
Kediaman Abiyasa dan Gandari O'Grady Manhattan New York
Entah sudah berapa cangkir kopi habis oleh Arkananta, Valentino dan Shinichi untuk mendapatkan data Michael Shawn. Kedua gadis mereka malah sudah terlelap di atas meja. Berbeda dengan Shinichi yang terpaksa meminta bantuan Kedasih yang baru selesai kuliah dan menunda penelitian. Perbedaan waktu New York dan Tokyo adalah 14 jam duluan kota Shinichi.
"Ya ampun Ka... Orang ini licin banget! Masa tidak ada satu pun aib? Wong kita banyak!" gerutu Shinichi.
"Aib lu yang banyak!" balas Arka sambil mengelus kepala Arabella yang tidur di sebelah mejanya. New York sekarang jam tiga subuh dan Tokyo jam lima sore.
"Mas Shin..." panggil Kedasih yang membuat kedua sepupunya melongo.
"Ya ampun Dasih, suaramu merdu juga" komentar Arka membuat wajah gadis itu memerah.
"Kata mas Shin, setidaknya nggak seperti Lina Lamont..." ucapnya malu-malu membuat Arka dan Valentino tertawa.
"Kamu Nemu apa Burung kutilang?" tanya Shin.
"Michael Shawn bukan Michael Shawn" jawab Kedasih.
"Hah? Maksudnya gimana?" tanya Arka bingung.
"Ini, aku coba untuk melihat perkembangan karier Michael Shawn di dunia hukum. Sejak dua tahun lalu, ada perubahan signifikan dengan sifatnya..." Kedasih mengirimkan perbandingan cara Michael Shawn menghadapi wartawan tiga tahun lalu dengan dua tahun lalu. "Lihat, cara dia memainkan tangannya. Berbeda."
"Dia tidak ambidextrous macam V dan mbak Leia kan?" tanya Arka.
"Menurut bio datanya dia right hand." Shinichi membaca data Michael Shaw.
"Tapi kenapa dominan kiri? Lihat dia memegang pulpen yang biasanya kanan, setahun kemudian kiri tapi setelahnya dia memindahkan ke kanan" celetuk Valentino.
"Michael Shawn asli right handed, Michael Shawn dua tahun kemudian ambidextrous. Tapi wajah sama, Dasih" ucap Arka.
"Tunggu sebentar Dasih... Jika dia bukan Michael Shawn asli, terus yang asli kemana?" celetuk Arka. "Dia cerai kapan?"
"Data dari Nadya sih, tiga tahun lalu..." jawab Shinichi sambil membaca berkas yang dikirim Nadya.
"Kenapa dia butuh waktu dua tahun untuk memulai pembunuhan?! Web nya itu mulai kapan dibuat?" tanya Kedasih yang jadi ikutan jadi detektif bersama Shinichi bukan Kudo.
"Dibuat setahun lalu" jawab Shinichi.
"Guys, apa Michael Shawn yang asli sudah mati terus digantikan oleh si unsub terus butuh waktu untuk bisa menyiapkan segalanya lalu baru mulai melakukan pembunuhan hingga meminta para pengikutnya juga melakukan yang sama?"ucap Valentino.
"Pasti ada pemicunya V. Tidak mungkin seorang sosiopat melakukan sesuatu tanpa ada trigger..." ujar Shinichi
"Tunggu. Masa para rekan kerja di kantor kejaksaan tidak ada yang menyadari perbedaan sikap dan gaya si Shawn ini? Aku saja yang sebenarnya jarang berinteraksi dengan rekan-rekan mas Shin di laboratorium, bisa melihat adanya perubahan sikap kalau ketemu disaat mereka sedang ada masalah" ucap Kedasih.
__ADS_1
"Karena Michael Shawn dikenal pribadi yang tertutup dan jarang berinteraksi dengan banyak orang... Hampir anti sosial gitu. Hanya saja, kinerjanya bagus untuk urusan hukum perdata" jawab Arka.
"Aku pusing... Kalian tidur dulu deh! Lihat tuh Ara dan Kay-kay sudah pada tidur. Besok eh nanti, kalian bisa berunding dengan Bang Pedro dan Oom Benji...Huwaaaahhhmmm" Shinichi menguap lebar dan matanya tampak sayu karena lelah mencari tahu tentang kasus ini.
"Kamu bener, Shin... Huwaaaahhhmmm." Arka pun ikut menguap. "Kenapa sih menguap menular cepat sekali?"
"Menurut penelitian di Universitas Baylor, karena adanya Pengaruh Neuron Cermin Ketika Menguap. Saat seseorang menguap maka terjadi cerminan sosial yang dipicu oleh neuron cermin yang ada pada otak manusia. Sel-sel dari neuron cermin membantu otak memperhatikan perilaku yang berguna pada orang lain dan kemudian menirunya. Selain itu penelitian lain mengatakan bahwa ada rasa empati, upaya meniru dan cara berinteraksi dengan orang lain" jawab Kedasih panjang lebar membuat ketiga pria itu melongo.
