The Story of Three Brothers

The Story of Three Brothers
Jangan ke Sawah


__ADS_3

Indramayu Jawa Barat


Keluarga besar klan Pratomo di Jakarta tampak datang beramai-ramai ke Indramayu untuk mengadakan acara nujuh bulan Zinnia. Sebenarnya mereka ingin saat empat bulan tapi Zinnia menolak karena masih menata hati dan sekarang bumil cantik itu tidak menolak diadakan acara yang seharusnya bersama dengan Sean tapi terpaksa tidak bisa.


Meskipun acaranya tidak selengkap pakem, tapi Ayrton dan Mariana tetap mengadakan pengajian dan doa demi kelancaran proses kelahiran dua bulan lagi. Sayangnya trio Kampret tidak dapat lengkap hadir karena Shinichi harus ujian tengah semester jadi dia hanya bisa menjadi penonton di layar iMac nya karena diadakan secara live untuk keluarga yang tidak bisa datang.


Kebahagiaan Zinnia semakin lengkap ketika Oom kesayangannya datang bersama istri dan putranya.


"Oom Benji! Tante Moon! Hai Gio" sapa Zinnia sumringah.


"Ya ampun Zee, itu perutmu besar banget" celetuk Geun-moon sambil memeluk hangat keponakannya.


"Iya nih, kalau kata Arka, bayi Belgia besar" kekeh Zinnia yang membuat Benji melirik judes ke Arka yang melengos.


"Beneran deh trio kampret itu!" gerutu Benji gemas.


"Kamu lahiran sekitar Desember berarti ya. Rencana mau dimana lahirannya?"


"Rencana di Jakarta Tante. Oma Gendhis dan Oma Rani sudah tidak sabar masuk ruang bersalin buat membantu kelahiran cicitnya" ucap Zinnia dengan wajah bahagia karena biarpun tanpa Sean, semua keluarga besarnya sangat melindungi dan mencintai dirinya.


"Bagus lah. Lebih baik kamu melahirkan di sekitar keluarga. Oh, Sean jangan sampai tahu." Benji memasang wajah jutek. "Oom masih kesal sama ketololan dia!"


"Jangan gitu Ben. Sean kan saat itu pasti shock" ucap Geun-moon lembut.


"Masa percaya begitu saja kalau Zee berani main sama si tetanus! Nggak level!" omel Benji kesal.


Zinnia hanya bisa terdiam mendengar Omelan Oomnya itu.


***


Halaman belakang Rumah Zinnia


"Kamu dimana itu Val?" tanya Katya saat Valentino melakukan panggilan video call. "Kok banyak sawah?"


"Di rumah mbak Zee. Kami ada acara pengajian dan nujuh bulan kehamilan mbak Zee" jawab Valentino.


"Belakang rumah mbak Zee ada sawah?"


"Mbak Zee kan juragan beras" gelak Valentino.


"Seriously?" Mata biru Katya terbelalak.


"Iya. Mbak Zee dapat warisan sawah berapa ratus ribu hektar. Sama Oom Ayrton sudah dibangun pabrik pengemasan beras karena pas awal diakusisi masih tradisional jadi sekarang sudah dibuat modern"


"Tunggu Val, Oom Ayrton kan papa mbak Zee kok sudah dapat warisan? Kan papanya masih hidup."


"Mbak Zee itu anaknya kakaknya Tante Mariana. Waktu mbak Zee bayi, kedua orangtuanya meninggal jadi diasuh sama Tante Mariana. Itu warisan dari pihak ayah kandungnya mbak Zee, Kay..."


Katya melongo. "Kay? Siapa itu Kay?"


"Katya kepanjangan jadi aku panggil Kay saja lah!" jawab Valentino cuek.

__ADS_1


Katya tertawa. "Ya ampun Val, kamu kok hobi Gonta ganti nama orang..."


"Masih mending aku daripada Shinichi. Adiknya sendiri dipanggil seenaknya!"


"Memang adiknya Shinichi namanya siapa?"


"Sakura. Tapi seringnya dipanggil kembang Mayang, kembang matahari, kembang anggrek sampai kembang kantil."


Katya terbahak. "Ya ampun Tuhanku... Kalian itu... Sakura apa nggak marah?"


"Selalu ribut lah dua kakak beradik itu. Geneva sudah masuk musim salju ya?" tanya Valentino yang melihat Katya memakai baju tebal.



