The Story of Three Brothers

The Story of Three Brothers
Rencana Arkananta


__ADS_3

Waktu pun berlalu dan keluarga besar Pratomo sudah menerima ditinggalkan oleh mantan pemimpin Yakuza Takara ke sang Pencipta dan kini mereka sudah kembali dengan rutinitas masing-masing.


***


Kediaman Bima dan Arimbi Beberapa Bulan Kemudian


"Kamu minta apa!" pekik Bima saat melakukan panggilan video dengan putra tunggalnya.


"Lamarin Arabella, pak Bima. Gitu saja kok kaget" jawab Arka cuek.


"Astaghfirullah! Elu itu minta kawin macam minta dibeliin ketoprak!" sungut Bima kesal.


"Duilah pak Bima! Ini ngelamar anak orang, anak gadisnya pak Dapid! Kok disamakan dengan beli ketoprak?! Yang benar saja!" balas Arkananta judes.


"Ka, tiga bulan lalu kan sudah ada dobel wedding Deya dan Veena. Terus kamu mau nikah juga tahun ini?" tanya Arimbi.


"Maunya sih mamiku tersayang, soalnya aku dan Ara kan sudah lama pacarannya meskipun terpotong LDR an dan lagian aku sudah 26 tahun, Ara 22 tahun. Pas kan?"


Bima tampak lemas. "Kok ya kamu mau nikah tho Ka... Papimu ini kan jadi susah nistain kamu karena pasti dibelain Ara. Duh kenapa sih syulit sekali hidup ini..."


"Pak Bima yang terhormat, jika pak Bima tidak mau aib jejeritan di hutan Staten Island aku sebarkan..."


Bima menatap judes ke arah putranya yang nyengir jahil.


"Pak Bima lupa ya, kalau earpiece dan satelit nya masih online?" seringai Arkananta licik.


"Dasar anak durhaka! Minta dipenyet kamu!"


"Ayam geprek jauh lebih enak pak."


"Ayam penyet!"


Bima dan Arka saling menatap judes membuat Arimbi hanya menggelengkan kepalanya. "Nanti biar mami bilang ke Tante Dhita. Pak Bima, jangan gelut sama Arka. Nanti ubannya tambah banyak plus bisa botak lho..."


Bima menoleh ke arah Arimbi. "Tega kamu doain suamimu yang paripurna ini bakalan botak!"


"Makanya jangan suka ribut sama anak!" balas Arimbi santai. "Sudah, kalian berdua, serahkan semua ini kepada detektif Upin dan Ipin.. eh salah Mami Arimbi Giandra Baskara." Cicit Abimanyu Giandra dan Adara Utari itu pun pergi meninggalkan Bima dan Arkananta.


"Ka, ibumu makin kesini makin lucu ya?" celetuk Bima.


"Lha pak Bima apa kabar? Dari aku brojol saja sudah lucu" gelak Arkananta.


Bima melirik judes. "Dasar anak minus akhlak!"


"Suhunya siapa dulu?" balas Arkananta sambil mengerjap-ngerjapkan matanya.

__ADS_1


Brengseeekkk!


***


Harvard University Bulan September


Valentino menghadiri acara wisuda Katya D'Angelo dan bertemu dengan kedua orangtuanya, Gala D'Angelo dan Bernadette Diazo.


"Maaf ya Valentino, Oom dan Tante tidak bisa datang saat acara pemakaman Takeshi Takara" ucap Gala D'Angelo.


"Tidak apa-apa Oom Gala" jawab Valentino.


"Papa mamamu bagaimana kabarnya? Adikmu Juliet bagaimana?" tanya Bernadette concern.


"Alhamdulillah papa dan mama sehat-sehat semua, Juliet sekarang sedang hamil tujuh bulan. Minggu lalu kami mengadakan nujuh bulan" senyum Valentino. "Rencananya menunda tapi enam bulan menikah malah mendapatkan rejeki diberikan anak."


"Namanya rencana manusia kan bisa tinggal rencana tapi Allah itu tahu dan memberikan rejeki selalu di waktu yang tepat. Allah juga tahu pasti kalian mampu jadi it's about time" senyum Gala.


"Benar Oom. Romeo dan Juliet sekarang menjadi antusias akan kehadiran anak mereka" senyum Valentino.


"Kalian berdua kapan menyusul Juliet dan Romeo?" goda Bernadette.


