
Kediaman Keluarga David Satrio
David dan Anandhita menatap putri semata wayangnya dengan tatapan khawatir. Tidak banyak yang tahu kalau dibalik wajah imutnya, Arabella memiliki mulut yang judes. Selama ini Anandhita selalu mewanti-wanti agar putrinya mengontrol emosinya meskipun tahu di kalangan keluarga besar bermulut judes itu biasa, tapi tidak diluar keluarga.
“Kamu tadi nggak keluar kan mulut cabenya ala Valentino dan Arka?” tanya Anandhita.
“Keluar sedikit mama. Habis dia bawa-bawa bapaknya jadi aku balas saja lah dan ternyata bapaknya pakai jasa pengawalan papa. Kan sontoloyo! Cuma anaknya direktur bank BUMN saja gaya. Jabatan seperti itu suatu saat bisa dicopot, berbeda dengan perusahaan keluarga yang kita punya. Dia mau sombong, salah orang!” omel Arabella.
“Rudy Shihab itu memang klien njelehi” kekeh David. “Maunya bodyguard kok cewek dan tentu saja Papa tolak karena tahu lah ada udang dibalik tahu gimbal… Papa kasih saja bodyguard cowok karena policy nya adalah klien cowok ya dapat bodyguard cowok. Eh ngomong-ngomong aku kangen tahu gimbal Semarang. Besok kesana yuk!”
Anandhita dan Arabella melongo. “Yang benar saja mas! Aku tuh besok ada pasien!” protes Anandhita yang suka gemas dengan ulah suaminya yang ajaib.
“Ya siangnya. Masa Sabtu di rumah sakit? Fix besok kita ke Semarang!”
Arabella hanya menggelengkan kepalanya.
***
Kamar Arkananta
“Besok enaknya ngapain ya V?” tanya Arka sambil bermain game online bersama Valentino, Shinichi, Bayu O’Grady dan Radyta Yung.
“Ke Indramayu yuk! Kan Senin ada libur nasional. Tengok mbak Zee” ajak Shinichi.
“Eh kungkang, ini jam berapa? Kamu mau ke Jakarta jam berapa?” ejek Bayu.
“Tokyo jam sebelas malam mas Angin ribut. Besok subuh appa, mommy, aku dan Sakura mau ke Jakarta jadi bisa kan nebeng” sahut Shinichi.
“Terus?” tanya Valentino sambil konsentrasi main.
“Ya ikut kalian lah ke Indramayu. Lagian Gasendra kan juga libur, pasti ada di rumah. Aaaaahhhhh aku kena tembak! Reseh siapa ini yang berani nembak anak imut yang paling baik seplanet Namec?” teriak Shinichi kesal.
“Lho itu kamu Shin?” goda Radyta putra Falisha Hassan dan Aji Yung.
“Yaelah, bang Radyta nyebeliiiinnn!” teriak Shinichi.
“Eh kata papa macan, bang Sean cari mbak Zee sampai New York ya?” tanya Valentino ke Bayu, mengacuhkan keributan dua sepupunya yang lain.
“Iya, ke tante Alea. Bang Sean nggak berani ke bokap, bisa dihajar nanti” jawab Bayu.
“Ini kita berlima kuliah nggak ada yang sama ya jurusannya. Aku di arsitektur, mas Bayu di fisika, Val di IT, bang Radyt di bisnis…Eh si Shinchan di fisika juga ding. Mas Bay, Bang Radyt, skripsi kalian sudah kelar?” tanya Arkananta.
__ADS_1
“Aku malah sudah punya hak paten” cengir Bayu jumawa. “Sama tante Moon malah sudah dibeli dan lumayan lho tabungan aku yang dari bagi hasil keluarga utuh, aku punya uang sendiri.”
“Jadi kamu bikin microbot?” tanya Radyta.
“Jadilah. Ini sama tante Moon sudah dikembangkan jadi senjata yang tidak bakalan bisa ditrace jejaknya kalau sudah meledak.”
“Mengerikan!” celetuk Shinichi. “Eh tapi aku juga ding, masuk Todai demi membuat roket. Tenang mas Bay, beda penelitian meskipun kita sama-sama anak The Big Bang Theory.”
“Aku sudah sidang malahan, Ka” sahut Radyta. “ Bulan November besok wisuda.”
“Mbak Gemini juga sudah selesai kan skripsinya? Wisuda bareng bang?” tanya Valentino.
