The Story of Three Brothers

The Story of Three Brothers
Trio Kampret dan Pasangannya


__ADS_3

Jakarta Indonesia, Senin


Arkananta dan Valentino menonton jalannya persidangan melalui body cam yang dipakai Hoshi tersembunyi saku jasnya. Tidak hanya mereka berdua, para anggota keluarga lain pun ikut menyaksikan dari body cam yang dipasang di jas Travis, Nelson dan Phoenix.


Setelahnya mereka hanya bisa menghela nafas panjang melihat bagaimana kompleks nya permasalahan yang dihadapi keluarganya. Arkananta, Valentino dan Shinichi lalu mengadakan zoom bertiga.


"Gila! Ternyata separah itu! Kenapa Jayde dan Wira tidak bilang sih!" omel Arkananta.


"Mereka tidak mau kita semua ikutan geruduk, Ka" ucap Valentino.


"Tapi mereka semua itu diancam lho V. Bayangkan berani mengancam bakalan membunuh Oom Taufan dan Tante Natasha. Terus aku baru tahu kalau pas di rumah Ara, mereka berani datang dan mengawasi Wira disana! Apa mereka lupa papa mertua aku siapa?" ucap Arkananta emosi.


"Tapi aku salut sama Wira. Mengirimkan mereka di dalam peti mati. Itu kan seperti note bahwa lu jangan macam-macam sama kita!" sahut Shinichi yang sekarang berada di JAXA bersama Kedasih.


"Sayang nya mereka tidak mau tahu bahasa Wira. Masih saja ngusik mereka berdua itu!" omel Arkananta yang merupakan sepupu kandung Sadawira.


"Ka, menurut kamu pas bang Luke atau mas Bayu diinterogasi sama Jaksa penuntut umum, apa yang akan terjadi ya?" tanya Shinichi.


"Aku rasa bakalan dikuliahi sama mereka berdua. Habis deh! Sama Wira saja sudah seperti itu, apalagi dengan duo panasan itu?" jawab Arkananta.


***


Disaat para pria berghibah sendiri, Arabella pun menghubungi ipar dan calon iparnya, Katya D'Angelo dan Kedasih Jayanti.


"Apa kalian melihat sidang perdana mereka tadi?" tanya Arabella.


"Lihat. Tapi gila saja Ara, ada yang mengawasi depan rumah Oom David. Cari perkara saja!" jawab Katya.


"Mereka itu kenapa sih? Kita kan tidak pernah ganggu Triad apapun. Malah kata mas Shin, kita hanya berteman baik dengan Triad itu hanya Triad Chen, itu pun sudah turun-temurun dan di New York bukan di Hongkong" timpal Kedasih. "Aku kalau jadi bang Lukie, ya ngamuk tho ya!"

__ADS_1


Katya dan Arabella tersenyum melihat wajah judes kekasih Shinichi itu. "Dasih, kamu dan mas Shinchan sudah tidak di Todai?" tanya Arabella yang melihat background ruangan Kedasih berbeda.


"Sudah nggak. Kami sudah ditarik ke JAXA karena mereka ingin mempercepat proses pembuatan mesin roket desain mas Shin. Ini kami sedang break setelah semalam sempat lembur..."


"Tapi aku tidak menduga lho kalau mas Shinchan itu bakalan jadi ilmuwan soalnya kelakuan minus, potongan tidak meyakinkan, omongan kacau balau" kekeh Arabella.


Kedasih dan Katya tertawa. "Ara, kamu sudah isi belum?" tanya Katya.


"Lha baru empat bulan nikah dan belum ada tanda-tanda sih. Kata mas Arka, santai saja nggak perlu dipikirkan..."


"Eh kalau mereka semua dihukum, terus besok acaranya Garvita gimana?" tanya Kedasih.


"Kata mas Nelson sih diusahakan bisa out semua sebelum acara Garvita" jawab Arabella.


"Tapi kalau sidangnya lama begitu, bahaya juga Ara. Bisa jadi mereka dipenjara, kita malah ke Dubai..." gumam Katya.


"Jangan dooonggg!" rengek Kedasih. "Nggak ramai nanti dan Garvita pun pasti sedih soalnya semua Emir Dubai kan berada di Hongkong kecuali Radhi yang masih balapan."


"Gabriel sudah dideportasi duluan sama Oom Ayrton. Kata Vale, Oom Ayrton sampai harus memakai kekuasaannya untuk melobi pemerintah China untuk mengeluarkan Gabriel duluan. Kayaknya, Garvita sudah sebal calon suaminya kagak pulang-pulang" jawab Katya.


"Dan aku yakin, pasti sampai Dubai, habis itu Gabriel sama Garvita. Kira-kira diapain ya?" Arabella memegang dagunya.


"Kayaknya lebih dari sekedar gunting rumput deh" kekeh Kedasih.


"Wuuuiiiihhhh serem ah!" gelak Arabella dan Katya.


***


Sidang hari kedua pun membuat mereka menghela nafas karena Luke Bianchi berdebat dengan jaksa penuntut umum. Kali ini trio kampret menyaksikan dengan didampingi istri masing-masing di ruang kerja mereka.

__ADS_1


"Duh bang Lukie brewoknya..." celetuk Shinichi.


"Lha itu mas Bayu, Radeva, Ken, mas Sendra dan mas Damian sama saja. Mungkin tidak boleh membawa alat cukur ke tahanan jadi mereka tidak bisa cukur... Nadya sama Omar Zidane?" seru Shinichi heboh.


Keenamnya melihat bagaimana interaksi agen FBI itu dengan adik Nelson Blair.


"Tapi kan mereka memang dekat, Shin..." sahut Arkananta. "Lagipula Oom Travis dan Nelson tidak keberatan kalau Nadya dengan Omar. Setidaknya kita tahu kan Omar bagaimana."


"Ah iya, kamu kan bareng sama dia ya waktu di New York" ujar Valentino. "Lagipula aku suka dia bisa move on dari Mbak Leia."


"Benar itu, Omar memang patah hati sama mbak Leia. Kalau pun nantinya bersama dengan Nadya, kita tidak perlu screening lagi bukan?" senyum Arkananta.


"Aku tidak sabar melihat Oom Travis dan mas Nelson membongkar aib HKSS dan kepolisian Hongkong yang terlibat dengan Triad Wong" ucap Kedasih gemas.


"Sabar burung Woody Woodpecker, sabar..." senyum Shinichi.


"Ya ampun Shinchan... masih saja manggil seenaknya!" gerutu Arkananta.


"Dash-dash tidak keberatan tuh!" sahut Shinichi kalem.


"Biarin saja mas Arka, yang penting mas Shin bahagia" balas Kedasih sambil tersenyum manis.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2