
Rumah Zinnia Indramayu Jawa Barat
Zinnia menatap ketiga adiknya dengan kesal apalagi Arsya sangat merasuk ajaran dari trio oomnya yang membuat semua ajaran Zinnia buyar, berantakan, mental, entah kemana kalau Arsya sudah kumpul dengan trio kampret.
"Boys, janganlah kalian ajari Arsya seperti ini. Nanti bisa kacau besarnya." Zinnia menoleh ke arah Arsya. "Arsya, kalau Arsya mau brownies coklat, bilang saja sama mommy, tidak usah pakai kedip-kedip mata begitu."
"Kata Oom Shin dan Oom Alka, dalipada nangis guling-guling, nggak elok. Mommy, elok itu apa?" Mata biru Arsya menatap wajah Zinnia dengan tatapan polos.
Zinnia melirik judes ke arah Shinichi dan Arkananta. "Kalian ituuu..."
"Kaboooorrr!" Trio kampret pun langsung berlari keluar rumah.
"Heeeeiiii! Kalian nggak makan siang?" teriak Zinnia yang membuat ketiganya berhenti.
"Ah ya benar Ka, kita makan dulu baru kabur. Kan percuma kabur dengan perut keroncongan?" ujar Shinichi.
"Iya bener Shinchan. Ya sudah, kita makan dulu baru mikir kabur kemana!" seringai Arkananta.
Zinnia yang mendengar percakapan unfaedah adik-adiknya hanya bisa menggelengkan kepalanya. "Yuk Sya, kita makan siang dulu. Nanti tiga Oom kamu akan menyusul kita" ajak Zinnia sambil menggandeng tangan putranya.
***
"Kalian bertiga ituuuu! Ya ampun, Arka, kamu kan sudah kerja. Mbok dewasa dikit kenapa sih? V, kamu kan sudah lulus kuliahnya dan sekarang membantu Oom Benji, mbok cool dikit gitu. Shinichi, ya ampun, dikurangi deh kacaunya. Gimana kamu mau dapat cewek?" omel Zinnia ke ketiga adiknya yang sedang asyik makan.
"Mbak Zee, tahu nggak. Kami punya juklak cara mendidik Arsya" lapor Shinichi.
Zinnia melongo. "Apa?"
"Iya lho mbak. Kami semua kan tahu Arsya butuh figur cowok kuat, berwibawa, cerdas, dan kreatif. Jadi kami, trio kampret, mengangkat diri sebagai pengganti pola asuh figur ayah ke Arsya" ujar Arkananta.
"Karena kami punya tiga B mbak" sambung Valentino.
"Apaan tiga B? Bibit Bebet Bobot?" tanya Zinnia sambil menyuapi Arsya.
"Kalau tiga B yang itu, kita mah tidak perlu diragukan! Sudah pasti bagooosss lah! Tiga B kita adalah Brain, Beauty dan Braws ( otak, tampang dan otot )" jawab Shinichi penuh bangga.
"Haaaaahhh?" kali ini yang heboh malah Jasmine yang ikut makan bersama di meja makan. "Ya ampun tuan Park. Dapat istilah dari mana lagi?"
"Serial tv jadul tiga cewek cantik Charlie's Angels. Duh Cheryl Ladd dan Jaclyn Smith itu cantik banget..." gumam Shinichi sambil menerawang.
Serial TV Charlie's Angels : Ki - Ka Jaclyn Smith, David Doyle, Kate Jackson, Cheryl Ladd
"Kamu nonton dimana Kungkang?" tanya Valentino.
__ADS_1
"Di channel khusus serial tv jadul" jawab Shinichi.
"Aku tahu kenapa Shinchan demen Cheryl Ladd" kekeh Arkananta yang iseng mencari tentang Charlie's Angels.
"Kenapa memang?" tanya Valentino.
"Rambut pirangnya mirip Tante Fayza. Tipikal Mommynya Kungkang" cengir Arkananta.
Zinnia yang melihat gambar itu mengakui kalau aktris Cheryl Ladd mirip dengan Fayza Sky Park, ibu Shinichi.
"Kamu kok demen nonton film jadul sih?" ejek Valentino.
"Lho dari situ aku belajar betapa cewek-cewek tahun segitu jamannya eyang buyut cantiknya berbeda dibandingkan sekarang. Coba kalau kalian ingat Marilyn Monroe, itu cewek beeeuuu cantiknya wow. Padahal kita tahu kalau dia itu biatch, tapi tetap elegan gitu. Nggak macam aktris sekarang, udah biatch kelakuan Soyo ( semakin ) biatch!" ucap Shinichi panjang lebar.