"Dasih, ini kalimat terpanjang kamu setelah bisa berbicara lho..." celetuk Valentino.
Kedasih melongo. "Eh? Iya kah? Benar ya mas Shin?" tanya gadis itu ke Shinichi yang menatapnya horor. "Ada apa mas Shin?"
"Kamu... Wikipedia berjalan atau Mbah google?" komentar Shinici polos.
Kedasih melotot lalu memukul bahu Shinichi. "Mas Shin menyebalkan!"
***
Siang Harinya...
Pedro dan Omar Zidane menatap Arka dan Arabella yang masih muka bantal dengan tatapan tidak percaya.
"Michael Shawn bukan Michael Shawn?!" seru Pedro.
"Tidak jadi karena Michael Shawn pergi ke Staten Island untuk menemui klien" jawab Pedro.
"Di hari Sabtu ini?" seru Arabella.
"Bukannya kantor kejaksaan tutup hari Sabtu?" celetuk Arka.
"Dia tipe pegawai workaholic" jawab Omar.
"Mas Bayu workaholic juga Ara, kadang Sabtu juga masih kerja" komentar Arka.
"Lalu ketiga unsub yang lain?" tanya Bima.
"Menghilang" jawab Omar Zidane. "Di hari yang sama, kemarin saat pelaku ditembak oleh Pedro."
"What?" seru semua orang.
"Pasti sudah pada tewas..." gumam Arabella.
"Papa setuju sama kamu Ara. Tidak mungkin mereka menghilang..." suara David terhenti saat ponsel Pedro dan Omar berbunyi bersamaan. Kedua agen FBI itu memang sengaja datang di hari Sabtu ke rumah untuk membahas perkembangan penyelidikan trio kampret.
__ADS_1
"Halo?" Pedro dan Omar saling berpandangan. "You've got be kidding me!"
"Ada apa?" tanya Bima.
"Tiga usub ditemukan tewas di sungai Hudson dengan keadaan terikat menjadi satu."
Keempat orang di sana terkejut.
***
Abiyasa dan Gandari O'Grady sedang berada di sebuah acara di Staten Island bersama dengan para kolega bisnisnya. Sebenarnya keduanya malas mendatangi acara basa basi seperti ini tapi mengingat mereka juga akan mampir menemui Kaia dan Rhett di mansion Blair yang berada di Staten Island, akhirnya mereka berangkat juga.
"Mas, kita pulang saja yuk. Eh maksudnya ke mommy dan Daddy. Kita nginap saja disana, sudah lama kan nggak nginap. Lagian rumah juga banyak orang jadi biarkan mereka mencoba memecahkan kasus" bisik Gandari.
"Iya sayang, mas juga sudah bosan. Lagipula biarkan yang lain urus kasus kemarin. Terlalu banyak kita ikut campur juga tidak bagus. Apalagi sudah ada Bima dan David yang berhubungan langsung dengan Arka dan Arabella." Abi pun menggandeng Gandari untuk berpamitan dengan tuan rumah. Setelahnya pasangan suami istri itu pergi meninggalkan tempat pesta.
Abi dan Gandari tidak menyadari bahwa ada mobil yang mengikuti mereka apalagi Abi memilih pergi berdua dengan Gandari. Mobil Bentley milik Abi berbelok menuju sebuah bakery langganan Kaia untuk membeli tiramisu favorit Oma bar-bar itu.
Mobil yang mengikuti Abi dan Gandari pun parkir di sebelah mobil Bentley itu. Tak lama keduanya pun keluar dari toko roti itu. Abi memasukkan roti di bagasi karena mobil mereka hanya ada dua kursi.
Ketika Abi usai memasukkan roti itu di bagasi, betapa terkejutnya melihat Gandari sudah ditodong pisau di lehernya oleh seorang pria.
"Jangan mendekat, atau leher istrimu aku potong!" ancam pria itu dengan satu tangan lainnya menodongkan pistol ke Abiyasa.
"Look dude, apa maumu?" Abiyasa menatap wajah istrinya yang sudah menangis ketakutan. "Ambil saja mobil dan uangku. Ada hampir $400,000."
Pria itu tertawa. "Aku tidak butuh hartamu! Aku butuh agar FBI dan NYPD menghentikan penyelidikan tentang aku! Aku tahu Kapten Bradford adalah iparmu jadi nyawa istrimu ditukar dengan kebebasan ku!"
"Brengsek!" Abi maju pelan - pelan mendekati pria itu.
"Aa.. AA..AAA... Jangab mendekat!" bentak pria itu. "Baiklah! Jika kamu memaksa!"
DOR!
"Mas Aaabbiiiiii!"
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️