The Story of Three Brothers

The Story of Three Brothers
Pernikahan Valentino dan Katya


__ADS_3

Kediaman Keluarga Reeves Jakarta Indonesia


Pagi ini akan diadakan acara pernikahan antara Valentino Reeves dan Katya D'Angelo di kediaman pengantin pria karena mereka ingin acara yang private. Hanya mengundang sedikit tamu diluar keluarga besar, membuat rumah besar milik keluarga Reeves itu mampu menampung para tamu undangan.


Berbeda dengan Arkananta dan Arabella, Valentino dan Katya memilih pesta pernikahan modern, santai dan tidak ada pakem Jawa. Valentino tidak mau memakai beskap karena mengingat Arka sempat pingsan gara-gara terlalu ketat sampai Shinichi bilang kena sawan yang langsung dibantah Anarghya.


Dan kini Valentino sudah siap dengan dandanan santainya berjalan menuju meja ijab sambil menunggu Katya keluar dari kamar. Acara ijab akan diadakan di halaman belakang kediaman keluarga Reeves.



Valentino Reeves


Katya yang menunggu di kamar Juliet, mengintip dari jendela kamar adik iparnya mengenakan gaun klasik putih. Valentino dan Katya sepakat mengenakan outfit macam tahun 50an.



Katya D'Angelo


Gadis itu mengenakan gaun milik sang ibu saat menikah dulu yang sudah direstorasi plus topi lebar, benar-benar mirip outfit pernikahan jaman dulu.


"Mbak Kay emang cocok dandanan begini... " senyum Juliet yang baru saja melahirkan putra pertamanya, Aizen Reeves Akihiro. "Cantik. Lagian ide siapa sih bikin tema jadul begini?"


"Valentino dan mommy. Nggak tahu dua Minggu lalu kok Vale bilang sama mommy aku kayaknya seru kalau outfitny jadul dan mommy menunjukkan baju pengantinnya dulu ...Lha langsung klop tuh berdua."


"Mommyku tidak protes?" tanya Juliet sambil menggendong Aizen.


"Mama malah ikutan senang tuh. Kan rada antik juga..." senyum wanita bermata biru itu. "Ai kok makin lama makin Romeo sih?"


"Itulah! Aku yang kelihatan bule, anakku Jepang banget! Jadi diragukan kalau Aizen itu anakku! Kan kam... " Juliet cemberut menelan umpatannya dalam hati.


Katya terbahak. "Jangan bikin Aizen terkontaminasi lho ya."


"Kok sepertinya sulit..." keluh Juliet.


Tak lama pintu kamar Juliet terbuka dan tampak Rina dan Bernadette berdiri disana.


"Masyaallah... cantiknya anak mommy, mirip banget mommy muda..." senyum Bernadette sambil memeluk putrinya.


"Yuk turun, V sudah siap tuh" ajak Rina. "Aizen bobok Jules?"


"Bobok mama macan eh... Ocan, Oma macan" cengir Juliet.


"Ih keren lho mbak panggilan nya, Ocan" komentar Bernadette.


"Lucu ya ?" senyum Rina.

__ADS_1


***


Halaman belakang rumah pak Hoshi ... Bahkan pohon mangga pun kena hias...


Valentino sudah duduk di depan Gala D'Angelo yang akan bertindak sebagai wali nikah putrinya sendiri. Saksi dari Katya adalah Opanya Storm Grimaldi yang jauh-jauh datang dari Madrid demi menghadiri pernikahan cucunya. Saksi dari Valentino adalah ayahnya sendiri Hoshi Reeves bersama dengan musuh abadinya, Bimasena Baskara, yang diminta secara respectively.


"Nuansanya memang benar-benar Oldies" komentar Bima yang melihat bagaimana keluarga besarnya juga mengenakan outfit jadul tahun 50an.


"V yang minta dan menurut aku tidak jelek, setidaknya baju yang kebanyakan kita punya" sahut Hoshi.


"Tinggal Hideo nih yang belum mantu" kekeh Bima melihat Hideo yang sedang asyik mengobrol dengan Aji Yung. Sementara di belakangnya Shinichi tampak serius berbicara dengan Kedasih, entah apa yang mereka bicarakan.


"Kungkang? Aku tidak yakin dia akan kepikiran menikah secepatnya. Pasti Sakura yang akan menikah lebih dulu apalagi si manusia corat-coret itu sebentar lagi kan hukumannya selesai usai Garvita menikah bulan Juni besok" jawab Hoshi.


