
Kita agak flashback ya setahun pas Valentino masih SMA...
Hari yang paling menyebalkan untuk Valentino Adipramana Reeves adalah acara prom night! Acara pesta kelulusan SMA membuatnya jengah karena pasti banyak cewek-cewek berebutan memintanya menjadi pasangannya dan barang siapa yang bisa membawa Valentino bakalan mendapat salut lama.
"Elu mah enak Rombeng, bawa adikku. Aku pasti datang sendirian nanti" keluh Valentino saat mereka berada di kantin sambil mengawasi Juliet dan Shayna yang asyik ngobrol.
"Sayang nggak bisa bawa Shayna karena pasti dia datang sama Bambang."
Valentino mendelik. "Yang benar saja Rombeng! Bawa Shayna. Nggak lah!"
"Lha aku kan cuma sekedar bilang." Romeo nyengir kuda.
Bel tanda masuk kelas pun berbunyi membuat semua siswa di kantin pun bergegas menyelesaikan makan siangnya dan menuju kelas masing-masing.
Valentino dan Romeo menghampiri Juliet dan Shayna seperti kebiasaannya. Valentino menepuk kepala adiknya pelan dengan tatapan sayang begitu juga dengan Juliet. Romeo hanya menggenggam tangan gadisnya yang dibalas anggukan.
Setelahnya mereka berdua berjalan menuju kelas meninggalkan Juliet dan Shayna yang juga berjalan ke kelasnya.
***
Kelas XII, kelas Valentino dan Romeo
Valentino duduk di kursinya bersama dengan Romeo. Sejak kelas satu memang keduanya duduk bersama untuk mengurangi kehebohan di kelas. Apalagi keduanya sama-sama jadi incaran banyak kaum hawa.
Baru saja Valentino duduk, para teman-teman sekelasnya yang perempuan langsung heboh mengajaknya ke acara prom night. Tentu saja wajah Valentino langsung cemberut kesal.
"Aku tidak tertarik!" balas Valentino galak.
"Oh come on Valentino! Masa tidak ada yang mau kamu ajak? Kurang cantik apa sih kita-kita?" ucap Clara yang masih penasaran dengan Valentino yang tidak meliriknya sama sekali.
"Aku bilang tidak tertarik, ya tidak tertarik! Kalian semua itu macam cewek murahan saja ngejar cowok! Dimana harga diri kalian? Menjijikkan!" cebik Valentino galak yang membuat para cewek-cewek itu terperangah.
"Val, kamu kok jahat sih?" rengek Clara.
"Aku harus bilang apalagi? Dibilang halus nggak paham, jadi kasar sekalian biar paham saja? Baru nyantol kan di otak mu yang cetek itu?"
"Val..." bisik Romeo. Pria keturunan Jepang itu hapal jika sahabatnya sudah keluar mulut pedasnya macam pak Macan, bisa seharian dijabani.
"Sudah! Aku mau keluar saja! Sumpek!" Valentino pun keluar kelas meninggalkan para cewek-cewek itu.
Romeo hanya mengedikkan bahunya saat Clara dan teman-temannya menatapnya.
***
Valentino pun memilih ke taman belakang dan menenangkan diri disana. Dirinya sebenarnya tidak mau mengatai para cewek-cewek sekasar itu tapi dirinya sudah lelah.
Sambil melamun mengingat saat-saat dirinya ribut tidak jelas dengan opa dan papa macannya, membuat moodnya membaik. Debat unfaedah, ribut gak jelas sampai harus dipisahkan oleh Oma dan mama macannya, memang menggelikan jika diingat sekarang tapi tidak saat kejadian. Yang ada, dirinya tetap tidak mau mengalah ke dua orang itu apalagi jika pendapatnya benar.
"Kamu senang kan melihat kami-kami dikata-katain oleh Valentino!" Valentino yang sedang duduk di belakang pohon Trembesi mendengar suara Clara.
__ADS_1
"Aku tidak bilang apa-apa." Valentino mengenali itu adalah suara Katya D'Angelo, gadis blasteran Spanyol - Italia - Indonesia.
"Dasar cewek culun!"
Sulung Hoshi Reeves hanya tersenyum. Cewek culun tapi otaknya jalan. Tiga besar kelasnya Valentino itu dikuasai dirinya, Romeo dan Katya.
"Yakin deh! Besok kamu nggak ada yang ngajak dansa di prom night!"
Valentino mendengar mereka melangkah pergi. Sedikit mengintip dari balik dahan pohon Trembesi yang besar, Valentino memperhatikan bagaimana Katya hanya menghela nafas panjang. Gadis berkacamata itu akhirnya pergi dari area belakang sekolah.
Valentino yang melihat itu, tersenyum smirk. Sebuah rencana sudah dibuatnya.
