
Kediaman Keluarga David Satrio dan Anandhita Ramadhan
"ARKAAAA!" teriak Bima tanpa mengindahkan gelak tawa para keluarganya yang geli melihat bagaimana ayah Arka itu berteriak ketakutan.
Bima lalu mencari putranya yang kabur entah kemana sedangkan Freya meneliti hutan itu dengan berulang kali mengulangi gambarnya.
"Kamu cari apa Fre?" tanya Hoshi.
"Penampakan. Ini hutan tempat mbak Gandari disekap dulu kan? Keren ih tempatnya" cengir Freya membuat semua orang disana melengos.
"Nggak usah aneh-aneh kamu, Freya" tegur Levi.
"Penasaran aja sih Oom. Seru kayaknya kalau pas bisa cuti kesana... Ajak Bima aaaaaahhhh" seringai Freya usil membuat keluarga disana tertawa lagi.
"Dijamin, dia lebih bikin kamu repot!" celetuk David.
***
Arka bersama Valentino, Katya, Arabella dan Radyta menoleh ke arah Bima yang tampak marah. Pria yang baru saja bertunangan itu hanya tersenyum smirk. Para generasi keenam itu sedang mengobrol di pantry dapur.
"Eh pak Bima... Gimana? Bagus kan?" cengir Arka usil.
"Bagus gundulmu! Dasar anak nakal! Anak durhakim, durjaksa, durpengacara dan Dur Dur lainnya!! Beraninya kamu mempermalukan bapakmu sendiri!" Bima langsung menjewer telinga Arka.
"Aduuuh duh duh... Pak Bima, sakit!" rengek Arka.
"Ayo, ke ruang tengah! Minta maaf!" Bima pun menyeret putranya ke ruang tengah dimana semua keluarga besar di Jakarta pada berkumpul.
Valentino dan Radyta tertawa kecil melihat Arka diseret oleh Bima sedangkan Katya dan Arabella hanya bisa geleng-geleng kepala dengan acara lamaran yang Membagongkan sangat khas keluarga klan Pratomo.
"Welcome to our family, mbak Kay. Semoga tidak kapok ya melihat kekacauan yang banyak unfaedahnya tapi tetap diulang tanpa belajar dari pengalaman" ucap Arabella ke Katya yang tidak berhenti tertawa.
"Aku suka Keluarga yang kacau koplak begini" gelak Katya.
***
"Ayo minta maaf!" hardik Bima ke Arkananta yang menatap ayahnya polos.
"Emang harus?" balas Arkananta santai.
Ka, bokap lu dah nyolot woooiii
__ADS_1
"Ya iyalah Bambaaaanngggg!" jawab Bima gemas yang merasa menyesal ajaran rusuh nya terlalu diterapkan oleh putranya satu ini. Duh, kalau waktu boleh diulang, bakalan gue setting jadi anak yang patuh nggak cuma sama Arimbi tapi sama aku juga...
Selama ini Arkananta dan Bima memang jarang akur apalagi kelakuan Bima yang tidak ada jaim-jaimnya serta membebaskan putranya untuk menjadi anak yang bisa mengungkapkan apa isi hatinya meskipun terkadang membuat mereka bertengkar. Arimbi lah yang menjadi penengah suami dan anaknya jika sudah gelut. Kalau berdua tidak bisa akur, sandal bulu Arimbi pasti melayang untuk memukul keduanya.
"Arka, ayo minta maaf sama papamu" pinta Arimbi yang hanya bisa beristighfar sedari tadi gara-gara kekacauan suami dan putra tunggalnya.
"Harus ya ma?" cengir Arkananta ke Arimbi.
"Menurut Oom sih nggak usah karena berkat kamu, kita semua tahu Haris ada temannya" gelak Hoshi yang diikuti tawa keluarga besar.
"Brengseeekkk kau Hosh!" umpat Haris kesal.
"Tunggu Bim, aku mau tanya. Apakah hutannya semenyeramkannya itu kah? Bagus kah tempatnya untuk mencari penampakan?" tanya Freya ke Bima.
"Seriously Freya?! Itu yang kamu tanyakan?" Bima memicingkan matanya dengan tatapan judes ke iparnya.
"Lho itu inti dari semua ini! Selain kamu rupanya juga jirihan ( penakut - bahasa Jawa )" kekeh Freya.
"Apa rencana kamu Freya?" Perasaan Bima mulai tidak enak melihat wajah usil Freya.
