The Story of Three Brothers

The Story of Three Brothers
Seketurunan


__ADS_3

Rumah Keluarga Park Tokyo Jepang


Shinichi pulang ke rumahnya menggunakan transportasi kereta dan bergegas membuka pintu rumahnya. Kalau Fayza sudah bersuara begitu, jangan pernah berani melawannya.


Bahkan Appa pun kadang takut sama mommy.


"Assalamualaikum...mom...my..." Shinichi melihat wajah Fayza tampak dingin dan bersedekap. Hawa dingin tampak terasa di ruang tengah sampai-sampai Shinichi merasa termostat rumah dipindahkan ke suhu rendah.


Kutub Utara nggak pindah kesini kan?


"Wa'alaikum salam. Duduk!"


Shinichi pun duduk menatap wajah mommynya dengan tatapan bingung. "Ada apa mommy?"


"Mana kertas contekan?" Fayza menengadahkan tangannya untuk meminta contekan Shinichi.


"Contekan?" Shinichi membuka tas Kenneth Cole nya. Tampak id card untuk ujian, ponsel, alat tulis, dompet, notes dan tiga lembar kertas yang dilipat.


Fayza langsung mengambil kertas itu dan tampak coret-coretan Shinichi kisi-kisi ujian masuk yang tidak ada jawaban ujian hari ini.


"Ini apa Ichi?" tanya Fayza sambil menatap tajam putranya.


"Kisi-kisi ujian dari bang Lukie. Katanya kalau mau cepat selesai tanpa ada yang salah, ikuti cara dia dan mbak Leia. Katanya itu trik lolos Todai yang sudah diturunkan dari Oom Joey dan Oom Luca."


Fayza membaca tulisan ceker ayam putranya yang masih bisa dibaca.


Selesaikan matematika dulu baru ke ilmu pasti. Cari soal yang paling susah, sedang, gampang.


Fayza menatap tidak percaya kertas berisikan trik ujian yang dipegangnya itu bukan contekan. "Jadi kamu nggak nyontek?"


Shinichi menatap Fayza dengan tatapan terluka dan memegang dadanya. "Oh mommyku yang cantiknya macam Aphrodite tapi galaknya macam She-Hulk..."


"Jadi kamu bilang mommy berkulit hijau?" pendelik Fayza.


"Ya ampun mommy, dengar nggak sih tadi Shin bilang apa. Cantiknya macam Dewi Aphrodite karena mommy rambutnya blonde, mata biru tapi kalau marah macam raksasa hijau..." Shinichi menghentikan omongannya melihat wajah mommynya semakin jutek. "Mom, aku tuh nggak nyontek. Jujur! Sumpah detektif cilik!"


"Kamu tidak cilik, Ichiiiii!"


"Lha kan aku Shinichi bukan Kudo. Okay, kembali serius. Aku tidak mencontek mommy. Lagipula aku tidak tahu bakalan keluar apa ujiannya. Plus soal jaman bang Lukie dan mbak Leia dibandingkan sama aku tadi, lebih mudah aku ujian tadi."


"Kok kamu tahu?"


"Tahu lah! Selama di Brussels eh Uccle, aku diajarin mbak Leia dan bang Lukie. Jadi mommy, aku sudah persiapan dulu dan sudah hapal semua. Dan seminggu ini, aku banyak belajar dari bang Lukie. Mom, aku ujian murni dari otakku sendiri dan aku juga tidak mau masuk dengan cara curang. Beside, aku tadi sudah berdoa pada Tuhan."


"Kamu berdoa apa Ichi?"


"Aku lolos ujian masuk Todai agar bisa makan sushi banyak-banyak dan mommy memasakkan sup iga sapi yang enak sekali."


Fayza memegang pelipisnya. "Hanya itu?"


"Hu um" senyum Shinichi.


"Oh Astagaaa. Kapan pengumumannya?"

__ADS_1


"Dua Minggu lagi... Oh mommy..."


"Nggak ada kabur ke Jakarta!"


Shinichi melongo. Kok tahu?


"Apa yang ada di otak kamu, mommy tahu Ichi" seringai Fayza.


"Oh mommyku, apakah sekarang mommy jadi cenayang? Apakah mommy sekarang ketularan Tante Freya?"


"Ichi, mommy bukan cenayang, tapi sebagai seorang ibu yang bawa kamu sembilan bulan, ikatan kita sangat kuat. Dan sebagai ibu, pasti punya indera keenam ke anak-anaknya. Dan mommy sudah bisa membaca dari raut wajah kamu kalau kamu ingin join dengan duo kampret lainnya kan?"