***
Acara Prom Night
Valentino datang bersama dengan Romeo dan Juliet ke acara prom night yang ditata seperti starry night.
Valentino datang dengan outfit abu-abu tua dan turtle neck hitam, sedangkan Romeo full black outfit dan Juliet memilih baju model oriental.
Yang dikejar - kejar cewek
Yang dikawal dua cogan
Ketiganya masuk dan langsung menyapa Shayna yang ditemani oleh Bambang, suaminya. Juliet tampak senang melihat bagaimana sahabatnya dan suaminya sudah kembali mesra.
Romeo dan Juliet lalu berkeliling melihat-lihat dekorasi prom night lalu foto bersama di area photo booth bersama dengan Shayna dan Bambang.
Valentino sendiri memilih duduk manis sambil menikmati makanan yang disediakan. Matanya menatap sekelilingnya dengan raut wajah cuek dan dingin.
"Valentino..." sapa Clara yang membuat cicit Eiji Reeves itu melengos.
"Apa?"
"Dansa yuk!"
"Tuhanku! Masih nggak tahu malu juga kamu?" Valentino menatap Clara jengah. Gadis itu menggelengkan kepalanya dan memasang wajah menggoda.
Dih! Mending mukanya si kungkang kalau pasang wajah sok imut! Valentino hanya diam. "Sorry, aku nggak mood! Cari saja cowok lain yang mau kamu ajak dansa!"
Clara menghentakkan sepatutnya kesal. Valentino memang cowok yang susah didekati! Gadis itu pun meninggalkan putra Hoshi Reeves yang masih asyik duduk sambil menikmati makanan.
__ADS_1
Acara dansa pun sudah dimulai dan Valentino masih tetap duduk santai sambil memeriksa ponselnya untuk mengetahui jadwal ujian masuk perguruan tinggi negeri. Meskipun bisa dengan jalur mandiri, Valentino ingin mengetes otaknya.
Dua hari setelah ujian nasional.
"Kalau nggak lolos, baru aku pakai jalur mandiri papa dan lagipula aki mau test otakku" ucap Valentino ke Hoshi yang mempertanyakan kenapa dirinya tetap bersikukuh ikut ujian.
"Ya sudah. Kalau nggak lolos, jalur mandiri ya V" ucap Hoshi.
"Iya papa".
Dan kini Valentino mencatat di agendanya kapan ujian dan memang bersamaan dengan Romeo yang sudah mantap mengambil jurusan kedokteran.
Suara ribut-ribut terdengar dan tampak Clara dan para anggota gengnya membully seseorang membuat Valentino jengah. Dasar cewek otak segedhe biji kacang polong! Memang hanya mengandalkan orang tua jadinya anak manja bodoh!
Valentino pun berdiri dan menghampiri keributan tempat para cowok dan cewek yang tidak memiliki pasangan itu duduk.
"Apaan ini? Heh! Cewek nggak punya malu! Masih saja demen bikin ribut!" bentak Valentino.
"Eh? Nggak kok Vale, kita nggak bikin ribut kok" elak Clara.
"Really? Masih bohong kamu? Apa perlu aku hack CCTV aula biar tahu kelakuan kamu?" Valentino menatap tajam ke Clara lalu berpindah ke para gengnya. "Kalian juga! Mau-maunya ngintilin ( ngikutin ) cewek nggak jelas kelakuannya ini? Apa kalian nggak punya otak, prinsip atau pendirian? Percuma kalau sekolah mahal-mahal tapi otakmu tetap di dengkul!"
"Valentino..." sebuah suara membuat Valentino membeku dan menoleh. Tampak seorang gadis mengenakan gaun model Sabrina bewarna hitam yang menjadi obyek bully duduk di sana.
Valentino menatap tidak percaya sosok yang dilihatnya. Damn! Matanya biru sekali!
"Katya?" bisik Valentino.
"Sudah nggak usah marah-marah. Biarkan saja pasukan topeng monyet itu ribut!" ucap Katya pedas.
"Kamu..." Clara hendak menampar Katya tapi ditahan Valentino.
"Kalau kamu tidak mau skandal perusahaan papamu aku sebarkan ke semua berita online, jangan macam-macam kamu!" bisik Valentino di sisi telinga Clara yang memucat yang langsung melepaskan cengkramannya.
Clara memegang pergelangan tangannya yang memerah akibat cengkraman Valentino dan bergegas pergi.
Valentino menoleh ke arah Katya D'Angelo dan mengulurkan tangannya.
"Would you dance with me, miss Katya D'Angelo?"
Katya tersenyum. "Absolutely, Mr Valentino Reeves."
***
Yuhuuuu Up Pagi menjelang siang Yaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️