"Habis Arka Tante. Menurut rencana, Arka akan melamar Ara dalam waktu dekat ini lalu akhir tahun akan menikah."


"Tahun depan kan Vale kita rencananya?" senyum Katya.


"Tahun depan baik kok Valentino. Kami tahu keluarga Pratomo sudah banyak peristiwa tahun ini." Gala menepuk bahu Valentino.


"Alhamdulillah Katya, kamu mendapatkan pasangan yang kami tahu siapa" senyum Bernadette sambil memeluk putrinya.


***


Laboratorium Fisika Tokyo University Jepang


"Kemana?" tanya Shinichi ke Kedasih.


"Ke MIT." Kedasih menatap Shinichi dengan takut-takut.


"MIT? MIT? Massachusetts Institute of Technology? Jadi adik kelasnya Valentino? Why?"


"Pihak dekan sudah menyetujui untuk mengirim aku ke sana Mas Shin. Hasil roket buatan kita sangat menarik perhatian pihak MIT. Mereka ingin aku menjadi pembicara disana selama sebulan." Kedasih sendiri sudah wisuda dari Todai bulan Juni lalu.


"Tapi kenapa kamu yang dikirim? Bukan aku?" rengek Shinichi. Kan bisa kumpul dengan duo kampret disana.


"Aku tidak tahu mas Shin. Tapi kalau menurut aku sih, mas Shin kan bakalan sibuk disini bersama ilmuwan Jepang lainnya jadi aku yang dikirim ke MIT ..." Kedasih mengerlingkan matanya. "Mungkin pihak MIT tahu jika mas Shin kesana, akan merusuh bersama mas Valentino dan mas Arka?"

__ADS_1


Shinichi menatap judes ke Kedasih. "Aku curiga, kamu sengaja mengganti namaku menjadi namamu supaya aku tidak kumpul sama Arka dan V kan?"


"Iiiisshhhh nggak ya mas Shin. Buka saja email mas Shin. Ada kok disana ..." jawab Kedasih sambil manyun.


Shinichi pun membuka emailnya dan terdapat disana surat tugas dari Todai University ke Kedasih Jayanti untuk berada di MIT selama sebulan.


"Menyebalkan!" umpat Shinichi.


Kedasih hanya tersenyum manis.


***


Jakarta Indonesia, Kediaman David Hakim Satrio dan Anandhita Ramadhan


"Apa? Kalian berdua datang mau membicarakan acara lamaran Arka ke Ara?" tanya David ke arah sepupu jauh dan iparnya.


"Iya, Arka tahun ini sudah 26 tahun dan Ara 22 tahun. Arka pernah bilang akan menikah di usianya ke 26 jadi sekarang waktunya aku dan mas Bima melamarkan Arka untuk Ara" senyum Arimbi.


"Ini kalian serius?" tanya Anandhita yang tidak menyangka akan kejadian juga mengingat kemarin Astuti tampak melow saat Deya dilamar Antonio apalagi akhirnya menikah dan diboyong ke Turin.


"Kenapa Dhita? Kamu takut Ara dibawa Arka ke New York? Samaaaa! Aku kan jadi tidak ada yang bisa dinistakan akibat perbedaan waktu yang sangat-sangat tidak tepat" keluh Bima mendrama.


"Astaghfirullah mas Bima! Alasanmu kok Membagongkan sih!" gelak Anandhita. "Aku jadi merasakan fase mbak Astuti dan mbak Reana kehilangan anak wedhok yang akan jadi istri orang ..."


"Tapi kan yang jadi suaminya nanti masih Keluarga sendiri, Dhit. Jadi tidak terlalu gimana gitu..." senyum Arimbi.


"Iya ya. Macam Deya dengan Antonio yang masih cucu keponakan Opa Marco dan Opa Mario."


"So rencananya Arka mau acara dimana?" tanya David.


"Arka sih mintanya lamaran dan ijab di Jakarta saja" jawab Arimbi.


"Lamarannya mau kapan? Setidaknya aku kan iso cepak-cepak ( siap - siap ) sek mbak" senyum Anandhita.


"Awal bulan depan insyaallah kami lamarannya lalu ijab Arka mintanya Desember pas libur natal jadi semua keluarga bisa hadir."


David melongo. "Lhaaa kok cepat tho..."


"Tenan ( benar ) tho Jeng, Dapid ae merasa cepat, opo maning aku..." Bima menundukkan wajahnya. "Kok ya cepet banget waktu berjalan."


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2