Shinichi pun manyun.



Manyun tidak bisa gabung dengan duo kampret


***


"Jadi kertas itu bukan contekannya mas Shin?" tanya Sakura saat mereka berempat makan malam.


"Bukan Kembang Kamboja, itu cuma kertas berisikan kisi-kisi untuk ujian dari bang Lukie."


"Tapi kok gayamu macam bawa contekan mas?"


"Ih kamu itu memang suudzon sama aku sukanya, kembang telon."


"Mommmyyy! Mas Shin ngatain aku lagi!" rengek Sakura.


"Mommmyyy!"


"Kalian berdua bisa diam nggak ? Saban di meja makan pasti ribut!" hardik Hideo membuat dua anaknya kicep.


Fayza hanya tersenyum mendengar suaminya keluar aura galaknya. Aaaahhh...selama anak-anak masih tinggal bersama, dinikmati sajalah keributan dan kerusuhan ini. Fayza menatap kedua anaknya yang makan dalam diam.


Semoga kalian berdua mendapatkan pasangan yang baik seperti halnya aku yang mendapatkan Hideo.


***


Karena Shinichi tidak mendapatkan ijin baik dari Hideo maupun Fayza untuk berkumpul dengan para tim trio kampret, akhirnya dirinya memilih membantu Hideo di toko emas milik Omanya, Fumiko Kojima.


Kehadiran putra sulung Hideo yang imut dan menggemaskan itu, tentu saja membuat para klien Fumiko heboh ingin menjodohkan putrinya ke cucu istri Takeshi Takara itu.


"Maaf ya semua. Saya tidak mau main jodoh-jodoan ke kedua cucu saya. Biarkan mereka menemukan pasangannya sendiri" senyum Fumiko sopan.


"Tapi Takara-san..."


"Lagipula Shinichi baru 17 tahun, masih terlalu muda dia..."


"Eeeehhhh?"


***

__ADS_1


Akhirnya tanggal yang ditunggu oleh keluarga Park datang juga. Keempatnya kini berada di depan layar monitor iMac mencari pengumuman Todai.


"Mana ya?" Shinichi sambil menscrolling mouse nya.


"Jangan-jangan kamu nggak lolos Shin" goda Hideo yang mendapatkan pelototan judes dari Shinichi dan Fayza. "What?"


Sakura cekikikan melihat ketiga orang anggota keluarganya heboh sendiri.


"Tunggu... tunggu... Aaaaaahhhh! Alhamdulillah!" teriak Shinichi heboh setelah menemukan nomor ujiannya yang menunjukkan dirinya lolos masuk Todai jurusan Fisika seperti idamannya.


"Benar itu nomor kamu?" tanya Fayza masih belum yakin.


Shinichi mengklik nomor ujiannya dan tampak nama lengkap Shinichi disana.


Park, Shinichi Kojima


"Waaahhh hebat!" Fayza langsung mencium pipi dan kening putranya yang super slengean.


"Yaaaayyy sushi banyak-banyak dan sop iga sapi buatan mommy" Shinichi memeluk Fayza erat.


"Selamat ya boy! Akhirnya lolos masuk Todai! Hebat!" Hideo memeluk putranya.


"Ikutan berpelukan ala Teletubbies!" Sakura memeluk keluarganya.


***


Berita Shinichi masuk Tokyo University jurusan fisika langsung menjadi trending topik di grup chat para sepupunya.


📩 Valentino Reeves : Otak lu jalan juga ya Shinchan


📩 Arkananta Baskara : Ga disangka kungkang meneruskan tradisi masuk Todai jurusan roket


📩 Shinichi Park : Fisika, cumi. Fisika.


📩 Luke Bianchi : Wah hebat! Trio Kampret otaknya ternyata nggak sekampret julukannya.


📩 Bayu O'Grady : Hebat! Semua masuk Ivy League versi masing-masing.


📩 Radyta Yung : Kamu minta hadiah apa Shinchan?


📩 Shinichi Park : makan sushi banyak dan dimasakin mommy sup iga andalannya. Sorry kalian tidak kebagian.


📩 Gasendra Schumacher : Kabarnya kamu dituduh Tante Fayza nyontek ya? 😁😁😁


📩 Shinichi Park : Pitenah itu! Pitenah! Anak imut rajin menabung dan mencintai mommynya seperti aku ini tidak mungkin lah mencontek! Otak aku masih bisa diandalkan saudara-saudara ku sealiran dan seketurunan.


📩 All : Haaaaahhh? Apalagi itu seketurunan?


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa.


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2