The Story of Three Brothers

The Story of Three Brothers
Bunga Keluarga Park


__ADS_3

Indramayu Jawa Barat


Arka meringis saat melihat kakinya yang merah-merah terkena gigitan makhluk tak berakhlak, masih sodaraan sama drakula bin gali Dul Somad tapi sodara jauh sama cacing dan gerakan nya macam uget-uget.


Kaki putihnya jadi ternoda dengan totol-totol dan entah berapa liter darahnya yang sudah dihisap. Mending kasih sumbang darah ke PMI, amal dapat, sehat dapat. Lha ini?


"Mas Arkaaaa. Ini Ara bawain kompres buat kakinya" teriak Arabella sambil membawakan handuk dalam baskom berisikan air dingin. Tadi saat mereka yang main ke sawah sudah siap dengan minyak kayu putih dan air garam. Hanya saja, lintah di Arka memang lebih banyak dari yang lain.


"Kamu sih!" sungut Arka kesal.


"Sudah diam! Ara obati! Mas Arka duduk di karpet deh sandaran tembok, biar Ara yang urus!"


Arkananta pun menurut perintah sepupunya yang cerewetnya minta ampun lalu membiarkan Ara mulai mengompres bekas-bekas luka gigitan lintah di kakinya.


"Mending aku sumbang darah ke PMI deh Ra, daripada makhluk disgusting slummy Bleh itu!"


"Ya udah, pulang dari sini mas Arka ke PMI sumbang darah daripada nggak ikhlas diambil sama si lintah" sahut Arabella kalem.


"Eh Tante Dhita bisa urusin soal sumbang darah nggak?"


"Dih mas Arka tuh gimana. Mama kan nggak urusan soal itu, tugasnya PMI mas!"


"Kirain."


"Eh mas Arka, kok aku nggak lihat bang Lukie?"


"Nggak tahu. Kan kita tadi berangkat pagi-pagi Ra. Katanya kamu pengen jalan-jalan lihat sawah pagi hari terus cari jajanan juga."


"Bang Lukie udah kabur ke Jepang."


Keduanya menoleh ke arah pintu dan tampak Valentino bersandar di pintu sembari bersedekap.


"Kok tahu?" tanya Arkananta.


"Dapat laporan dari bang Hide kalau ada masalah di Yakuza. Jadi harus pulang."


"Susah kalau jadi ketua Yakuza. Gak bisa santai sejenak" gumam Arabella.


"Shinichi kirim pesan ini." Valentino membuka ponselnya. "Sakura didatangi dua orang pria si morotin uno dan due."


"Dua pria Italia itu ketemu sama Sakura?" tanya Arabella. "Bukannya si Raffa sudah dihajar mas Luke?"


"Tahu sendiri kan pria Italia paling menyebalkan?" ucap Arkananta. "Lihat saja bagaimana si Dante mengejar - ngejar mbak Leia."


"Tapi yang namanya bang Dante cakep kok" celetuk Arabella yang membuat Arka dan Valentino melongo. "Lho menurut Ara cocok sama mbak Leia yang judes dingin tapi juga bisa panasan."


"Ara, Oom Luca tidak suka sama Dante Inferno." Arkananta mencoba memberikan penjelasan.


"Aku tahu mas Arka. Tapi aku yakin, bang Dante bakalan maju terus mengejar mbak Leia tidak perduli Oom Luca atau pun Tante Emi dan bang Luke menghajar dirinya."


"Apa menurutmu mbak Leia akan menerima si Inferno?" tanya Valentino.

__ADS_1


"Aku tidak tahu" jawab Arkananta.


***


Tokyo Jepang


Luke yang baru saja tiba di Narita langsung menuju rumah keluarga Park. Hideo dan Fayza menyambut keponakannya dengan asistennya, Hidetoshi Shinoda pun mengajak makan malam bersama.


"Bagaimana keadaannya Zee, Luke?" tanya Fayza yang tidak bisa datang karena ada meeting penting menggantikan Luca yang terbang ke Jakarta.


"Zee senang pada datang diacara nujuh bulannya tapi ya kelihatan dirinya merindukan Sean. Bagaimana pun hamil tanpa suami di sebelahnya, cukup berat Tante."


"Tante pernah mengalaminya" senyum Fayza sambil menatap Hideo. "Padahal Tante dan Oom cuma pisah dua bulanan tapi rasanya amburadul apalagi Zee yang dari awal kehamilan tanpa Sean."