"Habis acara Valentino, kita ke Staten Island Bim! Kita jelajahi hutan Sandy!"
Bima menepuk jidatnya. "Freyaaaa!"
"Njih Opa." Arka menatap ke Bima. "Pak Bimasena yang terhormat, saya Arkananta sebagai anak tunggal bapak, meminta maaf karena ulah saya membuat aib bapak yang tidak seberapa ini jadi terungkap... Maafkan saya." Arkananta membungkuk ke arah Bima.
"Kamu serius tuh minta maaf nya?" ejek Hoshi.
Arka menoleh ke arah Oomnya yang selalu jadi musuh ayahnya. "Serius Oom!" jawabnya sambil memberikan tanda dua jari peace.
"Astaghfirullah... Dasar anaknya Bima" gumam para tetua disana yang ingat bagaimana rusuhnya Bima saat awal-awal pedekate dengan Arimbi. ( Baca Bara dan Arum chapter Bonchapnya ).
Bima tidak bisa menahan harunya. Meskipun kesal aibnya diumbar tapi pengusaha bengkel dan beberapa toko emas warisan keluarga ibunya itu tahu bahwa jika Arka nanti sudah berumah tangga dengan Arabella, dirinya tidak akan mendapatkan kejahilan putranya setiap saat karena Arka pasti memilih untuk bersama Ara.
Momentum ini membuat Bima semakin melow karena suasana seperti inilah yang membuatnya selalu bahagia setiap saat. Bima pun akhirnya memeluk Arkananta.
"Huwaaaaa, bakalan kangen dirusuhi anak Lanang" ucap Bima mendrama.
"Yakin pak?! Aku umbar lagi lho aibnya pak Bima..." seringai Arkananta yang langsung mendapatkan toyoran dari ayahnya.
"Nggak usah ngelunjak!" sungut Bima sebal. Dasar anak durjana, dikasih ati minta jantung!
***
__ADS_1
Acara lamaran yang anti mainstream pun akhirnya usai dan para keluarga sudah mulai kembali ke kediaman masing-masing meninggalkan duo kampret bersama pasangannya dan Radyta.
Mereka membahas sikap Luke, Jayde, Radeva dan Sadawira yang sedikit mencurigakan.
"Kalian lihat tidak, tadi pas acara, mereka berempat seperti tidak fokus dan keempatnya sama-sama memegang ponsel" ucap Radyta.
"Aku kira kamu tidak memerhatikan" sambung Valentino.
"Kita kan biasa kalau ada pekerjaan membalas email atau chat tapi jika ada acara keluarga, kita lepaskan itu semua tapi tadi mereka berempat seperti di dunia mereka sendiri" balas Radyta.
"Mereka merencanakan apa sih?" tanya Arkananta yang tadi memang tidak memperhatikan sepupunya di layar tv karena konsentrasi dengan acaranya sendiri.
"Boys, kenapa kalian selalu ingin tahu masalah orang lain?" tanya Katya.
"Sepertinya ini bukan masalah pribadi Kay, karena jika masalah pribadi seperti pacar Radyta sekarang siapa atau pacar Radeva siapa, kami tidak ikut campur. Tapi kalau empat orang dalam posisi dan sikap yang sama itu baru mencurigakan..." ucap Valentino.
"Kami terbiasa menghadapi kerusuhan Katya, dan jika kami tidak tahu, kami tidak bisa menolong keluarga kami dan kami tidak mau terlambat" sambung Radyta yang putra Aji Yung dengan Falisha Hassan.
"Apakah akan seperti Belgia atau Kensington?" tanya Arabella.
"Semoga tidak ya Ara..." Arkananta memegang kepala Arabella dan mencium pucuk kepalanya.
"Ada apa dengan Belgia dan Kensington? Seriously, Kensington istana nya Pangeran Henry dan Putri Medeline?" Katya menatap keluarga kekasihnya bingung.
"Kamu pasti tidak akan percaya apa yang terjadi saat itu" cengir Valentino.
"Jadi soal bang Luke, bagaimana?" tanya Radyta.
"Kita tunggu perkembangannya. Yang penting sekarang fokus acara pernikahan Arka dan Ara dua minggu lagi bertepatan libur natal" jawab Valentino.
Damn it bang Lukie! Kalian terlibat apa sih?
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Sorry ya harus kaitan dengan novelnya Jayde and Wira. Semoga nggak bingung
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1