The Story of Three Brothers

The Story of Three Brothers
Arkananta Si Durjana


__ADS_3

Mansion Giandra Jakarta Indonesia


Arkananta tersenyum menatap Arabella yang setelahnya wajah istrinya langsung cemberut dan memukul Arkananta dengan wajah kesal.


"Aduuuh duh duh... Boneka Annabelle! Kenapa Arca dipukul ini!" rengek Arkananta bingung.


"Soalnya Arca jadi valak! Bikin orang panik tahu nggak! Mana mas Shin nakut-nakutin bilang mas Valak kena sawan manten!" omel Arabella sebal.


"Tunggu tunggu... Kamu itu baru jadi istri berapa jam sudah durhakim sama suaminya! Enak saja suamimu yang ganteng begini dibilang Valak!" protes Arkananta.


"Habis sebal aku! Opa Bara sampai panik, untung nggak kenapa-kenapa!" Arabella menatap judes ke Arkananta. "Tuh, si Dewa sama mas Radyta sudah siap-siap jadi panitia penggagalan unboxing!"


"Hah? Memang sekarang pakai panitia? Sejak kapan? Wong biasanya spontanitas... Interesting..." gumam Arkananta sambil memegang dagunya tampak berpikir.



Gak usah kaget sama sodara elu


"Tahu tuh. Tadi bilangnya sih begitu." Arabella lalu memakai bando untuk mengikat poni rambutnya yang mengganggu matanya


"Mas, udah enakan? Keluar yuk..." ajak Arabella. "Ini Ara sudah bawain celana jeans nya mas Arka. Tante eh... mama yang kasih tadi soalnya Ara lagi ganti kebaya jadi belum bongkar kopernya mas Arka" ucap gadis itu sambil meletakkan celana jeans Arka.


"Makasih ya, Anabelle."


"Sama-sama patung Arca." Arabella pun berdiri dan berjalan menuju pintu.



Nama Arabella diganti Anabelle ...


"Kamu mau kemana?" tanya Arka.


"Ya keluar lah! Mas Arka ganti celana dulu gih!" jawab Arabella sambil membuka pintu kamar dan keluar dari kamar tamu.


"Lha biasanya juga cuek, kenapa ini sok malu-malu meong sih?" gumam Arkananta.


***


Tak lama Arka pun keluar dari kamar dan mendapatkan ejekan serta ledekan dari para saudara nya.


"Ngimpi apa lu geblak! Mana si Shinchan bilang kena sawan lagi! Ampun deh lu!" omel Bayu gemas.


"Lha daripada nanti melorot jariknya" jawab Arka kalem.


"Sudah, makan dulu Ka. Nanti pingsan lagi" kekeh Luke.


Arka baru duduk di sofa dan Arabella membawakan piring berisikan nasi dan lauk pauk.


"Ciieee yang diladeni bini" goda para sepupu prianya.


"Nape? Yang jomblo, kalau ngiri, nganan lah!" cengir Arkananta sambil menerima piringnya. "Makasih Anabelle."

__ADS_1


"Sama-sama mas Valak" balas Arabella kalem membuat semua orang di sana melongo.


"What? Anabelle? Valak? Oh my God!" ucap Dante sembari memegang pelipisnya.


"Cocok lah itu! Anabelle ketemu Valak... anaknya jadi...?" Valentino melirik usil.


"Casper!" seru sepupunya lalu tertawa terbahak-bahak.


"Masih bagus Casper, daripada Slimer? Udah hijau, berlendir... Nggak banget!" celetuk Shinichi sambil bermain game di ponselnya membuat semua sepupunya menatap pria imut itu. "Atau ..."


"Nggak usah diteruskan, Kungkang! Nanti kamu sebutin semua setan di Jepang !" potong Arkananta.


"Apaan setan di Jepang?"


Semua pria generasi keenam yang sedang berkumpul sambil makan siang langsung menatap horor wanita cantik berambut pirang penuh tatapan penasaran.


"Siapa Nemu setan di Jepang?" tanya Freya.


"Shinchan!" tuding semua orang ke Shinichi.


"Hah?" Shinichi langsung panik. "Nggak Tante! Sumpah! Kalau Shin lihat setan, mending baca ayat kursi lah!"


"Emang setan Jepang paham bahasa Arab?" ejek Radyta.


"Kagak lah! Gue terjemahin pakai bahasa Jepang tuh bacaan ayat kursinya" balas Shinichi judes.


"Berhasil?"


"Kagak V... Yang ada fasilitas aku dicabut..." jawab Shinichi pelan.


