The Story of Three Brothers

The Story of Three Brothers
Valentino dan Manolo Blahnik


__ADS_3

Prom Night SMA Elite Menteng


Valentino dan Katya tampak turun ke lantai dansan membuat Romeo dan Juliet melongo. Si kulkas bin batu plus lambe cabe bisa-bisanya mau dansa di acara prom night? Romeo dan Juliet saling berpandangan dengan wajah bingung.


“Kita dekati yuk Jules?” ajak Romeo ke Juliet. “Tadi sebelm berangkat si Valentino kamu bacain ayat kursi nggak sih?”


Juliet melongo. “Kamu kira abang gue jin? Hanya ada satu Jin yang aku tahu, dan itu Oom Jin asistennya Oom Hideo!”


“Lha habis kamu lihat sendiri kan kakak mu berani ngajak cewek dansa. Suatu kemajuan Jules!”


Juliet menatap ke arah kakaknya dan Katya D’Angelo yangh malah asyik ngobrol berdua. Iya sih!


***


“Kamu habis ini kuliah dimana?” tanya Valentino sambil mengimbangi gerakan dansa Katya. Gadis ini pandai berdansa, macam mbak Leia yang jago dansa macam-macam.


“Aku kembali ke Spanyol, Valentino. Tugas daddyku sudah selesai disini.”


“Sebenarnya tugas daddymu itu apa sih?”


“Kan daddyku kerja di kedutaan Spanyol, dan sekarang tugasnya sudah selesai, kami harus kembali ke Barcelona.”


“Apakah kamu akan kuliah disana?”


Katya tersenyum. “Belum tahu.”


“Bakalan sepi lah nggak ada kamu…” gumam Valentino tanpa sadar.


“Hah?”


“Eh, nggak papa” cengir Valentino.


“Ehem! Asyik amat kalian berdua?” goda Romeo yang sudah berdiri dekat dengan Valentino dan Katya.


“Apaan sih lu Rombeng?” desis Valentino kesal.


“Dih, dia sewot Jules!” kekeh Romeo ke Juliet yang juga memasang wajah usil ke kakaknya.


“Katya, hati-hati nanti kakimu kena injak sama kakakku!” goda Juliet.


“Nggak ah, Valentino pintar berdan… Akh! Aduh!”

__ADS_1


Valentino menatap Katya bingung. “Maaf, Katya. Aku nggak sengaja!”


Romeo dan Juliet tertawa terbahak-bahak sedangkan Katya meringis kakinya kena injak Valentino.


***


“Duh, agak memar ini Katya…” Valentino kini posisinya berlutut memeriksa kaki kanan Katya yang tidak sengaja diinjaknya, apalagi gadis itu mengenakan sepatu Manolo Blahnik dengan aksesoris di ujungnya. Ini mah ga cuma kaki yang lecet, sepatu mahalnya juga kena lecet!


“Sepatuku nggak usah diganti Valentino, nggak rusak parah kok” senyum Katya.


“Aku bawa ke dokter ya?” tawar Valentino.


“Ngapain bawa ke dokter?” ujar Romeo. “Ini aku bawa salep lecet soalnya Jules atau aku kadang suka lecet di pergelangan kaki.” Pria berkebangsaan Jepang itu memberikan sebuah salep ke Valentino.


“Sementara aku kasih ini dulu ya. Nanti habis acara, kita ke rumah sakit.” Valentino membuka tutup salepnya.


“Eh Valentino, aku kasih sendiri nggak papa” tolak Katya.


“Ih tanggung, jariku dah kena salep nih!” Valentino dengan telaten memberikan salep ke kaki Katya yang kena injak.


Romeo dan Juliet melongo tidak percaya melihat si kulkas bon cabe ( gimana itu kombinasinya aku pun tak tahu ), bisa melakukan hal itu ke seorang gadis. Padahal selama ini Valentino hanya dikenal hangat dengan adiknya saja, bahkan dengan Shayna saja karena sahabat Juliet tapi masih biasa saja.


“Jules, nanti pulang, kamu ruqyah si Valentino. Aku merasa dia kesambit setan prom night!” bisik Romeo membuat Juliet mengeplak bahu pacar tidak jelasnya.


