
Rumah Sakit PRC Group Jakarta
Akhirnya yang ditunggu-tunggu keluar juga. Sehari setelah Zinnia diantar oleh trio kampret dan Gasendra, istri Sean Léopold itu melahirkan seorang bayi laki-laki yang diberi nama Arsyanendra.
Kehadiran bayi bule itu pun membuat semua Opa Oma buyut, Opa Oma, Oom dan Tante nya yang berada di Jakarta heboh dan excited. Bahkan Ayrton sendiri tampak senang melihat cucunya lahir ke dunia dan sedikit melupakan kekesalannya dengan Sean.
Dan malam ini giliran Shinichi dan Sakura yang menemani Zinnia dan Arsyanendra. Shinichi sendiri merasa gemas dengan keponakannya langsung mengajak ngobrol bayi berusia tiga hari itu. Menurut rencana, besok Zinnia dan Arsya akan pulang ke mansion Giandra atas permintaan Arum dan Baran sampai acara aqiqah usai tahun baru.
"Dengar ya Arsya. Kamu itu sebagai anak laki, harus jadi anak yang kuat, jangan cengeng. Cengeng itu dibutuhkan jika kamu tidak mendapatkan ASI, tidak boleh makan gelato atau tidak boleh makan mekdi. Ingat ajaran Oom Shin, semakin memelas wajah kamu, semakin akan dikabulkan." Shinichi menatap bayi bermata biru itu dengan serius. Arsyanendra sendiri hanya menatap bingung ke arah Oomnya yang imut itu.
"Shin, jangan kamu ajari aneh-aneh dong" kekeh Zinnia yang harusnya dua hari setelah melahirkan pulang ke mansion, tapi dirinya memutuskan untuk pulang di hari Kamis.
"Lho mbak Zee, pola didik Shin itu harus diterapkan sejak dini jadi Arsya besarnya ingat terus!" eyel Shinichi.
"Tapi ajarannya mas Shin salah semua" timpal Sakura.
"Duh kembang gula, ajaran mas Shin itu tidak mungkin salah. Masa iya mas Shin memblasukkan ( menyesatkan ) keponakan sendiri?"
"Tapi memang iya kok!" eyel Sakura.
"Dengar ya kembang kertas, yakin deh nanti Arsya jadi anak yang kuat dan pintar. Wong gurunya ini mahasiswa Todai jurusan fisika!" Shinichi menoleh ke arah Arsyanendra. "Sya, cepat gedhe dong, biar Oom Shin ada temannya cari planet Namec."
Zinnia melongo lalu menatap Sakura. "Masih tuh cari planet Namec?"
"Nggak usah didengarkan mbak Zee. Aku saja lelah menghadapi semua ini..." keluh Sakura.
***
Menjelang malam Shinichi akhirnya terlelap usai asyik mendongeng Arsyanendra yang kemudian dibawa ke kamar bayi. Sakura dan Zinnia malah sedang asyik bergosip apalagi kalau bukan tentang dua Moretti bersaudara.
"Kamu kan tidak memberikan harapan tho Sakura."
"Nggak lah mbak. Mereka saja yang halu!"
"Hati-hati lho. Apalagi mereka juga masih berhubungan dengan keluarga Bianchi dan Mancini. Mbak Zee bingung deh, mereka itu macam nggak ada cewek lain saja."
"Itulah! Makanya kan aku gemas! Mbok cari cewek lain yang sekiranya tergila-gila sama duo bahlul itu! Cukuplah keluarga kita berhubungan dengan Bianchi dan Mancini. Sudah terlalu banyak mafioso di keluarga kita dan aku tidak mau menambah lagi!"
Zinnia tersenyum. "Sabar ya. Nanti diparingi ( diberi ) jalan kok."
"Iya mbak." Keduanya menoleh ketika mendengar suara dengkuran. "Lha mas Shin ngorok?"
***
Enam Bulan Kemudian
Valentino pulang dari kampus dengan wajah bahagia sambil membawa hasil ujan semester genapnya yang semua straight A sebagai bukti agar mendapatkan ijin terbang ke Geneva bersama dengan Zinnia dan Gasendra.
Dan siang ini di hari Sabtu, sulung dari Hoshi Reeves memberikan transkip nilai miliknya di hadapan Hoshi dan Rina yang sedang menikmati acara nonton film berdua di ruang tengah.
"Apa ini V?" tanya Hoshi.
"Transkip nilai aku lah! Kan sesuai perjanjian aku boleh ke Geneva sama mbak Zee kalau nilai aku straight A semua. So, inilah nilai aku!" senyum Valentino ke arah kedua orangtuanya.
