The Story of Three Brothers

The Story of Three Brothers
Mencari Tahu


__ADS_3

Perjalanan ke FBI Building Plaza Manhattan New York


"Kamu mau dinner dengan Nadya? Nadya Blair? Anaknya Travis Blair?" tanya David ke kursi belakang tempat Omar duduk di dalam mobil.


"Iya Mr Satrio, sebagai permintaan maaf karena tadi membuat Nadya harus datang ke gedung FBI padahal dia sedang sibuk-sibuknya" jawab Omar santai.


David dan Pedro saling berpandangan dan memiliki pemikiran yang sama.


Modus lu terlalu haqiqi!


"Ini kita ke Plaza ngapain?" tanya Omar kembali ke topik utama.


"Mencari pemimpin nya karena menurut kami dan Bima tadi, si pemimpin web mengajak orang lain yang di web itu melakukan hal yang sama dengannya" jawab David.


"Itu memang sudah terlintas di benakku permasalahannya, siapa?" ucap Omar.


"Makanya kita kesana mumpung masih fresh otak kita dan adanya Oom David bisa membantu kita amunisi baru."


***


Ruang Konferensi Gedung FBI


David melihat - lihat hasil penyelidikan Arka dan mulai mengira-ngira siapa calon pembunuh selanjutnya.


"Aku kok curiga dengan asisten jaksa perdata itu" gumam David.

__ADS_1


"Kami juga Oom tapi semua buktinya belum lengkap dan Marisol tidak mau mengeluarkan surat penggeledahan dan penangkapan" ucap Pedro.


"Oke. Kalian menyelidiki dengan cara lurus dan sesuai ranah hukum, aku dan Arka bersama Benji akan mencari tahu dari jalan haram. Kita harus menggali lebih dalam semua member web ini." David menghitung jumlah member disana. "Hanya ada dua puluh orang yang aktif. Kita saling bekerjasama saja dan biar Benji besok negoisasi dengan boss kalian."


"Consider it done ( anggap saja sudah oke )." Omar meyakinkan mereka semua.


***


Penthouse Abiyasa dan Gandari O'Grady, Kamar Arkananta


Arka dan Arabella tampak sibuk bersama dengan Valentino dan Katya serta Shinichi untuk membongkar para pengikut web itu.


"Ka, ada yang membenci wanita Indonesia" ucap Shinichi.


"Siapa?" tanya Arka yang masih membongkar data asisten jaksa perdata itu.


"Aku lebih curiga dengan yang membunuh wanita China itu" gumam Valentino. "Lihat, mukanya seram!" ucapnya sambil menunjukkan foto orang kulit hitam.


"Kamu rasis deh Val" kekeh Katya.


"Coba kamu cek. Kebanyakan pelaku kejahatan di Amerika Serikat adalah berkulit hitam Meskipun yang menjadi pembunuh berantai hampir jarang dibandingkan dengan kulit putih" jawab Valentino.


"Jadi kamu merasa pemimpinnya kulit putih?" tanya Shinichi.


"Yup! Aku yakin! Lihat, dari sembilan orang tersisa yang aktif dalam chat web ini, hanya ada satu yang kulit hitam, lainnya kulit putih." Valentino menunjukkan kepada sepupunya.

__ADS_1


"Aku sedang menggali si asisten jaksa perdata dan ternyata wanita India yang menjadi korban pertama, wajahnya mirip dengan mantan istrinya" ucap Arka.


"Substitute. Dia tidak bisa membunuh istrinya karena pasti akan mengarah semuanya ke dia" sahut Katya.


"Jadi, kita sepakat nih mencurigai si asisten jaksa perdata itu? Namanya siapa mas?" tanya Arabella.


"Michael Shawn."


***


"Michael Shawn?" tanya Marisol saat Pedro menelponnya jika dibutuhkan, FBI memerlukan surat penggeledahan dan penangkapan. "Apa yang dia lakukan?"


"Well, masih kami selidiki dan cari bukti-bukti nya."


"Dengar Pascal, jika kalian belum mendapatkan sesuatu, jangan libatkan aku dulu, Okay?"


"Okay Braga."


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Aku lanjut besok soalnya aku sudah ngantuk


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2