The Story of Three Brothers

The Story of Three Brothers
SpongeBob, Patrick and Squidward


__ADS_3

Mansion Giandra Jakarta


"Assalamualaikum wahai penghuni Mansion Giandra. Shinichi bukan Kudo sudah tiba!" teriak Shinichi membuat Arka dan Arum mendelik. "Eh? Ada Oma Gendhis ku tersayang yang masih saja awet cantik!" Pria imut itu lalu mencium pipi Arum.


"Kamu tuh bisa nggak sih nggak bikin heboh! Gimana hasil ujian semester kamu?" tanya Arum ke Shinichi yang duduk di sebelah Omanya.


"Setidaknya paling jelek B."


"Apaan kamu dapat B?" tanya Arkananta bingung.


"Ka, kebayang nggak sih gue kuliah di fakultas science jurusan Fisika dan ada mata kuliah sejarah Jepang? Meskipun itu bukan mata kuliah inti tapi sebagai anak semester baru, harus mengambilnya. Kan sama saja mata kuliah wajib tho? Itu yang bikin aku dapat B karena menurut aku unfaedah, tapi buat fakultas faedah. Jadi ada dua kubu yang saling menolak satu sama lain disini yang mengakibatkan nilai ku dapat satu B itu doang!" papar Shinichi panjang lebar yang membuat Arum dan Arka terbengong-bengong.


"Astagaaa Kungkang! Gue cuma nanya mata kuliah apa kamu dapat B, kenapa penjelasannya macam elu kasih pembelaan bersalah sih?" omel Arkananta gemas.


"Lha daripada nanya kok ada mata kuliah itu, aku jelaskan sekalian lah!"


Arum tersenyum mendengar ucapan unfaedah cucunya. "Kamu tadi naik apa kemari?"


"Japan Airlines. Oh, aku ketemu sama Dewa. Akhirnya pulang tuh bocah dari Eaton Inggris."


"Dewa di Jakarta? Bukannya katanya gak mau pulang, mau liburan natal di London sama Juna dan Sekar" gumam Arum.


"Kata Dewa sih gara-gara Tante Safira nangis-nangis anaknya jadi DPO..." gelak Shinichi.


"Lagian Bagas juga aneh-aneh. Anaknya diawasi macam tahanan saja" kekeh Arum.


"Mungkin Oom Bagas nggak mau Dewa meniru jejaknya dulu yang kata papa playboy duren tiga" cengir Arka.


"Makanya tho, kalau tidak mau anak kamu meniru ulahmu, jangan aneh-aneh waktu masih muda" nasehat Arum.


"Aku nggak aneh-aneh kok Oma..." senyum Shinichi sambil memeluk Arum.


"Soalnya kamu udah aneh, Shinchan" gelak Arka yang membuat pria imut itu manyun.


"Yuk makan dulu. Sebentar lagi Oom Arga pulang dari rumah sakit" ajak Arum.


"Tante Amara kemana Oma?" tanya Shinichi celingukan karena biasanya dia melihat istri Anarghya hilir mudik di mansion.


"Tante Amara sedang ke kantor PRC Group. Ada kerjaan sama Tante Freya dan Tante Arimbi."


"Lho Tante Amara kerja lagi Oma?" tanya Shinichi.

__ADS_1


"Freelance. Oma sih nggak papa Amara kerja lagi tapi Tante mu itu kan gampang khawatir sama Opa dan Oma" kekeh Arum. "Padahal kita ya dokter lho ..."


"Lho ada Shinichi rupanya?"


"Oma Danishaaaa" seru Shinichi yang langsung memeluk adik dari Bara Giandra itu. "Opa Iwan."


"Pantas dari tadi kedengaran suara jelek khas Shinichi ternyata memang iya" kekeh Iwan yang mendapatkan pelukan hangat dari bocah imut itu.


Danisha dan Iwan memutuskan untuk pindah ke Jakarta tinggal bersama dengan Bara dan Arum. AJ Corp di Solo sudah dihandle oleh AJ Corp Tokyo oleh Luca ke orang kepercayaannya. Rumah keluarga Al Jordan di Solo Baru sudah berubah menjadi hotel yang dibangun AJ Corp sedangkan rumah yang dulu ditempati Savitri di Manahan masih terawat karena Bagas dan Safira masih memakainya jika liburan ke Solo.


