The Story of Three Brothers

The Story of Three Brothers
Terkuak


__ADS_3

Indramayu Jawa Barat


Valentino membuat ramen dengan ditemani oleh Jasmine dan Bik Minah yang sedang mempersiapkan untuk makan malam. Selain mereka, juga ada empat pelayan lagi yang pulang malam usai makan malam untuk membantu memasak banyak orang di rumah. Ayrton tidak main-main untuk memperketat penjagaan putri dan calon cucunya.


Ayrton tahu kalau Sean tidak berani datang ke Jakarta karena pasti akan dihajar oleh Hoshi dan Bima tapi jika pangeran Belgia itu nekad, apapun bisa terjadi.


"Mr Reeves? Anda baik-baik saja?" tanya Jasmine.


"Kenapa Jaz?" tanya Valentino.


"Anda tampak banyak pikiran."


Valentino hanya tersenyum smirk. "Banyak hal yang terjadi Jaz. Bahkan belum selesai kami beristirahat, sudah masuk kuliah."


"Saya harap anda jangan sampai kelelahan, Mr Reeves. Anda tampak kurus."


"Thanks Jasmine buat perhatiannya."


"Anda tahu Mr Reeves. Pada saat saya direkrut oleh Emir Schumacher, saya sudah berjanji akan menjaga keluarganya karena saya tidak memiliki keluarga. Kalian lah keluarga saya. Dan saya akan sekuat tenaga melindungi nona Zinnia terutama. Saya sangat berterima kasih dengan Sarah, Greg dan anda semua yang sudah membawa nona Zinnia keluar dari Belgia." Jasmine tampak sendu dan sepertinya mengingat kejadian beberapa bulan lalu.


"Jaz, terima kasih sudah menolong mbak Zee. Apa kamu masih kontak dengan Greg dan Sarah?"


"Almost everyday. Dan saya tahu juga bagaimana pangeran Sean terpuruk kehilangan nona Zinnia."


"Semoga Sarah dan Greg selalu menjaga bang Sean" ucap Valentino sambil memindahkan ramen ke mangkok besar.


"Itu yang selalu saya pesan ke mereka, Mr Reeves."


"Good. Aku ke belakang dulu, Jasmine. Kalau ada apa-apa hubungi aku atau Arka ya, misal Gasendra tidak ada di tempat."


"Baik Mr Reeves."


Valentino membawa nampan yang berisikan mangkok ramen menuju halaman belakang tempat semuanya berkumpul kecuali Gasendra yang memeriksa panen raya di sawah area timur.


"Akhirnya bikin juga" goda Arka.


"Bau ramen itu selalu menggoda" jawab Valentino. "Mbak Zee mau makan apa? Soalnya nggak boleh makan beginian sama Oma Gendhis."


"Ini ada roti dan biscuit asin. Meskipun baunya menggoda tapi memikirkan kesehatan boy, aku memilih boy."


"Iyalah mbak. Lagipula aku mau keponakan aku seperti Oomnya ini, yang imut dan cerdas" ujar Shinichi.


"Kok elu yakin banget keponakan kita bakalan imut dan cerdas?" Valentino menatap sepupunya.


"Yakin lah! Kan aku selalu memberikan aura positif ala Shinichi bukan Kudo ini. Handsome aura..." Shinichi membuat tangannya macam Songoku mengeluarkan Kamehameha nya ke perut Zinnia. "Smart Aura... Cute aura... Kamehameha! Haaaaahhh!"


Arkananta dan Valentino hanya melongo melihat ulah Shinichi.


"Mbak Zee, jangan mbatin Shinchan ya. Jangan deh! Nanti anaknya mbak Zee penuh drama macam si kungkang!" pinta Arka dengan wajah memelas.

__ADS_1


Zinnia cekikikan melihat ulah adiknya. "Kayaknya telat deh, Ka... Mbak sudah mbatin."


Valentino menepuk jidatnya. "Alamat deh!"