"Bagaimana dengan Mintang? Seingatku, dia tampak serius dengan Raj, kembarannya Krisna." Bima menoleh ke arah Hoshi.


"Selama Mintang bahagia dan tampaknya Haris serta Freya memberikan restu, mereka akan menikah secepatnya. Apalagi aku dengar, kedua orangtuanya Raj juga tidak keberatan mendapatkan menantu yang sama. Mintang kan tetap baik ke Yusra dan Bitti meskipun sudah tidak menjadi menantu."


"Namanya adab, Muka cewek..."


"Dasar Werkudara, memang kamu ingat apa punya adab dulu ngejar - ngejar Rimbi?" pendelik Hoshi.


Valentino yang melihat ayahnya dan oomnya sudah mulai ada tanda-tanda mau gelut, langsung berdehem dengan wajah judes, membuat kedua orang yang sudah tidak muda lagi itu terdiam.


Valentino menggelengkan kepalanya. Seriously! Pada nggak ingat umur! Akur lima menit, gelut 60 menit!


Katya tersenyum saat duduk di sebelah Valentino yang memegang tangan gadis itu.


"You're so beautiful" bisik Valentino mesra.


"You're so handsome too" balas Katya sambil tersenyum.


"Kalian sudah siap?" tanya Gala.


"Insyaallah..." jawab Valentino dan Katya bersamaan.


***


Ucapan ijab qobul Valentino berjalan lancar, begitu juga dengan acara tukar cincinnya, tidak ada drama macam Abiyasa dan Gandari dulu. ( Baca My Cold Chef ).


Hoshi dan Bima boleh berbangga hati karena yang di Jakarta, mereka sudah mementaskan anak-anak mereka. Freya pun sebenarnya sudah tapi karena Gemintang akhirnya berpisah dengan Krisna, membuatnya belum mentas semua.


Arkananta dan Arabella bersama dengan Shinichi dan Kedasih, mengadakan foto bersama dengan pengantin baru. Keenamnya tampak heboh hingga Luke membuat joke.


"The Trio of Mr and Mrs Kampret!" cengir Luke membuat ketiga pasangan itu mendelik.

__ADS_1


"Baaaanngg!" protes Trio Kampret sedangkan istri dan kekasih masing-masing hanya cekikikan mendengar ucapan sulung generasi keenam itu.


***


"Hideo!" panggil Hoshi membuat pria campuran Korea Selatan dan Jepang itu menoleh saat mengambil minum.


"Hoshi... ada apa?" jawab Hideo.


"Kapan kamu mantu?" goda Hoshi.


"Hahahaha, aku kira kamu mau menanyakan apa. Belum tahu aku, Hosh. Si Moretti saja masih masa hukuman" senyum Hideo. "Apakah Valentino akan tinggal di Jakarta atau ke Spanyol?"


"Jakarta lah! Dia punya banyak pekerjaan disini. Bagaimana dengan Shinichi?"


"Biarkan saja dia berubah menjadi dewasa dan setidaknya Kedasih bisa membuatnya sedikit waras..."


Hoshi terbahak. "Kamu tuh! Tapi aku tuh heran, kok bisa Shinchan bisa bobroknya seperti itu padahal kamu kakunya minta ampun!"


"Mungkin karena dari kecil terbiasa bersama almarhum Opa Takeshinya yang memang aslinya receh, jadi kebawa lah..."


Kedua ayah itu melihat bagaimana keenam orang disana makin kacau rusuhnya.


"Mereka sudah mendapatkan jodohnya. Sama-sama kacau!" gumam Hoshi sambil menyesap fruit punch nya.


***


Sadawira dan Jayde berada di ruangan gym sambil mengetikkan sesuatu disana. Tak lama keduanya saling tersenyum licik.


"Lumayan mindahin hampir HK$100 juta dalam waktu seminggu tanpa terlihat" seringai Jayde.


"Jangan terlalu kentara Jayde. Pelan-pelan kita kuras uang mereka" ucap Sadawira sembari menyesap Coke nya.


"Tenang saja. Tidak akan terlihat..."


Sadawira mengangguk. "Jika waktunya kita konfrontasi, aku harap bisa menghabisi sendiri."


"Ditto!"


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2