The Story of Three Brothers

The Story of Three Brothers
Shinchan dan Dash-Dash Wedding ( END )


__ADS_3

Tokyo Jepang


Akhirnya setelah sekian purnama, sekian lama dilangkahi oleh adik - adiknya, Shinichi Kojima Sky Park mengakhiri masa lajangnya bersama dengan kekasih yang selalu setia bersamanya, Kedasih Jayanti. Setelah melewati banyak pernikahan dari Gasendra - Gemma, Eagle - Elane, Bayu - Ajeng, Nadya - Omar, Kalila - Alexander, Yvonne - Kai, Radeva - Ganiya, Damian - Reema meskipun akhirnya berpisah, Jayde - Inggrid, Raine - Charles dan Radhi - Charlotte, pasangan Membagongkan jilid sekian itu pun bersiap menuju level yang sah dalam hubungan pria dan wanita.


Seperti dengan janjinya, Shinichi memang tidak meminta datang karena tidak mau merepotkan banyak keluarganya yang baru saja menghadiri acara pernikahan Nelson dan Marisol di New York dua bulan sebelum dirinya.


Undangan saja hanya formalitas untuk memberitahukan bahwa mereka akan menikah tapi memo di bawah undangan khusus generasi keenam, membuat semua sepupunya berteriak heboh. Bagaimana tidak, Shinichi meminta ke setiap orang kecuali Sadawira, Apsarini, Stefan, Thea serta sepupunya yang masih kuliah, masing - masing harus menyumbangkan uang $ 26,500.


"Apa hal kamu minta uang segini? Mana angkanya nanggung pula !" omel Bayu kesal.


"Oh mas Lisus, ini itu simbol usiaku mas. Kan 26,5 tahun usiaku jadi wajar dong minta segitu ... " jawab Shinichi kalem.


"Kalau begitu kan harusnya cuma $26,5 doang dong!" gelak Radeva


"Oh ya tidak. Kalau uang cuma segitu, bagaimana aku bisa membiayai penelitian aku? Kan kalian tahu sendiri kan, seberapa sih pendapatan seorang ilmuwan? Iya kalau dilirik nobel macam Oma Kaia atau opa Levi. Lha aku dilirik Dash-Dash saja merinding..." jawab Shinichi cuek membuat semua sepupu prianya yang berada di panggilan zoom kesal dan ingin menjitak kepala pria imut itu.


"Ale ! Kakak iparmu itu lho !" hardik Gasendra.


"Lho aku kan datang ke acara jadi kan tidak perlu sumbang kan?" balas Alessandro kalem yang juga suami Sakura Park, adik Shinichi.


"Tunggu, sepertinya aku pernah mendengar cerita ini..." gumam Valentino. "Kamu niru Opa Levi yaaa?"


Shinichi hanya nyengir.


"Apaaaa???" seru semua orang.


"Opa Levi dulu juga waktu menikah di Tokyo, tidak mengundang siapapun karena memang jadwalnya pendek. Jadi Opa meminta generasi keempat menyumbang uang saja dan kalau tidak salah jumlahnya $ 25,000. Kungkang, kalau dilihat dari hukum inflasi, naiknya dikit amat setelah sekian puluh tahun." Valentino menatap Shinichi gemas.


"Kan aku anak baik dan tidak sombong ... "


"Astaga dragon ball..." ucap Arkananta. "Yang jelas kita trio kampret tetap datang. Soalnya kan ini momentum penutup si bontot dari trio kampret akhirnya menikah juga."


"Gampang lah !" putus Antonio Bianchi. "Bisa datang ya datang, nggak tinggal transfer."


"Kalau aku jelas tidak bakalan bisa datang, jadwal di Brussels padat. Waktu Nelson nikah, aku juga nggak bisa datang" jawab Sean. "Raj juga kan?"


"Aku pas nggak bisa datang, trio ABC kena campak serempak dan Gemintang sudah cukup stress mereka rewel..." senyum Raj Rao.


"Omar, datang atau nyumbang?" tanya Dante.


"Nyumbang saja. Nadya masih repot urus Aslan yang sekarang sudah berkeliaran kemana-mana..." jawab Omar sambil tersenyum saat membicarakan putranya yang mau setahun tapi sudah bisa berjalan.


"Salahnya kasih nama Aslan... Berkeliaran deh!" gelak Devan.


"Lho tapi bagus namanya. Aslan itu kan berarti singa dalam bahasa Turki, Mbak Nadya dikenal Singa Blair di ruang sidang, Zidane berarti berkembang jadi... Singa yang berkembang?" Pahlevi tampak bingung sendiri membuat para kakaknya terbahak.

__ADS_1


"Yang jelas, Duncan dan Aslan kalau ketemu macam musuhan. Nggak jelas deh berdua itu" kekeh Bayu.


"Bisa-bisa macam Hyde dan Vicenzo... " celetuk Luke.


"Generasi ketujuh memang kacau..."


***


Mesjid Besar Tokyo Jepang


Arkananta bersama Arabella yang sedang hamil anak kedua dan Valentino bersama Katya, datang menghadiri ijab Shinichi dan Kedasih. Begitu juga dengan Alessandro dan Sakura yang datang bersama dengan putri mereka Ashley.


