The Story of Three Brothers

The Story of Three Brothers
Jason v Freddy


__ADS_3

Rombongan polisi dan ambulance sudah siap di depan arah masuk hutan Sandy. Karena kondisi hutan yang hanya bisa satu mobil jadi tadi hanya satu ambulans yang masuk untuk membawa Michael Shawn yang ditembak Bayu.


Gandari menolak untuk diobati karena merasa tidak apa-apa dan sekarang yang menjadi fokusnya adalah suaminya di rumah sakit.


"Daddy tidak apa-apa, Bay?" tanya Gandari yang berjalan dalam rangkulan Bayu menuju mobil polisi yang ada jalan raya masuk hutan.


"Kena bahunya kata Opa. Ini sudah keluar dari kamar operasi dan bisa sembuh total. Memang kena arteri tapi tidak kena ke paru - paru ataupun jantung. Paling Daddy ngomel-ngomel harus istirahat" kekeh Bayu. Hatinya sangat lega karena Gandari tidak diapa-apakan oleh si Michael.


"Memang wayahe Daddymu harus istirahat karena pekerjaannya padat beberapa bulan ini..." Gandari menatap sekelilingnya. "Harusnya bawa Freya kemari..."


Bayu terbahak. "Itu pula yang aku bilang tapi ketiga Oomku langsung judes menatap aku!"


"Ini sih area kesukaan Freya" senyum Gandari. Hilang sudah rasa takut, cemas dan khawatir berlebihan setelah tahu Abiyasa selamat dan baik-baik saja.


"Mom, jangan dikompori ya tuh si Tante Ghostbuster satu itu. Bisa diamuk kita sama Opa Ashley" kekeh Bayu.


"Mom nggak janji deh Bay" kerling Gandari usil. "Bay, mom bersyukur kamu tidak mencincang orang itu karena mom tidak mau kamu dipenjara..."


"Aku memang sempat tercetus ingin mencincang dia dan bawa potongan tubuhnya ke penangkaran buaya atau hiu daripada ke Empangnya Luke... tapi melihat mommy selamat, membuat aku membatalkan keinginan itu."


"Bay, apa kamu sadar kalau kamu itu lebih horor dari Freya?" Gandari menatap putranya yang memiliki tubuh besar seperti Daddy dan Opa Duncan nya.


Bayu tertawa lalu mencium kepala Gandari. "I love you mom..."


"Love you too... Itu kumis dicukur! Mommy risih lihatnya!" sungut Gandari sebab dia tidak suka pria berkumis dan Abi adalah pria yang selalu klimis penampilannya.


"Iyaaa ... iyaaa... Jeez mommy nih!"


***


Nadya bergabung dengan kedua Oomnya yang sedang mengunci dua senjatanya untuk dimasukan ke dalam holster di pinggang mereka.


"Kita kembali ke Manhattan, Oom?" tanya Nadya ke David dan Bima.


"Iya. Tadi kata Chris, Bayu pasti akan tinggal di Staten Island, kita kembali ke Manhattan. Pakai helikopter yang kamu pakai tadi saja" jawab David. "Setidaknya kasusnya selesai deh ... Sayang banget aku batal jadi cewek lagi..."


Bima menggamit lengan Nadya. "Oom kamu itu rada-rada deh!" bisik Bima ke Nadya yang sudah cekikikan. "Kayaknya kesambet demit hutan ...Hiiii... serem..."


"Oom, di belakang Oom ada siapa?" goda Nadya.


"Nad! Kamu jangan macam-macam deh!" desis Bima yang merasa sejak masuk hutan ini sudah merindang merinding.


"Serius Oom..."


"Nadya...." rengek Bima ogah menengok ke belakang. Semua bayangan hantu di film-film thriller horor terlintas di otaknya.


"Mr. Baskara" panggil Omar sambil menepuk bahu Bima membuat ayah Arkananta itu menjerit kencang.


"AAAAAAHHHH! FREDDY KRUEGER!" jerit Bima sambil berlari dan bersembunyi di belakang Nadya.

__ADS_1


"What?!" Omar menatap bingung ke Nadya yang menjadi tameng Bima.


"Biasa, efek hutan horor" kekeh Nadya. "Oom, bukan Freddy Krueger tapi Jason Voorhees ( tokoh horor di film Halloween )" goda Nadya ke Bima.


"Sama saja tuh!" Bima menatap David dan Chris yang terbengong-bengong melihat dirinya macam Haris Lexington. "Jangan bilang ke Muka Cewek! JANGAN! Kalau sampai si muka cewek itu tahu, berarti salah satu dari kalian! Termasuk kamu Nadya!"


Nadya tertawa terbahak-bahak.


