The Story of Three Brothers

The Story of Three Brothers
Tiba di Jakarta


__ADS_3

Indramayu Jawa Barat Rumah Zinnia


Pagi ini Zinnia merasakan tubuhnya semakin tidak nyaman dan membangunkan Jasmine yang tidur di sebelahnya karena Zinnia semalam memintanya untuk mengusap pinggang belakang.


"Nona mau ke Jakarta?" tanya Jasmine yang langsung sigap membereskan semua barang bawaan Zinnia untuk persiapan lahiran.


"Iya, Jaz. Takutnya kelamaan menunda, bisa lahiran disini."


"Air ketuban nona belum keluar kan?"


"Belum sih... tapi kan tergantung si boy." Zinnia pun keluar kamar, lalu berteriak memanggil keempat adiknya.


"Gasendra! Arka! V! Shinichi!" panggilnya yang membuat keempat pria itu keluar dari kamar masing-masing.


"Kenapa mbak?" tanya Gasendra yang hanya memakai celana panjang batik tanpa baju.


"Kita ke Jakarta yuk" ajak Zinnia sambil tersenyum.


"HAAAAAHHH!" seru keempat pria sebaya itu yang langsung gedubrakan masuk ke kamar masing-masing untuk bersiap-siap membuat Zinnia melongo ditinggal keempat adiknya.


"Nona, sebaiknya nona mandi dulu sebentar. Saya sudah siapkan air hangat setidaknya badan terasa segar" ucap Jasmine.


"Tolong bantu aku mandi, Jaz sekalian jaga-jaga."


"Baik nona."


***


"Makanan sudah, biskuit mint punya mbak Zee sudah, botol air mineral sudah..." Arkananta tampak memeriksa semua bawaannya dan yang berhubungan dengan makanan. Tas berisikan makanan ringan dan berat itu diletakkan di kursi depan bersama dirinya.


Gasendra dan Shinichi bergegas memasukkan semua tas dan koper mereka ke dalam bagasi Range Rover milik Zinnia sedangkan Valentino yang akan menyetir.


"Mbak Zee duduk di tengah nggak papa?" tanya Shinichi mengingat mobil Zinnia sebenarnya four seats tapi bisa dipakai five seats.



Interior Range Rover milik Zinnia.


"Nggak papa Shin. Kan aman ada kamu sama dik Sendra" senyum Zinnia sambil masuk ke dalam mobilnya.


"Sudah siap semua?" tanya Valentino yang sudah siap di balik kemudi sambil melihat melalui kaca spion.


"Sudah."


"Bismillahirrahmanirrahim."


***


"Lama banget sih!" omel Gasendra karena gemas di tol yang padat jalannya.


"Sabar. Ini kan hari Minggu Ndra jadi orang pada baru cabut liburan atau mau jalan-jalan. Kan liburan natal juga." Arkananta menoleh ke belakang arah Gasendra duduk.


"Aku rindu Autobahn" gumam Valentino.

__ADS_1


"Indonesia mana ada Autobahn, V. Yang ada malah banyak kecelakaan soalnya orang Indonesia sering ngawur nek menyetir" kekeh Shinichi. "Apa mungkin karena aku terbiasa tinggal di Tokyo yang lebih sering tubrukan sama orang di subway daripada naik mobil?"


"Arabella sudah bilang ke Tante Anandhita dan sekarang sudah disiapkan kamar buat mbak Zee" lapor Arkananta sambil membaca pesan di ponselnya.


"Oma Arum dan Oma Rani juga sudah mau ke rumah sakit" lanjut Arkananta.


"Mbak Zee, tolong bin Tulung ya. Please ya Boy, manut sama Oom Shinichi bukan Kudo ini. Jangan keluar dulu sekarang soalnya kita masih di jalan nih! Daripada nanti kamu bikin panik semua Oom kamu? Lagian ya boy, ini kursi mobil nya mommy mu warnanya putih. Bisa susah nanti bersihkan nya. Kan eman-eman, sayang kalau diganti..." Shinichi tetap mengajak obrolan ke keponakannya yang masih di dalam perut.


Zinnia dan Gasendra melongo. "Shin, gak papa ganti jok juga..."


"Eh jangan dong mbak! Kita semua tidak ada yang basic kedokteran biarpun Arka sudah diajari Oma Gendhis tapi aku yakin, dia sudah lupa semua gara-gara asyik makan melulu."


Arkananta menoleh judes ke Shinichi. "Sembarangan!"