__ADS_1
Hoshi dan Rina tampak melihat transkip nilai Valentino yang memang A semua. Hoshi pun tersenyum smirk.
"Good job. Papa macan adalah orang yang pantang ingkar janji. Jadi kamu papa ijinkan terbang ke Geneva menemani Zee. Oh, kamu harus bertanggung jawab melindungi mbakyumu ya!"
"Lho memang Sendra nggak ikut?" tanya Valentino bingung kenapa dia yang harus bertanggungjawab ke Zinnia dan Arsyanendra.
"Gasendra ambil semester pendek agar cepat lulus dan kamu tidak perlu semester pendek kan? Jadi kamu lah yang akan menemani Zinnia dan Arsyanendra liburan ke Swiss." Rina menatap Valentino serius.
"Sanggup kan kamu?" Hoshi memicingkan matanya ke putra sulungnya.
"Insyaallah siap papa macan!"
"Good. Ini bukan tugas mudah lho V, karena papa tidak mau Sean sampai bertemu dengan Zee dan Arsya. Oke?"
"Oke pa."
***
Geneva Switzerland
Pesawat milik Giandra Otomotif Co mendarat di Bandara Internasional Zürich pada malam hari. Zinnia dan Valentino pun dijemput oleh pengawal kiriman dari Ayrton untuk membawanya ke apartemen lama Zinnia yang memang tidak dijualnya.
Arsyanendra tampak terlelap dengan nyenyak nya di gendongan Zinnia.
"Mbak Zee, maaf ya kita memang sampainya malam di Swiss biar tidak ketahuan bang Sean. Soalnya mbak Leia dan Bang Dante ketemu waktu honeymoon."
Zinnia melongo. "Leia dan Dante bertemu dengan Sean? Kok nggak cerita?"
"Soalnya mereka berdua kan juga tidak sengaja ketemunya. Jadi bang Dante itu ngajak mbak Leia main ski di lake Geneva dan memesan pondok disana. Ternyata itu punya nya bang Sean."
"Ya mbak Leia dan bang Dante nggak bilang apa-apa soal mbak Zee ke bang Sean."
Zinnia hanya mengangguk. Dirinya memang terpaksa tidak menghadiri pernikahan Leia - Dante, Blaze - Samuel dan Nadira - Pedro yang dilaksanakan dua Minggu sebelum dirinya ke Swiss ini.
"Mbak, semoga nggak bertemu dengan bang Sean ya. Bisa gegeran."
"Iya V. Semoga."
***
Apartemen Zinnia
Menjelang pagi mereka tiba di apartemen lama Zinnia dan Valentino membantu kakaknya menyiapkan tempat yang nyaman buat Arsyanendra. Valentino tersenyum melihat adanya kasur lipat disana karena apartemen Zinnia memang studio satu kamar tapi Ayrton sudah mempersiapkan semuanya hingga nyaman.
Valentino sendiri tidak masalah dirinya tidur di kasur lipat asalkan bisa bertemu dengan Katya D'Angelo. Menurut rencana, Valentino besok mengundang gadis itu ke apartemen kakaknya.
***
"Yang benar kamu di Geneva?" tanya Katya melalui panggilan telepon.
"Serius Kay. Aku di Geneva sekarang dan di apartemen kakakku."
"Berikan alamat nya, biar aku kesana."
__ADS_1
Valentino lalu mengirimkan alamat Zinnia ke Katya.
"Valentino!" hardik Katya D'Angelo.
"Apa Kay?"
"Kami nggak salah kasih alamatnya?"
"Memang kenapa?" tanya Valentino bingung.
"Ini satu gedung sama aku!"
"Haaaaahhh?" teriak Valentino membuat Zinnia yang baru keluar kamar bersama Arsya tampak bingung.
"Iya! Aku di lantai satu! Oh astagaaa!" gelak Katya D'Angelo merasa konyol.
"Ya sudah kemari saja!"
"Oke!" Katya D'Angelo mematikan ponselnya.
"Siapa V?" tanya Zinnia.
"Pacar aku" jawab Valentino kalem. "Boleh kan mbak, Kay main kemari?"
"Pacar?" Zinnia menyipitkan matanya ke adiknya. "Serius?"
"Serius lah!" Tak lama suara bel pintu apartemen Zinnia berbunyi dan wanita itu membuka pintunya. Tampak seorang gadis berambut cokelat dan bermata biru yang idnah berdiri disana.
"Maaf mbak Zinnia, Valentino ada?" tanya Katya sopan.
Zinnia hanya tersenyum misterius sembari melirik ke Valentino.
***
Katya D'Angelo
Valentino
Mommy Zee
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️