Zinnia sampai menutup kedua telinganya Arsyanendra agar tidak mendengar Omelan oom imutnya.
Marilyn Monroe
"Gue heran sama si Kungkang. Sudah mau jadi peneliti, masih saja absurd" kekeh Valentino.
"Lho absurd itu penting gaeesss!"
Zinnia dan Jasmine hanya melengos.
***
"Shin, katanya kamu Januari besok sidang skripsi?" tanya Zinnia.
"Iya mbak tapi aku masih lanjut kuliah buat ambil S2 aku sama sekalian menjadi ilmuwan roket" jawab Shinichi.
"Valentino jadi mau ambil program Master di MIT?" tanya Zinnia yang mendengar dari Juliet adik Valentino kalau kakaknya hendak ke Massachusetts.
"Insyaallah mbak" jawab Valentino. Sebab aku dengar Katya disana. Dasar anak itu, main ngilang saja terus ! Memang nya aku nggak bingung apa tiba-tiba menghilang tanpa jejak!
"Arka gimana?" tanya Zinnia.
"Mungkin ikut V ke Amerika soalnya nyokap bilang aku harus mencoba bekerja dibawah kepemimpinan Tante Reana, cari suasana baru."
"Kenapa nggak ke Manchester saja sama Tante Natasha?" tanya Zinnia.
"Arka jangan disuruh kesana mbak. Yang ada malah nonton bola melulu!" sahut Shinichi.
"Lha? Kok aku disalahi kalau dukung timnya Oom Tristan?" bela Arka.
__ADS_1
"Elu pindah Inggris itu bakalan ketularan sama Dewa. Secara kuliahnya di Cambridge berantakan gara-gara keasyikan pacaran. Oom Bagas sudah ngamuk aja tuh!" kekeh Shinichi. "Kalau Dewa playboy duren tiga, Arka bakalan ke Old Trafford melulu, nggak kerja nanti."
"Idiihhh, harus profesional dong Kungkang! Mau aku disuruh bokap bersihin oli?" balas Arkananta judes.
"Eh Ka, Arabella gimana kalau elu tinggal ke New York?" tanya Valentino sambil menembak zombie di layar tv.
"Ara sih bilangnya bakalan nyusul kalau sudah dapat pengalaman di PRC Group."
"Kalian kapan akan menikah?" tanya Zinnia yang tahu Arka dan Arabella hubungannya bagaikan roller coaster sama seperti Juliet dan Romeo serta Garvita dan Gabriel.
"Belum tahu mbak. Masih ingin menikmati bekerja."
"Arsya sudah bobok mbak?" tanya Shinichi yang juga merasa ngantuk.
"Sudah. Shin, bangun dulu, paha mbak pegal."
"Iya tuh kungkang! Enak-enak macam Arsya saja!" ucap Valentino judes.
"Eh Shin, kamu serius menjadi ilmuwan? Tetap ambil program magister fisika di Todai?" tanya Arkananta.
"Jadilah! Mbak, sini Arsya biar aku yang gendong" ucap Shinichi sambil membantu Zinnia untuk menggendong Arsyanendra keponakannya.
"Tambah berat ya Shin?" kekeh Zinnia yang melihat adiknya kesulitan menggendong Arsya.
"Iya lho mbak. Perasaan kemarin masih enteng, kok ini sudah tambah berat!" Shinichi menggendong Arsyanendra menuju kamar keponakannya. "Eh tapi kan memang kalau tidur itu metabolisme tubuh melambat dan gravitasi bumi semakin menarik hingga membuat tubuh Arsya menjadi lebih berat."
Valentino dan Arkananta melongo.
"Astagaaa! Dasar anak fisika satu itu! Semua dikalkulasi berdasarkan hukum fisika dan sekarang giliran rumus gravitasi" gerutu Arkananta setelah Zinnia dan Shinichi pergi.
"Aku tidak kebayang kalau Shinichi menjadi dosen suatu saat nanti... Apa nggak ancur kelasnya?" Valentino menoleh ke Arkananta.
"Kelasnya sih nggak ancur V, tapi mahasiswanya yang ikut ancur sama Kungkang!"
gelak Arkananta.
"Wah ya gawat kalau itu!" gumam Valentino.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️