The Story of Three Brothers

The Story of Three Brothers
Jason Hutan Sandy


__ADS_3

Part ini bonus khusus Hutan Sandy ...


Seminggu usai resepsi Valentino Reeves dan Katya D'Angelo di Madrid, Freya membuktikan ucapannya ke Bima dengan menyeret suami Arimbi itu ke hutan Sandy di Staten Island New York Amerika Serikat. Rombongan berangkat dari Madrid diajak Freya dengan alasan menjenguk Ashley tapi itu hanya alibinya.


Dan kini Ibu si kembar Gemini dan Gemintang itu sudah berada di lokasi tempat Gandari disekap. Pondok yang tampak lebih cocok untuk tempat tinggal Freddy Krueger, kini dipakai Freya yang datang bersama dengan Bima.


"Ya Allah Freya... tega nian kamu sama aku... Apa salahku padamu" ucap Bima mendrama sambil meletakkan tas ranselnya yang berisikan barang-barang kemping termasuk kantong tidur.


"Jadi disini mbak Gandari disekap ya Bim?" tanya Freya sambil memeriksa lubang peluru bekas tembakan.


"Frey, dimana-mana musim dingin menjelang semi itu enakan di kota, bukan di gubuk reyot macam gubuk deritanya Hamdan ATT... " keluh Bima sambil mengusap-usap tengkuknya. Dirinya merasa merinding sejak tadi. Yang membuatnya jengkel, Bayu pun manut atas perintah Tantenya!


"Tapi kamu kan nggak cuma sendirian Bim. Tuuuuhh ada yang manyun juga tapi dia lebih excited melihat pemandangan" kekeh Freya sambil menunjukkan seorang pria yang asyik memeriksa pohon-pohon di sekeliling nya.


"Kalau dia kagak ikut, auto coret dari daftar warisan!" balas Bima kalem sambil menata kantong tidurnya. "Lha? Dia malah selfie-selfie?"


"Setidaknya dia have fun go mad Bim. Nggak macam kamu!" Freya pun keluar dari pondok sambil membawa kamera khususnya dan menghampiri pria itu.


"Nemu apa Ka?" tanya Freya ke keponakannya.


"Nemu titik satelit" cengir Arkananta. "Tuh sudah kelihatan di iPad." Arka menunjukkan live mereka di iPad dan reflek keduanya mendongak dan melambaikan tangannya ke langit.


"Ini pakai satelit mana?" tanya Freya.


"Punya Jang Corp lah. Kan baru saja diluncurkan jadi kita ngereyen ( mencoba barang baru ) lah!"


"Jadi semua lihat nih?" tanya Freya.


"Iyalah! Terutama generasi keenam yang bahagia aku kena kualat sama pak Bima karena diseret kemari." Arkananta menatap judes ke Bima yang keluar dari pondok.


"Ya iyalah! Enak saja kamu berduaan sama Ara bikin cucu, bapakmu disuruh nemenin Tante nyentrik kamu!" balas Bima.


"Katanya pak Bima minta cucu... Ini gimana mau bikin kalau diseret begini? Ya wassalam bikinnya pakai telepati..." sahut Arkananta cuek.


"Kamu udah unboxing Ka?" goda Freya.


"Ya udah dong Tante. Masa ada bini dianggurin?"


Tiba-tiba ketiganya terdiam mendengar sebuah suara di sekitar pohon Pinus itu. Bima langsung mendekat ke arah Arkananta.


"Ka... apaan itu?" bisik Bima sembari memegang jaket putranya.


"Nggak ada, palingan beruang..."


"Mana ada beruang disini..." ucap Freya.


"Itu ... apaan..." bisik Bima saat menunjuk ke arah pohon yang terdapat bayangan hitam.


Arkananta dan Freya menoleh ke arah pohon yang ditunjuk Bima. "Apaan itu Ka?" tanya Freya sambil melihat melalui kamera thermal itu.


"Kenapa Tante?"

__ADS_1


"Kok tidak terdeteksi? Lihat..." Arka dan Bima melihat monitor dan terlihat sempat merah seperti ada panas disana tapi setelahnya hilang.


"What?" Arkananta melihat ke arah sekeliling hutan tapi bayangan hitam tadi hilang. "Padahal masih siang ini..."


"Aku rasa, itu macam abrasi arwah" ucap Freya yang membuat Bima semakin menggigil ketakutan.


"Freyaaa... Jangan lah harafiah..." rengek Bima.


"Mau periksa nggak Ka?" tawar Freya.