"Astaghfirullah! Kamu ngatain Hideo setan?" gelak Freya.


"Habis appa kalau ngamuk serem Tante! Ya Shin bacain ayat kursi terjemahan bahasa Jepang tapi tidak berhasil..."


"Ya kagak berhasil Bambaaaanngggg! Yang ada elu kualaaattt!" seru Valentino dan Arkananta gemas sedangkan yang lain hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan absurd genius fisika itu.


"Luke, bagaimana keluarga Moretti yang dibuang ke Fureai Sekibutsu?" tanya Freya ke Luke.


"Keluarga Moretti? Yang mana?" tanya Damian bingung karena setahunya Sakura berpacaran dengan Alessandro Moretti.


"Jadi si Uno pacarnya kembang Kamboja itu diporotin sama keluarganya yang ngejual desain Morr ke beberapa rumah mode kompetitornya. Kesal, si manusia spidol itu ikut caranya Michel yang dulu keluarga nya juga bermasalah..." cerita Shinichi.


"Yang dibuang ke Aokigahara seminggu itu?" tanya Pedro Pascal membuat Omar Zidane dan Shane O'Grady makin pusing dengan keluarga kacau ini.


"Yup. Terus si Morotin hubungi bang Luke dan dibuanglah mereka kesana. Tahu kan ini..." Shinichi memperlihatkan deretan patung batu yang tampak menyeramkan dengan jumlah 800 di ponselnya.


"Ya Wassalam deh..." ucap semua orang.


"Terakhir mereka masih disana Tante. Mungkin lama-lama terbiasa jadi so far mereka betah kok..." jawab Luke.


"Kayaknya mending ketemu setan daripada ketemu si Alessandro. Bisa lebih parah hukumannya" senyum Samuel.

__ADS_1


"Eh Dewa, memang ada acara apa nanti malam?" tanya Sean ke putra Bagas Hadiyanto dan Safira Kim Pratomo itu.


"Oh, aku pinjam Yacht bokap dan kita akan berlayar buat cari sotong!" cengir Dewa yang sudah mulai bekerja di bank milik keluarga Hadiyanto.


"HAAAAAHHH?"


***


"Apa apaan kita cari sotong di laut? Beli ke pasar ikan langsung dimasak disitu juga bisa! Repot amat!" gerutu Ken Al Jordan yang paling malas naik yacht.


"Memang kenapa Ken? Oh aku lupa... Ken itu mabok laut!" cengir Gasendra.


"Lha ada ya anak Dubai bisa mabok laut?" ejek sepupunya.


"Ada! Gue!" balas Ken judes membuat semua orang tertawa.


"Omar Zidane, Bayu, bisa ikut Tante sebentar?" pinta Freya dengan wajah usil.


Omar dan Bayu saling berpandangan tapi kemudian berdiri mengikuti cicit Vivienne Neville itu.


"Ada apa mas Bayu dan Omar dipanggil Tante Freya ?" tanya Nelson sambil makan kimbab.


"Pasti gara-gara hutan Sandy" celetuk Arkananta.


"Hutan Sandy?! Oh yang bokap lu jejeritan itu ya Ka?" kekeh Radyta.


"Yoooiiii. Pasti Tante Freya lagi tanya-tanya situasi disana" cengir Arkananta. "Taruhan sepatu Air Jordan aku, bokap pasti bakalan diseret Tante Freya diajak kesana!"


"Deal!"


"Oh Ka, jangan lupa. Kalau mereka jadi ke hutan Sandy, kita semua harus siap dengan satelit jadi ada live streaming nya" celetuk Shinichi.


"Betul tuh! Langsung disebar ke semua ponsel kita!" timbrung Valentino.


Tak lama Bayu dan Omar pun kembali ke para generasi keenam.


"Ada apa mas?" tanya Remy yang semakin pusing dengan kelakuan absurd kakak-kakaknya. Giordano dan Mamoru dari tadi hanya diam saja mengikuti pembicaraan para pria yang mereka kagumi etos kerjanya tapi tidak kebobrokannya!"


"Jadi, Tante Freya minta setalah acaranya V dan Katya bulan Februari tahun depan, Tante Freya hendak mengajak Oom Bima ke hutan Sandy. Katanya mau diajak kemping disana" cengir Bayu.


"Bener kaaaannnn! Siap-siap satelit saudaraku! Bakalan seru ini!" cengir Arkananta.


"Hah? Satelit apa?" tanya Omar bingung.


"Melihat pak Bima jejeritan lagi" jawab Arkananta kalem.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2