"Beruntung Zee dikelilingi banyak orang yang sayang padanya, setidaknya tidak sendirian" sambung Hideo.


"Rencana mbak Zee mau lahiran dimana bang?" tanya Sakura.


"Jakarta lah. Oma Gendhis dan Oma Rani sudah mempersiapkan semuanya."


"Padahal masih dua bulan lagi... Berarti Desember ya perkiraan Zee lahirannya." Fayza menoleh ke arah putranya yang menatap mommynya penuh harap. "Iya Ichi, kamu boleh kesana menemani Zee asal nilai ujian semester kamu bagus!"


"Aaaahhhh mommynya Shin yang paling cantik sedunia, tahu saja apa yang ada di otak Shin" cengir Shinichi bahagia.


"Seriously? Kamu mau nemenin Zee?" tanya Luke.


"Sendra pasti sendirian. Kalau ada aku kan lebih enak."


***


Kamar Shinichi


Usai makan malam, Luke minta berbicara bertiga dengan Shinichi dan Sakura tentang insiden di toko pastry Omanya.


"Kok bisa tahu kamu di Shibuya?" tanya Luke ke Sakura. "Apa kamu posting sesuatu di akun sosial kamu?"


"Aku hanya menulis untuk datang ke toko pastry Oma sekalian promosi" jawab Sakura.


"Apa si morotin follow kamu?" tanya Shinichi.


"Nggak tahu. Kan akun Instagram aku open dan followers aku sudah 5k. Lagian juga isinya cuma hal-hal yang umum."


"Coba cek." Luke meminta adiknya membuka akun instagramnya dan mata biru tidak jelas Sakura terbelalak melihat dua orang bersaudara itu memfollownya.


"Mereka follower aku..."


"Block!" perintah Shinichi.


"Jangan, Shinchan. Biarkan saja. Kita lihat sampai sejauh mereka bertindak. Jika mereka macam-macam lagi dengan Sakura, akan kita habisi sendiri!" ucap Luke geram.


***

__ADS_1


Kediaman Keluarga Moretti di Ryogoku Tokyo


Alessandro masuk ke dalam kamarnya usai makan malam bersama keluarganya. Suasana di ruang makan tampak tidak nyaman setelah terjadi perang dingin antara dirinya dan Raffa.


Kedua orangtuanya tadi sempat bertanya kenapa kedua anaknya seperti musuhan tapi baik Raffa maupun Alessandro hanya bilang tidak terjadi apa-apa.


Dan kini di kamarnya, Alessandro melepaskan kaosnya dan menunjukkan tubuh kekarnya yang banyak terdapat tattoo disana.


Melihat tubuhnya yang terpahat sempurna hasil dari berolahraga dan gym rutin, Alessandro tertawa kecil ketika mengingat ucapan Sakura.


Heh muka rata! Aku juga tidak mau dipegang tapi abangmu itu lebay! Sudah! Seret kakakmu yang penuh dengan Corat coret pakai spidol pulang!


"Ya ampun nona Sakura Park, ini bukan dicorat coret pakai spidol" kekeh Alessandro.


Masih bertelan*jang dada, Alessandro membuka MacBook nya dan mencari akun Instagram Sakura Park. Ada banyak foto gadis itu disana dan mungkin sedikit dari anggota keluarga Pratomo yang tidak memprivatisasi akun sosial medianya.


Ada foto Sakura bersama anjing poodle nya, Sakura dan teman-temannya di sekolah, Sakura dan sahabatnya Yumiko, tapi tidak ada foto bersama keluarganya. Kalaupun ada, pasti wajah mereka di blur atau diberikan stiker.


"Kamu sangat menjaga siapa keluarga kamu ya?" senyum Alessandro.


Suara ponselnya berbunyi dan pria itu pun mengangkatnya.


"Hello?"


"Signor, satu jam yang lalu Signor Bianchi dan asistennya datang ke rumah Signora Park" lapor seseorang disana.


"Apa mereka sudah keluar?"


"Belum Signor."


Brengsek! Pasti Luke sudah mendengar aku dan Raffa bertemu dengan adiknya. Benar-benar over protective mereka, baik Shinichi dan Luke!


"Ditunggu saja. Kabari lebih lanjut."


"Sì Signor."


Alessandro mematikan panggilannya.


Benar-benar bunga keluarga Park dan Bianchi!



Bonus babang Alessandro


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2