Hanya saja pernikahan mereka tidak bisa dihadiri Ashley Sky yang harus tinggal di New York karena kesehatannya tidak bagus. Padahal sebenarnya Opa dingin itu ingin melihat langsung pernikahan cucunya yang kacau namun Joey dan Samuel melarangnya.


Acara ijab pun berjalan lancar dengan diadakan live streaming seperti biasa namun semua orang menatap bingung ke arah Shinichi yang hendak memasang cincin kawin.


"Mas Shin kenapa?" tanya Kedasih bingung.


"Gaeeesss, pasang cincin itu jari manis tangan kanan atau kiri?" tanya Shinichi ke para sepupunya yang duduk lesehan di mesjid. Para generasi keenam yang hadir langsung melongo.


"Whaaaatttt?" seru Valentino dan Arka paling kencang.


"Aku takut salah jari gaeeesss..." ucap Shinichi tanpa dosa.


"Jari manis tangan kanan, Kungkaaannggg !" teriak sepupu prianya heboh sedangkan Hideo dan Fayza hanya bisa mengelus dada dan memegang pelipisnya.


"Ya Allah Ichiiii !" desis Fayza gemas.


"Oh oke. Kedasih ku, burung kenari kesayangan, dengan cincin ini sebagi bukti setelah tadi ijab, membuktikan bahwa kamu terikat dengan anak imut ini yang rajin menabung, malak kakak-kakaknya..."


"Heeeeiiiii !!!" seru semua sepupu Shinichi.


"Yang akan selalu setia padamu, sayang padamu, menjagamu, menghormati mu dan membuat mu jengkel... Intinya adalah aku akan menjadi suami dan appa yang dibanggakan oleh mu dan anak-anak kita kelak" janji Shinichi penuh serius mengacuhkan sepupu-sepupunya yang heboh.


Kedasih tersenyum dengan sedikit terharu mendengar pernyataan Shinichi lalu saat hendak memasangkan cincin di jari suaminya, gadis blasteran Jepang - Indonesia itu mengucapkan janjinya. "Mas Shin, kita sudah lama bersama, sekarang naik level. Mas Shin lah yang membuat aku bisa berbicara lagi, dan mas Shin lah yang memperkenalkan keluarga mas Shin yang gado-gado... Terima kasih sudah menyukai, menyayangi dan mencintai Kedasih yang memiliki banyak panggilan suka suka ala Mas Shin. Insyaallah, Kedasih akan menjadi istri yang berbakti, selalu setia, menyayangi dan mencintai mas Shin serta semua anggota keluarga mas Shin."


Kedasih pun memasangkan cincin di jari manis Shinichi. Pria itu tampak memandangi Kedasih yang mengenakan kimono saat ijab.


"Dash-Dash cantik deh pakai kimono..." puji Shinichi.


"Makasih mas" senyum Kedasih.


Shinichi pun mencium kening istrinya dan semua orang pun bersyukur ijab pria imut dengan Kedasih berjalan lancar meskipun terdapat drama Membagongkan.


__ADS_1


***


Setelah acara penggagalan unboxing dilakukan oleh duo kampret, akhirnya Shinichi pun masuk ke dalam kamar pengantin dengan wajah manyun karena harus menemani karaoke di hotel yang sudah disiapkan.


"Baru pulang mas?" tanya Kedasih yang tahu suaminya karaoke bersama para sepupunya.


"Lho kamu belum tidur? Ini sudah jam dua..." Shinichi melepaskan jaketnya.


"Ngelilir terus pipis dan sekarang nunggu mas Shin" jawab Kedasih.


"Aku bersih-bersih dulu ya..." Shinichi pun masuk ke dalam kamar mandi.


Sepuluh menit kemudian Shinichi pun keluar dari kamar mandi lalu pria itu pun membawa ponselnya.


"Burung kenari, katanya ada caranya punya anak perempuan. Sebentar aku cek dulu..."


"Mas Shin itu mau malam pertama atau nggak sih?" gerutu Kedasih yang sudah siap tapi dirinya juga tahu bagaimana otak absurd suaminya.


"Tunggu bentar, aku pelajari dulu..."


Kedasih akhirnya memilih memunggungi Shinichi yang sibuk belajar. Hingga lima belas menit kemudian, Shinichi paham modelnya lalu menoleh ke arah Kedasih yang sudah terlelap.


"Dash-Dash.. Ayo dicoba. Aku dah tahu modelnya gimana... Dash? Burung merak? Lho, kok aku ditinggal tidur?" Shinichi menepuk bahu Kedasih tapi istrinya tampak nyenyak tidurnya.


"Lha gimana mau dapat Nyunyun kalau begini Dasih..." gerutu Shinichi sambil manyun. "Ya udah deh, kita coba besok saja..." Pria imut itu pun menarik selimutnya dan tidur sambil memeluk tubuh Kedasih.


*** END ***


Trio kampret beneran END yaaaa



Setelah sekian purnama mencari ide untuk buat cerita ijab Membagongkan ala Shinichi dan Kedasih, akhirnya terlaksana juga.


Terimakasih atas semua dukungannya ke trio kampret yang tidak terlalu berfaedah ceritanya, banyak kacaunya dan sangatlah Membagongkan.


Support author selalu yaaa. mamaciihh yaaa 🙏🙏🙏


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa gaaaeeessss


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2