***


"Mas Arkaaaa! Mau dibawain apa dari Semarang?" tanya Arabella yang menelpon Arkananta ketika mereka di Indramayu usai makan malam sambil nonton film area ruang tengah.


"Kamu ke Semarang?" tanya Arka bingung. "Dalam rangka apa?"


"Pak Dapid ngidam tahu gimbal Semarang. Mas Arka sekalian tanya mbak Zee, mau dibawain apa."


"Astaghfirullah Oom Dapid ya! Ngidam tahu gimbal sampai ke sumbernya?" Arkananta menggelengkan kepalanya. "Mbak, ditanya Ara mau dibawain apa dari Semarang."


"Hah? Ara ke Semarang?" seru Shinichi. "Eh mau dong bandeng presto, wingko, nasi goreng pak berok, moachi Gemini..."


"Stop kungkang! Yang ditanya mbak Zee, kenapa elu yang heboh!" protes Valentino.


"Eh mau dong moachi gemini sama wingko nya" ucap Zinnia. Arkananta meloud spreaker ponselnya.


"Moachi sama wingko ya mbak? Wingkonya rasa apa mbak?" tanya Arabella. "Si boy mau rasa apa?"


"Original dan coklat deh Ara."


"Oke. Besok Minggu siang kita udah pulang. Nanti aku langsung bawain ke Indramayu."


"Kan Senin libur terus pulangnya nebeng mobilnya mas Arka. Boleh kan mas Arka sayang?" tanya Arabella dengan nada manja.


"Minta ijin dulu sama Oom Dapid !"


"Ish mas Arka tuh gimana. Ya jelas diijinkan papa Dapid tho ya!"


Shinichi dan Zinnia tertawa mendengar ucapan Arabella dengan aksen Jawa.


"Wis sak karepmu lah ( sudah terserah kamu deh ), Anabelle" sahut Arka.


"Arabella maaasss!"


"Suka-suka!"


"Mas Arka njelehi tapi Ara sayang."


"Huweeeekkk!" balas Arka manyun.


"Ara, mau dong moachi dan wingko buat mas Shin."


"Tentu saja mas Shinchanku tersayang. Ara bawain besok banyak-banyak. Sudah ya, Ara mau kuliner lagi sama papa mama."


"Makan apa kamu Ra?" tanya Zinnia.

__ADS_1


"Nasi gandul."


"Duh enaknya..." ucap Zinnia.


"Mbak, Ojo ngidam sekarang. Syulit untuk membawa kan ke dikau" celetuk Arabella.


"Besok aku cari resepnya, buat sendiri deh. Tahu soalnya bakalan sulit bawa kemari" kekeh Zinnia.


***


Kamar Valentino.


"Selamat sore Mr Reeves atau malam jika di Indonesia."


"Bagaimana?"


"Fix, Sir. Nona Katya D'Angelo berkuliah di University of Geneva jurusan psikologi."


"Good. Dia tinggal bersama siapa?" tanya Valentino melalui panggilan telepon.


"Miss D'Angelo tinggal sendiri di sebuah apartemen tapi saya melihat ada pengawal bayangan yang menjaga dirinya."


Valentino merasa lega. Setidaknya kamu tidak sendirian.


"Apa ada yang lain?"


"Mr Reeves, apakah anda tahu jika Miss Katya D'Angelo masih berhubungan dengan keluarga McCloud?"


Valentino mengerenyitkan dahinya. "Keluarga McCloud? Mbak Nadira, Eagle, Savrinadeya dan Devan?"


"Sebenarnya bukan mereka, jauh dari itu. Opa Miss Katya D'Angelo adalah Storm Grimaldi, mantan asisten Mr Arjuna McCloud, opa anda Mr Reeves. Dan masih berhubungan dengan keluarga Diazo, keluarga mafia Spanyol yang berteman baik dengan keluarga McGregor, Blair, Bianchi dan McCloud."


Valentino melongo. *Aku tidak tahu!


"Jadi sebenarnya keluarga Katya sudah berhubungan lama dengan keluarga aku*?"


"Benar Mr Reeves."


Valentino mengusap wajahnya. Oh boy...


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2