Acara prom night pun diakhiri dengan pemilihan king and queen yang membuat surprise adalah sang King Romeo Akihiro dan Juliet Reeves sebagai Queen karena dianggap pasangan antik di SMA Elite Menteng. Keduanya pun berdiri diatas panggung dengan kikuk karena mengira Valentino yang akan menjadi king nya.


***


“Masih sakit?” tanya Valentino setelah acara selesai sambil menunggu Romeo dan Juliet selesai mengobrol dengan Shayna dan Bambang.


“Sudah nggak begitu. Terima kasih ya.”


“Kamu berbeda kalau tidak memakai kacamata. Dan benar kata Jules, mata kamu birunya bukan main.”



“Aku sengaja menutupi warna mataku dengan kacamata biar tidak banyak orang kepo dengan warna mataku” senyum Katya.


“Aku senang kamu hari ini nggak pakai kacamata.” Valentino menoleh ke arah Katya yang boleh dibilang wajahnya jauh dari kata mulus karena adanya spreckles di area hidungnya dan kulitnya sendiri khas keturunan Andalusia Spanyol yang tan sedikit eksotis.


“Apakah kamu sedang merayuku, Valentino?” goda Katya sambil tertawa.

__ADS_1


“Aku? Merayu? Yang benar saja Katya! Aku itu dijuluki kulkas dua belas pintu yang aku sendiri tidak tahu bentuknya seperti apa! Yang kebayang malah deretan cooler di mini market! Aku bukan tipe tukang merayu. Kamu bisa bertanya ke Jules atau Romeo, aku tipe tukang debat! Lawanku ya kamu tahu sendiri kan?”


“Ohya, kamu kalau merasa ada yang tidak pas, sampai besok kamu jabani!” gelak Katya mengingat salah seorang guru fisika salah rumus dan didebat oleh Valentino tapi guru itu tidak mau mengakui salah bahkan keduanya adu mulut di depan kelas sampai Romeo menengahi dan memberikan rumus yang benar termasuk diam-diam tanya ke Levi Reeves. “Dan aku tidak percaya Romeo sampai diam-diam mengirimkan pesan ke Opamu demi jawaban yang tepat!”


“Kalau salah, ya ngaku saja salah! Biarpun kamu guru, tetap saja kamu manusia yang bisa salah!”


Katya tertawa. Siapa juga yang mau melawan Levi Reeves penerima nobel fisika yang sekarang memutuskan pensiun di Jakarta. “Kamu nggak pengen masuk fakultas science macam Opa dan papa kamu?” Katya sudah mendengar siapa opa dan papa Valentino.


“Nope. Sudah cukup banyak otak fisika dan otak matematika di rumahku. Aku ingin ke IT yang lebih banyak misterinya karena teknologi kan semakin berkembang dan banyak yang harus diutak utik.” Valentino menoleh ke arah adiknya yang akhirnya berpamitan dengan sahabatnya dan suaminya.


“Apakah itu kekasihnya Shayna?” tanya Katya.


“Yup. Kekasih halalnya.”


Katya menoleh cepat ke Valentino. “Kekasih halalnya? Maksudnya mereka sudah menikah? Tapi apa boleh?”


“Selama kamu nggak hamil, aman-aman saja” jawab Valentino cuek.


“Tapi Shayna baru 16 tahun…”


“17 Katya. Shayna menikah memang diusia 16 tahun cuma sekarang sudah 17 tahun. Jules yang bilang. Makanya dia semangat mengikuti kelas akselerasi agar segera lulus tahun depan dan kuliah.”


“Dia mau kuliah dimana?” Jujur Katya tidak terlalu tahu soal Juliet, adik Valentino. Dia hanya tahu sahabat Juliet cuma Shayna.


“Katanya mau ambil di UI sama dengan aku dan Rombeng, tapi dia mengincar kedokteran. Kata Jules, Shayna sangat kuat di biologi dan kimia.”


“Kamu tahu banyak ya soal Shayna” kekeh Katya.


“Aku harus tahu lah siapa yang dekat dengan adikku.” Valentino menatap Katya serius. “Kapan kamu kembali ke Barcelona?”


“Minggu depan.”


***


Yuhuuuu Up Sore Yaaaa


Thank you for reading and support author


Dont forget tom like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2