
Tokyo University fakultas fisika
Kedasih melongo tidak percaya saat mendapatkan kubikel milik Shinichi Park kosong hanya ada memo disana. Gadis itu baru selesai menjalani ujian tengah semester jadi selama seminggu ini dirinya tidak bertemu dengan pria imut itu.
To burung Kedasih
Aku pergi ke New York untuk operasi plastik jempol kaki. Jangan ditanya mau model apa atau warna apa, yang penting aku ke New York.
Shinichi bukan Kudo
Kedasih meremas kertas memo itu dengan perasaan gemas. Awas nanti kalau pulang!
***
Kediaman Keluarga Sky di New York
Shinichi sekarang berada di kamarnya sok merenungi nasibnya. Tadi Hideo habis-habisan? memarahinya karena seenaknya sendiri. Akhirnya semua kartu kecuali kartu kereta, kartu identitas, SIM diminta semua oleh appanya hingga tiga bulan kedepan.
"Padahal kan niatku baik datang ke New York, menengok Gemini dan Opa tapi kok appa marah ya?" gumam Shinichi manyun yang melihat dompetnya berisikan $1,000 dan ¥10,000. "Haduuuhhh mana cukup buat tiga bulan?"
Shinichi teringat celengan kucingnya. "Kira-kira sudah terkumpul berapa ya? Kalau kurang, tinggal ngepet kali ya... Ngepet ke kembang kantil. Duh moga-moga Sakura udelnya bodong jadi bisa minjamin kakak nya yang imut ini..."
***
"Nggak!"
"Oh come on Kembang kertas... Bantuin lah mas mu yang baik hati, tidak sombong, suka membuat orang banyak bahagia..." rengek Shinichi.
"Buat orang banyak bahagia dari Monas? Mas Shin, appa itu sudah gemas sama kamu! Mbok jangan ditambah nanti makin jadi kulkas, bingung lu!" omel Sakura adik Shinichi yang sedang berada di London.
"Ayolah Sakura. Mas Shin tahu kamu punya duit banyak jadi mas dikasih dong..."
"Mas Shin lupa. Kartu ATM mu kan juga disita appa jadi gimana mau ambil uangnya?"
Shinichi hanya tersenyum manis. "Kan bisa cashless ambilnya pakai handphone selama ada kode QR nya.
***
Pagi Harinya...
__ADS_1
Valentino dan Katya D'Angelo sarapan bersama dengan keluarga Sky termasuk Shinichi yang masih tampak mendung akibat semuanya disita oleh ayahnya.
"Val, kamu jadi pulang ke Massachusetts pagi ini?" tanya Ashley ke Valentino.
"Jadi Opa" jawab Valentino. "Nanti naik mobil kita kesana."
"Hati-hati lho V, jangan ngebut. Jangan disamakan dengan Autobahn" pesan Kristal.
"Njih Oma. Hari ini kita santai kok" senyum Valentino.
"Kami besok pulang Dad" ucap Hideo. "Tadinya aku mau lama tapi gara-gara Shin, aku memutuskan untuk pulang besok."
Shinichi semakin manyun. Liburan sudah usai dan kembali ke realita... Nasiiibb.
Ashley dan Kristal menoleh ke arah Fayza. "Kamu nggak ikut pulang Fay?"
"Nggak Mom. Aku masih disini mungkin sebulan sebab aku dan mbak Freya mau keliling Amerika mencari dokter untuk Gemini" jawab Fayza. "Bang Joey memang membantu tapi kan dia juga masih ada tugas di Bellevue dan Harvard. Jadi mumpung aku dan mbak Freya bisa ambil cuti, kenapa tidak kita gunakan?"
***
Perjalanan dari New York menuju Massachusetts
"Jadi si Kungkang bikin alasan paling absurd di muka bumi ini demi bisa kabur ke Tokyo?" tanya Radeva.
"Yup!" jawab Valentino yang menyetir mobil Mercedez GLE nya.
"Operasi plastik jempol kaki? Dengan alasan Oom Joey satu-satunya orang yang bisa mengoperasi? Cari mati deh si Kungkang satu itu! Bawa-bawa dokter bedah terkenal pula?" Radeva menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan pola pikir sepupunya yang super absurd dan beyond imagination.