Rumah yang dibeli Jaehyun posisi depan rumah keluarga Pratomo, sudah dijual oleh Nathan. Rumah Hiroshi Al Jordan yang tidak jauh dari rumah Savitri, masih terawat oleh Joey, Alea dan Faranisa.


"Yuk kita makan dulu. Kasihan yang baru datang, pasti kelaparan" ajak Arum.


***


Di Dalam Mobil Perjalanan ke Indramayu


"Jadi Sakura sekarang dikawal ketat sama pengawal bayangannya bang Lukie?" tanya Arka yang menyetir mobilnya ke Indramayu.


"Tapi mau gimana. Wong Morotin dua satu sekolah sama si kembang Mayang" gerutu Shinichi kesal.


"Lagian Sakura memang cantik sih, jadinya banyak yang suka" kekeh Valentino.


"Lagian ya Shinchan, siapa yang berani mendekati Oom Hideo kalau bukan sama-sama levelnya mafia begono" gelak Arkananta.


"Iiissshhh appa memang perawakannya aja dingin macam kulkas tapi aslinya baik kok" bela Shinichi. "Kan appa mantan mafia bukan masih mafia."


"Iya tapi kan banyak yang tahu siapa Oom Hideo terus opamu Takeshi Takara mantan pemimpin Yakuza Takara yang sekarang dipegang Luke Bianchi dan notabene sepupunya Sakura. Auto minder lah!" balas Valentino.


"Kalau nggak dicoba kan nggak tahu. Aku tahu sih yang suka sama Sakura selain dua Morotin itu banyak tapi entah kenapa pada nggak berani uji nyali" gumam Shinichi.


"Horor kungkang! Lihat Oom Hideo aja udah auto keder."


"Dih V kok gitu sih... Appa dibandingkan bang Lukie, masih serem bang Lukie lho padahal!"


"Ya bang Lukie memang freezer sih tapi kalau menurut aku ya, Shin, Oom Hideo masih lebih freezer dibandingkan Yakuza kampret itu!" ucap Arka.


"Kok bang Lukie dibilang Yakuza kampret?"


"Kan memang dia pawangnya kita Shin" kekeh Valentino.

__ADS_1


"Eh katanya bang Lukie lagi ke Seoul?" tanya Arka ke Shinichi.


"Iya, Oom Lee Chan mengajak acara pengecekan apartemen di Itaewon. Appa kan juga ikut ke Seoul."


"Jadi Sakura sama Tante Fayza doang?"


"Hu um V. Liburan ini kembang melati malah menemani mommy kerja. Kata bunga Sakura buat nambah pengalaman."


"Memangnya besok Sakura mau kuliah ambil jurusan apa?" tanya Arka.


"Belum tahu, Ka. Dia masih belum dapat pandangan."


"Aku rasa Sakura bakalan ke jurusan seni deh secara anak itu kan tidak terlalu suka yang berbau science" celetuk Valentino.


"Bisa jadi sih..." balas Arkananta.


"Eh, kalau anaknya mbak Zee lahir, gimana kalau kita yang mengajari tentang hidup ini? Dari bayi sudah kita doktrin bahwa hidup itu harus fun, jangan terlalu serius karena jika kamu serius sekali, jadinya macam bang Lukie yang untuk tersenyum saja susah minta ampun. Apa ya kudu kita gelitik telapak kakinya biar bisa ketawa? Susah banget bikin bang Lukie tersenyum dikit saja kalau lihat kita. Padahal kita itu imut semua tapi kok kayak tampang kita bagaikan Squidward, Spongebob dan Patrick ya?" gumam Shinichi.


"Jadi maksud elu, bang Lukie itu Mr Krabb?" tanya Valentino.


"Kok lebih menjurus plankton menurut aku" jawab Shinichi cuek.


Arkananta dan Valentino saling berpandangan. "Shin, bang Lukie nggak sekecil plankton lho!"


"Iya tapi kan judesnya sama..." sahut Shinichi asal.


"Kalau aku sih menganggap kita itu Harry Potter, Ron Weasley dan Hermione Granger" ucap Arkananta.


"Lha bang Lukie?"


"Severus Snape" celetuk Valentino yang membuat Arkananta dan Shinichi terbahak.


"Cocok!"


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2