***


Richmond University Hospital Staten Island


Bayu dan Gandari sudah tiba di rumah sakit tempat Abiyasa dirawat. Keduanya diantar oleh seorang polisi yang berjaga disana menuju kamar VIP dan di depan pintu sudah ada seorang polisi lagi berjaga.


"Terimakasih officer" senyum Gandari ke polisi yang mengantar mereka.


"Sama-sama ma'am." Officer itu pun mempersilahkan Gandari dan Bayu masuk.


Di dalam ruang rawat itu tampak Rhett dan Kaia yang duduk di sebelah tempat tidur Abi yang bersandar. Kaia langsung bangun dan memeluk menantu dan cucunya. Wajah Oma badass yang masih cantik di usia lanjutnya itu tampak lega luar biasa melihat anggota keluarganya selamat.


Rhett memeluk Bayu yang membalas pelukan Opa Irlandia nya. "Alhamdulillah kalian semua selamat" ucap Rhett.


"Mana Nadya dan Oom-oom kamu?" tanya Kaia.


"Masih di hutan Oma. Paling mereka akan kembali ke Manhattan setelahnya" jawab Bayu.


Gandari langsung memeluk Abi di sisi yang tidak terluka dan mencium bibir suaminya dalam.


"Hanya luka kecil" kekeh Abi. "Kamu baik-baik saja kan? Dia tidak menyakiti kamu?"


Gandari tersenyum sambil mengusap air matanya. "I'm fine, mas."


"Syukurlah" ucap Abi sambil memeluk Gandari yang bersandar di tubuh kekar suaminya.


***


Perusahaan IT ( Akandra ) Smith Corp


Arkananta, Arabella dan Radeva yang datang menghembuskan nafas lega mendengar dari Chris Bradford bahwa Gandari selamat dan Bayu tidak mencincang si Michael.


"Alhamdulillah..." ucap ketiganya.


"Mereka akan kembali ke Manhattan?" tanya Valentino via video call.


"Kabarnya sih begitu. Papa dan Oom Bima barengan sama Nadya kembali kemari tapi Mas Bayu tetap tinggal di Staten Island" jawab Arabella.


"Yang penting Oom Abi dan Tante Gandari selamat semuanya" ucap Radeva."Dan tidak ada acara cincang mencincang!"


***

__ADS_1


Tokyo Jepang Beberapa Jam kemudian...


Shinichi menatap Kedasih yang sedang asyik dengan layar MacBook nya dengan wajah datar. Merasa ada yang memperhatikan, Kedasih pun menoleh.


"Ada apa mas Shin? Bagaimana Tante mas Shin?" tanya Kedasih.


Shinichi sendiri tanpa basa basi langsung memeluk Kedasih dan terdengar nadanya bergetar. "Mereka selamat, Dash-dash... Mereka selamat."


Kedasih yang sebelumnya kaku dan bingung harus bagaimana akhirnya membalas pelukan Shinichi. "Alhamdulillah..."


"Alhamdulillah..." Shinichi melerai pelukannya. "Huwaaaaa... aku jadi cengeng!" isaknya mendramatisir membuat Kedasih melongo.


Perasaan tadi cool kok tetiba jadi bayi lagi?


***


Kedasih sampai harus membelikan burger McDonald's karena Shinichi maunya diam kalau ada makanan ditambah dia lupa membawa dompet menjadi lengkap pendramaan pria imut itu membuat Kedasih pening tujuh keliling.


"Kamu tahu, burung bulbul, lokasi yang dipakai si penjahat itu ternyata di tengah hutan Pinus yang lebat. Kata Nadya, pantas kalau dijadikan lokasi syuting film horor" ucap Shinichi sambil memakan burgernya. Keduanya sedang menikmati makan siang sambil membelakangi pintu ruang laboratorium pria itu.


"Film ... horor? Film.... apa mas ..." cicit Kedasih. Kelemahannya adalah semua film horor.


"Macam cabin in the woods, Halloween, Friday the 13th..." Shinichi memperlihatkan berbagai adegan film horor klasik. Tanpa sadar tangan Kedasih memegang lengan baju Shinichi.


"Aku nggak mau lihat mas...."


"Kamu takut ya?" tanya Shinichi.


Kedasih mengangguk.


"Sama!" jawab Shinichi membuat Kedasih mendelik.


"Kalau takut... kok dipamerin..." rengek gadis itu.


"Habisnya..." Tiba-tiba suasana ruang laboratorium menjadi dingin dan keduanya saling berpandangan. "Kamu merasa nggak.... AC nya kok tambah dingin..."


Kedasih mengangguk.


Tok! Tok! Tok!


"AAAAAAHHHH!" jerit keduanya bersamaan.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2