"Sekarang apa kamu ingat apa saja yang diajari Oma Gendhis?" tanya Shinichi.


"Eeerr... sedia air panas, perlak ... " Arkananta tampak berpikir apalagi ya?


"Nah benar kan kalau Arka lupa!" gelak Shinichi.


"Eh ada yang mau mampir ke rest area nggak? Mbak Zee mau pipis mungkin?" tanya Valentino.


"Percaya atau nggak, mbak Zee pakai Pampers ini berjaga-jaga kalau kita tidak ketemu rest area atau mini market buat numpang pipis" kekeh Zinnia.


"Itu ada rest area. Kita istirahat sebentar soalnya aku juga mau pipis" ucap Valentino.


Mobil Range Rover itu pun berhenti di parkiran di rest area. Zinnia pun menuju kamar mandi dengan ditemani Gasendra dan Shinichi sedangkan Arka dan Valentino ke kamar mandi terlebih dahulu, nanti baru bergantian menjaga Zinnia.


Setelah menyelesaikan urusan kandung kemih, kelimanya pun melanjutkan perjalanan menuju Jakarta. Zinnia memutuskan untuk tidur sejenak karena perjalanan masih satu jam lagi. Zinnia meletakkan kepalanya di bahu Gasendra yang dengan sayang memeluk kakaknya.


***


Zinnia segera dibawa ke ruang rawat inap VVIP PRC Group bersama dengan Arum dan Rani diikuti oleh Gasendra yang sibuk menelpon Ayrton dan Shinichi yang mengabari ke Fayza.


Valentino sendiri baru membuka ponselnya dan melihat ada pesan dari Katya D'Angelo, segera menelpon gadis itu setelah dirinya diberitahukan Remy Giandra kamar sang kakak.


"Hai" sapa Valentino ke Katya saat mereka melakukan panggilan video di sebuah cafe rumah sakit.


"Hai. Kamu dimana Val?" tanya Katya.


"Rumah sakit."


"Siapa yang sakit?" tanya Katya panik.


"Kakak sepupu perempuan aku mau lahiran jadi kami membawanya ke rumah sakit."


"Wah, apa sudah tahu jenis kelaminnya?"


"Boy. Kamu dimana itu?" tanya Valentino.



Katya D'Angelo

__ADS_1


"Di cafe dekat apartemen aku. Kan aku tidak pulang, Val. Soalnya mommy dan Daddy mau kemari merayakan malam tahun baru di Geneva."


"Apa saljunya masih deras?"


"Lumayan. Aku kemarin sempat bermain ski juga bersama dengan teman-teman kuliah yang tidak pulang."



Lidahnya dikondisikan


"Main ski nggak ngajak-ngajak!" sahut Valentino sambil menjulurkan lidahnya.


Katya terbahak. "Val, apakah kita beneran pacaran nih?"


"Lha maumu?"


"Astaghfirullah Valentino!"


"Ya udah kita pacaran. Memang kenapa?"


"Biar mommyku berhenti ribut mencarikan cowok buat aku! Fix ya Val, kita berpacaran!"


"Fix!"


***


"APPAAAA?" seru Shinichi yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan airpods di telinganya.


"Iya mas Shin! Kebayang kan aku kayak orang kejebak!" omel Sakura.


"Kok bisa kamu makan malam berdua sama muka rata? Dimana kewaspadaan kamu?"


"Aku tuh ke mall milik keluarga buat belanja barang diskon apalagi sudah dikasih ijin appa dan mommy. Toh ada pengawal dari bang Lukie. Lha nggak tahunya ketemu si muka rata dan tahu aku belum makan malam. Eh, langsung diajak ke restoran orangtuanya yang buka cabang di mall AJ. Mana disana ada ayahnya lagi..."


"Terus?" Shinichi berjalan menuju ruang rawat Zinnia dengan wajah jutek.


"Ya aku nggak enak dong sama Oom Benigno. Kan juga rekan bisnis Oom Luca. Lagian mas Shin, kalau aku bikin keributan, bisa gegeran sampai Italia. Kan aku tidak mau akan hal itu mas..."


"Kagak lah Kembang api, paling bang Lukie langsung bikin penjagaan ketat... Duh mentang-mentang bang Lukie ke Turin, si morotin bisa bebas deketin kamu!"


"Mbak Zee udah mau lahiran mas?"


"Kemungkinan besok, kembang Mayang. Kamu jadi kemari sama mommy dan appa?"


"Kayaknya sih..."


"Aseeekkk!"


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa..


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2