"Terus Oom Hideo gimana V?" tanya Arka yang duduk di belakang bersama Radeva.
"Yang ngamuk sih Tante Fay tapi habis itu Oom Hideo menyeret Kungkang ke ruang kerja Opa Ashley. Nggak tahu apa terjadi di dalam tapi melihat dari mendungnya wajah Kungkang, aku yakin semua fasilitas anak itu diambil semua sama Oom Hideo."
Radeva mengusap wajahnya. "Kok bisa sih dia jadi sepupu kita V?"
"Buktinya bisa."
"Kayaknya Allah memang serius memberikan blueprint yang amburadul ke Kungkang" kekeh Arka. "Seperti yang pernah dia bilang sebelumnya. Supaya kehidupan appa nya yang macam kulkas dan Mommynya yang kalem penuh warna, maka hadirlah dia dan Sakura di tengah - tengah keluarga Park."
Katya cekikikan mendengar percakapan ketiga sepupu itu yang asyik menggibah sepupunya yang lain.
__ADS_1
"Katya, maaf ya. Keluarga kami jauh dari yang namanya keluarga normal" ucap Radeva.
"Nggak papa kok! Aku malah senang di tengah-tengah keluarga kalian yang absurd apalagi aku kan anak tunggal. Bertemu dengan kalian itu membuat aku merasa memiliki banyak saudara yang aku bayangkan. Selalu kacau unfaedah" jawab Katya yang duduk di depan bersama Valentino yang menjadi sopir.
"Kami dibilang banyak orang keluarga Sultan tapi kalau aku bilang keluarga bobrok saking absurdnya" timpal Radeva.
"Kalian bobrok kan di lingkungan internal, tidak di luaran. Itu yang membuat kalian berbeda dan cukup orang terdekat yang tahu. Ya kan?" senyum Katya.
"Iya sih. Ka, kamu dan Arabella kapan resminya?" tanya Radeva.
"Lha si Anabelle saja masih sibuk skripsi!" ujar Arkananta. "Aku dan Ara inginnya sih pas aku 26, dia 22 jadi kemungkinan ya dua tahun lagi lah. Kita nggak macam Rombeng dan Jules yang sudah siap nikah muda."
"Lha Deva sendiri sudah punya pacar belum?" tanya Katya.
"Cewek banyak. Pacar banyak. Yang sreg belum ada" cengir Radeva.
"Lha, dia Dewa kedua!" gelak Valentino. "Dewa tuh pacarnya dimana - mana. Ampun deh anak itu !"
"Sama lah V, aku punya pacar di setiap Ivy league tapi malah jadinya teman baik."
"Jangan suka mempermainkan cewek Dev." Arka menatap serius ke Radeva.
"Mempermainkan itu kalau aku pacaran main tinggal. Ini nggak. Justru pacar-pacar aku tahu kalau aku pacar mereka. Tapi seperti hukum alam yang mensortir pertemanan dan perpacaran, dari sekian banyak, sekarang aku jomblo."
"Serius?" Arka dan Valentino berseru bersamaan.
"Serius gue jomblo. Bukan apa-apa, semakin kamu dewasa, semakin pola pikir kamu berubah. Ya kan? Ka, kamu sudah settle dengan Arabella dan pasti sudah ada rencana ke depannya, begitu juga dengan kamu kan V? Kamu dan Katya juga sudah serius tinggal menunggu saat yang tepat untuk meresmikan. Begitu juga aku lah! Usia aku sudah kepala dua hampir seperempat abad, jadi aku mulai memanage semuanya. Kamu harus punya celengan, tidak hanya duit dan aset tapi juga amal ibadah. Aku percaya sih disaat kamu niat dan melakukan hijrah untuk menjadi pribadi yang lebih baik, jodoh yang baik pun akan mengikuti langkahmu." Radeva menatap ke semua sepupunya.
"Itu benar Dev, dan bisa berlaku di kamu tapi tidak dengan Kungkang. Lagian cewek mana yang betah dengan otak absurd nya?" komentar Arkananta.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1