“Iya yang belum malah Gemintang. Kan dia ambil kedokteran hewan jadi lebih lama dari kita semua. Oh, Val, Juliet akhirnya nanti pakai apartemen Gemini daripada beli lagi.”
“Iya, Juliet cerita. Tapi sementara kan sewa bulanan sampai mbak Gem kembali ke Jakarta.”
“Romeo nggak papa tuh ditinggal Juliet ke Singapura?” tanya Bayu.
“Mau gimana mas. Maunya Juliet begitu. Masih untung cuma ke Singapura, daripada ke London barengan Eagle?” balas Valentino.
“Mbak Zee sudah hamil berapa bulan ya? Kalau mau wayahe lahiran, mending kita-kita ke Indramayu nemani Gasendra soalnya kan pasti lahiran di Jakarta sesuai instruksi Oma Gendhis dan Oma Rani” ucap Shinichi.
“Kayaknya mbak Zee bakalan lahiran besok Desember deh…” gumam Arka.
Keempat sepupu Arkananta selain Valentino berada di negara lain. Bayu di New York, Radyta di Singapura dan Shinichi di Tokyo.
***
Kediaman Keluarga Reeves
Pagi ini rumah keluarga Reeves kedatangan rombongan dari Tokyo dan Shinichi langsung heboh bertemu dengan opanya, Levi yang sama-sama anak fisika meskipun beda kampus. Anak imut itu tampak asyik berdiskusi dengan opanya yang juga penerima nobel.
“Kalian trio kampret mau ke Indramayu?” tanya Hoshi ke Valentino. Semenjak Juliet kuliah di Singapura, otomatis hanya Valentino yang di rumah.
“Iya, si kungkang kangen mbakyunya yang selalu membela dirinya tanpa tapi” sindir Valentino.
“Yeeee, namanya itu mbak Zee tahu kalau adiknya satu ini sebenarnya anak baik yang berbakti sama appa dan mommynya” balas Shinichi judes.
“Kalian dalam rangka apa kemari, Fay?” tanya Rina mengacuhkan dua pria imut yang berseteru.
“Hideo hendak bertemu dengan mas Bima ada urusan bisnis terus Sakura katanya kangen bubur ayam dekat mansion Giandra” senyum Fayza.
__ADS_1
“Owalaahhh… memang di Tokyo nggak ada bubur ayam ya Sakura” goda Yanti yang sedang dipeluk manja oleh Sakura.
“Nggak ada Oma. Makanya pas appa bilang mau ke Jakarta, ya berangkat lah!”
“Eh apa benar, bang Lukie menghajar si Raffa Moretti?” tanya Valentino.
“Moretti? Ada keluarga Italia lagi di Tokyo?” tanya Hoshi.
“Ada Oom Hoshi, baru pindah tahun lalu terus membuka restoran Italia di daerah Ginza. Anaknya yang namanya Raffa itu kakak kelas aku di SMA terus kalah kendo sama aku, malah marah. Nantang lagi, kalah lagi. Aku bilang kalau beraninya sama cewek, banci dia. Eh malah nantang bang Lukie, dijabani lah.”
“Kok nggak minta mas Shin yang maju?” Shinichi menatap bingung ke adiknya.
“Soalnya kamu kalau berantem sama tanding kendo cerewet!” seru Valentino dan Sakura bersamaan membuat si imut itu manyun.
“Lagian ya mas Shin, si Raffa mintanya ketemu sama bang Lukie, bukann sama kamu” sambung Sakura.
“Endingnya?” tanya Levi.
“Kalah deh si Raffa!” gelak Sakura.
“Luke dilawan” gumam Hoshi.
“Sakura, apakah Moretti ada masalah dengan Bianchi?” tanya Hideo.
“Nggak ada Appa. Malah habis itu bang Lukie ngopi bareng sama Alessandro Moretti.”
“Lha ada lagi Morettinya?” celetuk Valentino.
“Ada mas V. Rupanya Raffa itu punya kakak lebih tua empat tahun namanya Alessandro dan sudah kuliah di Jerman.”
“Hideo, hati-hati, anak gadismu berhubungan dengan mafia Italia dan aku sarankan, kamu tanya pada Marco dan Mario siapa itu keluarga Moretti” ucap Levi sambil menatap Hideo dan Fayza.
“Aku akan bertanya pada Oom Marco dan Oom Mario plus minta tolong Jin mencari tahu.” Hideo menatap anak gadisnya. Entah kenapa perasaannya mengatakan kedepannya Sakura akan sering berurusan dengan pria Italia itu.
***
Yuhuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don’t forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️😊❤️