"Nggak usah Tante. Paling juga nanti nongol" jawab Arka cuek.


"Apanya yang nongol ARKAAAA!"


***


Malam harinya dengan berbekal lampu baterei khusus camping, ketiganya berada di dalam pondok reyot itu. Bima berinsiatif mengunci pintu belakang yang dulu di dobrak Bayu menggunakan rantai dan gembok meskipun Arka dan Freya sudah memberitahu kalau bakalan percuma saking reyotnya.


Untuk makan malam, Freya sudah membawa kompor induksi portabel untuk memasak beef curry yang sudah beserta nasi hanya tinggal dipanaskan. Ketiganya pun membuat kopi dan teh seperti halnya camping. Tapi Arka masih menambah dua porsi ramen ditambah telur rebus yang sudah dibawa dari rumah.


"Ya ampun... Kamu makan segitu banyak, masih nambah ramen dan telur rebus?" komentar Bima.


"Hawa dingin bikin lapar. Pak Bima mau?" tawar Arka yang baru saja selesai membuat ramennya. "Tante Freya?"


"Maulah!" jawab Freya.


Ketiganya pun makan ronde kedua. "Frey, besok pulang jam berapa? Dijemput Bayu kan?"


"Belum tahu. Soalnya..." Ketiganya terdiam saat mendengar suara langkah mendekati pondok.


"Wolf?" bisik Arka.


"Yup. Serigala. Kok bisa nyasar kemari?" gumam Freya.


"Jangan-jangan itu werewolf..." bisik Bima membuat dua orang itu menoleh judes.


"Mana ada werewolf pak Bimaaaa" desis Arka gemas dengan ayahnya.


Serigala itu mulai mengendus aroma makanan yang keluar dari pondok.


"Ka, masih ada telur rebus nggak? Lempar saja biar dia pergi" ucap Freya. Arka mengambil telur rebus yang sudah dikupas lalu membuka pintu pondok. Serigala itu melihat Arka yang melempar telur membuat binatang itu mengejar bau telur. Segera Arka menutup kembali pintu pondok.


"Sudah. Kayaknya lapar bau makanan kita tadi."


"Yuk dihabiskan makannya biar tidak mengundang binatang lainnya" ajak Freya.


***


Menjelang tengah malam, Freya semakin penasaran dengan kondisi yang ada di hutan Sandy. Wanita yang sudah tidak muda lagi itu mulai memasang semua peralatan mencari hantunya membuat Bima bergidik bersembunyi di balik kantong tidur nya.


"Ini alat apa Tante?" tanya Arka sambil menunjuk benda mirip alat pemeriksa listrik.

__ADS_1



"EMF, Electromagnetic Field. Biasanya buat mencari kemungkinan fluktuasi elektromagnetik yang tidak bisa dijelaskan. Kayak sekarang, tidak ada aliran listrik tapi ..." Tiba-tiba alat yang dipegang Freya bergeser ke kanan. "Ponsel kalian dimana?"


"Ponselku di tas Tante. Punya papa juga kayaknya disimpan gara-gara susah sinyal."


Bima menatap alat berbentuk tabung yang katanya bernama DAS REM POD yang tujuannya berbunyi jika ada sesuatu yang tidak kasat mata lewat.



"Freeyyy..." panggil Bima ketakutan.


"Apa Bim..." Mata biru Freya terbelalak ketika melihat lampu - lampu di DAS REM POD mulai menyala bergantian.


"Apa maksudnya Tante?" tanya Arka.


"Ada yang datang. Boleh aku tanya, ini manusia atau binatang?" Freya mulai menggunakan Spirit Box paranormal yang bisa menjadi alat komunikasi.


Sebuah suara terdengar. Hello...


Freya, Bima dan Arka saling berpandangan.


"Namamu?" tanya Freya lagi.


Jason...


Muka Bima sudah memucat. "Arkaaaaaa..." rengek Bima dengan wajah ketakutan.


"Jason. Bagaimana kamu mati?"


Wolf...


"Kamu mati digigit serigala?"


Yes...


"Poor you. Apakah kamu ada banyak?"


Banyak.


Bima langsung membacakan semua ayat yang dia ingat sedangkan Arka menatap kagum kegiatan Tantenya.


"This is crazy, Tante." Arkananta tampak excited lalu menoleh ke arah Bima yang sibuk komat Kamit. "Pa, ayat kursi seperti nya nggak mempan disini."


"Haaaaahhh? Lha terus piyeee?" Wajah Bima sudah tampak ingin menangis.


***


Yuhuuuu Up Sore Yaaaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2