Katya D'Angelo


"Iya Val. Harusnya kamu bisa melihat salju disini. Sangat indah! Bahkan di Spanyol saja tidak secantik ini."


"Semoga aku bisa ke Geneva Kay. Oh bulan Juni apakah kamu harus kembali ke Barcelona?"


"Aku tidak pulang Val karena aku mau ambil summer classes sekalian magang di rumah sakit. Lagipula, aku kalau pulang pasti ribet sama mommy yang inginnya aku segera cari pacar. Males banget!"


"Memangnya kamu nggak pengen punya pacar?" tanya Valentino penasaran.


"Aku? Kalau memang cowok itu membuat aku nyaman dan bukan tipe playboy duren tiga, seiman dan bisa saling memahami satu sama lain, aku mau pacaran sama dia. Hanya sayangnya, mommy kasih lihatnya cowok Spanyol yang banyak playboy nya."


"Kalau ada yang sesuai dengan kriteria itu... Kamu mau pacaran sama dia?"


Valentino menatap lekat ke wajah Katya yang terdapat freckles alami. Gadis itu memang tidak secantik sepupunya Savrinadeya atau pun duo G tapi mata birunya yang membuat dirinya terpesona.


"Kamu cantik kalau tidak pakai kacamata tapi aku lebih suka kamu berkacamata."


"Kenapa Val?"


"Look smart even i know you're smart girl" senyum Valentino yang membuat wajah Katya memerah.


"Val, kamu tidak sedang merayu aku kan?" gelak Katya salah tingkah.


"Kalau aku rayu, kamu mau?"


Katya tertawa terbahak-bahak. "Oh Valentino, aku ingin tahu bagaimana cowok yang selalu dingin dan angkuh di kelas, merayu aku. Eh, apa kamu pernah merayu cewek lain?"


"Pernah!"


"Siapa?"


"Mama macan dan Omaku."


Katya melongo. "Itu berbeda Val!"


"Tapi mereka kan juga cewek, Kay."

__ADS_1


"Isshh! Maksud aku, cewek di luar keluarga kamu!" ucap Katya gemas.


"Tidak pernah. Baru sama kamu aku mau merayu."


"Kenapa kamu mau merayu aku?"


"Karena aku ingin merayu kamu."


Wajah Katya memerah tapi kali ini bukan malu tapi karena kesal. "Oh my God. Valentino, kamu memang menyebalkan!"


"Lho? Kenapa? Ada yang salah?" Valentino menatap Katya bingung.


"Sudah ah! Pikir saja sendiri!" Katya mematikan panggilan videonya meninggalkan Valentino yang bingung.


"Lho? Gimana sih? Mau dirayu kok malah dimatiin?" Valentino menatap layar ponselnya.


***


"Mas Arkaaaa! Ayo temani Ara ke sawah!" rengek Arabella ke Arkananta yang sedang membereskan peralatan elektronik bersama dengan Radyta, Remy dan Benji.


"Kamu lihat nggak sih, Anabelle! Aku tuh masih membereskan barang-barang printilan begini!" sahut Arkananta sebal karena ini sudah jam tiga sore tapi Arabella malah minta ke sawah. "Lagipula Ara, kalau kamu mau ke sawah, ini sudah jam segini, sebentar lagi senja dan bisa-bisa kamu malah dikira orang-orangan sawah!"


Arabella melongo sedangkan Oom dan sepupunya tertawa.


"Kamu tuh sama Arabella kok jarang akur sih?" kekeh Benji.


"Jahat lu Ka, bilangin Arabella bakalan jadi orang-orangan sawah" gelak Radyta.


"Nah kan! Mas Arka jahat kan?" adu Arabella mencari pembelaan dan dukungan.


"Mas Arka memang suka begitu sama mbak Ara" timpal Remy semakin memojokkan Arkananta.


"Iiiihhh bocil tukang ngadu!" hardik Arkananta ke putra Anarghya Giandra dan Amaranggana Ruiz itu.


Kelima orang itu melihat Valentino masuk ke dalam rumah dengan wajah bingung.


"Kamu nggak papa V?" tanya Benji ke keponakannya.


"Hah?" Valentino menatap linglung ke kelompok itu. "Oh, baik kok Oom Benji. Aku kesana dulu" ucap putra Hoshi Reeves itu sambil berjalan meninggalkan mereka.


"Tuh, Ara, lihat! V kelamaan main di sawah jadi linglung begitu! Kesambet tahu nggak!" celetuk Arkananta ke Arabella


Arabella hanya bisa melongo.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2