. "Isn't it fun boys?"


"Not fun kalau anda memberikan aku B hanya gara-gara rumus beef Wellington unfaedah itu !" sungut Devan kesal.


Professor Albert Wheelock tertawa terbahak-bahak. "You will got A, Mr McCloud. Frankly ( sebenarnya ), aku rindu mendapatkan mahasiswa macam kalian. Kenapa aku memberikan pada Devan McCloud, karena aku rindu didatangi para pria-pria intelek. Aku tahu Devan pasti akan meminta bantuan kakak-kakaknya. Memangnya aku tidak tahu siapa kakak Devan?"


"Beruntung Daddy saya tidak ikut" kekeh Valentino Reeves.


"Quinn? Well, dia pasti mengata-ngatai saya dengan pedas sebelum mengeplak kepala ku seperti jaman kuliah dulu. Bagaimana kabar pria cantik itu ? Apakah masih pedas seperti biasanya?" kekeh Albert Wheelock "Kami kuliah bersama dulu."


"Daddy? Masih saja tetap seperti biasanya."


"Nanti aku telpon Quinn kalau Keponakan dan anaknya datang untuk memecahkan rumus unfaedah aku." Albert menoleh ke arah Bayu. "So, Bayu, rumus apa yang kamu berikan padaku saat kamu ribut denganku dulu?"


"Sama dengan mu Mr Warlock" seringai Bayu.


"Excuse me?"


"Resep Mac and Cheese milik Omaku" cengir Bayu.


Albert Wheelock melongo lalu tertawa terbahak-bahak. "Oh my God ! Kita impas O'Grady!"


"Yup. No heart feeling professor?" Bayu mengulurkan tangannya.


"No heart feeling" balas Albert sambil bersalaman. "So, mumpung kalian semua disini, bagaimana jika kita berdiskusi banyak hal?"


"Apa yang ingin anda ketahui?" tanya Luke Bianchi.


"Bagaimana seorang Bianchi bisa memecahkan kode di Tokyo University di usia 17 tahun?" Albert Wheelock menatap Luke Bianchi yang melongo.


"What?"


"Luke Bianchi, kakak kalian itu berhasil membobol keamanan MIT dan melakukan war dengan tim IT kami hanya untuk menunjukkan bahwa kekalahan tim Todai karena kami curang."


Semua adik Luke menatap dirinya. "Dasar Mafia!"


"Hei, memang MIT curang kok!"


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa gaeeesss


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2