The Story of Three Brothers

The Story of Three Brothers
Kamu Normal Kan?


__ADS_3

Kediaman Keluarga Takara


Valentino dan Arkananta saling berpandangan, begitu juga dengan kekasih mereka masing-masing, Katya dan Arabella. Yang menjadi sasaran tembak keempat orang itu tentu saja Kedasih Jayanti yang diminta datang oleh Shinichi.


Keempatnya langsung mengajak gadis itu ke ruang latihan Kendo dimana disana sudah ada sepupu mereka yang lain, Garvita, Gabriel dan Eagle yang sedang makan.


"Dengar Dasih, apa yang kamu ketahui dari hubungan Sakura dan manusia corat-coret itu?" tanya Arkananta ke arah gadis manis yang menatapnya bingung.


"Dasih tidak tahu sama sekali, mas Arka. Soalnya kami lebih disibukkan dengan penelitian yang disponsori NASA jadi kamu tidak ingin mengecewakan mereka" jawab Kedasih.


"Kalau kamu mau tahu, harusnya tanya ke aku" sahut Eagle. "Karena Sakura kan tinggal bersama aku di London."


"Itu gimana ceritanya?" tanya Valentino.


"Kalian tahu kan gegeran Sakura datang ke acara fashion show? Nah dari situ, Alessandro dan Raffa semakin gencar mengejar Sakura. Tapi... ada tapinya nih, Alessandro lebih mature dan sopan dalam mengejar adik kita itu" jawab Eagle. "Kalian tahu sendiri kan, manner dan tata krama itu kita sangat junjung sekali."


"Raffa terlalu gusrah gusruh mengejar Sakura" timpal Garvita.


"Kurang elegan" sambung Gabriel.


"Macam Krisna ke Gemintang?" tanya Valentino.


"Nggak seekstrim itu sih tapi lebih menjurus maksa. Maksud aku tidak sampai bikin fitnah ke Sakura gitu" jawab Garvita.


"Kalau Sakura memilih Alessandro, aku tidak heran Vale. Dia fisik dan manner baik menurut ku..." ujar Katya yang membuat wajah Valentino cemberut.


"Apa maksud kamu fisik baik? Apakah fisik aku tidak baik?" pendelik Valentino ke gadis berdarah Spanyol itu.


"Bukan begitu Vale. Aku kan hanya mengatakan jika..." Katya menghentikan bicaranya saat Valentino mendekati dirinya dan menatap lekat mata birunya. "Don't be so jealous, Vale. Aku tidak tertarik dengan pria manapun selain kamu... Eh perkecualian Arsya. Dia memang tampan..."


"Kaaaayyyy" rengek Valentino sebal karena harus bersaing dengan keponakannya.


"Memang ada apa dengan Arsya?" tanya Kedasih bingung. Dia pun juga gemas dengan pangeran cilik itu.


"Katya selingkuh dengan Arsya!" jawab Valentino memelas.


Semua orang di Dojo menatap Valentino dengan tatapan bingung. "What?" seru Garvita namun setelahnya mereka semua tertawa terbahak-bahak.


"Ya ampun V, kalau Katya selingkuh dengan Arsya ya wajar! Arsya pangeran, kamu cuma anaknya pak Hoshi!" gelak Eagle.


"Setidaknya, Katya selingkuh dengan yang lebih berkelas" balas Garvita.


"Reseh deh!" sungut Valentino.

__ADS_1


"Eh, kita itu masih suasana duka kok malah kayak gini sih..." ucap Arabella. "Kedasih, bahagia bisa berbicara lagi?"


"Alhamdulillah senang bisa kembali berbicara dan mendengar suara aku. Kalau kata mas Shin, setidaknya suaraku tidak cempreng macam kucing kecekik."


Semua orang di sana melongo. "Astagaaa anak itu! Cari istilah kok aneh-aneh sih!" gerutu Eagle.


***


Usai drama Sakura dan Alessandro, akhirnya trio kampret bisa bertemu bertiga tanpa Arabella, Katya dan Kedasih.


"Oom Hideo sadis juga pisahain Sakura setahun sama Alessandro" ucap Valentino.


"Meskipun pisah secara fisik, tapi aku yakin mereka masih berhubungan via online." Shinichi menyesap kopinya.


"Aku terkejut melihat Sakura bisa sama anak anggota keluarga Moretti. Karena setahu aku, baik bang Lukie dan bang Antonio memang tidak terlalu dekat dengan keluarga itu. Bang Dante malah ada story kan dengan Alessandro?" ujar Arkananta.


"Kamu sendiri gimana Shin?"


"Yang jelas gue kagak terima kalau sampai si kembang kasturi sama si manusia penuh dengan coretan spidol copic!" balas Shinichi judes.


"Kok jadi spidol copic? Nggak snowman permanen sekalian?" kekeh Arka tapi setelahnya terdiam melihat wajah galak Shinichi.


"Malah membahas spidol... dasar anak Arsitek!" kekeh Valentino.


"Apa maksudmu aku sama Kedasih?" tanya Shinichi dengan wajah bingung yang membuat Arkananta dan Valentino melongo.


"Memang kamu nggak ada gitu rasa tertarik sama Kedasih?" tanya Valentino. "Tertarik begitu? Dia cantik, pintar dan yang paling penting, dia tabah sama elu! Tidak mudah menghadapi seorang Shinichi bukan Kudo yang paling Membagongkan di generasi keenam."


Shinichi menatap Arkananta dan Valentino bergantian. "Memang Kedasih bilang suka sam aku?"


Arka dan Valentino menepuk jidat masing-masing.


***


"Bukan Kedasih bilang suka sama kamu, Bambaaaanngggg! Tapi kamunya sendiri apa tidak tertarik dengan Kedasih Jayanti?" ucap Arkananta gemas.


"Haruskah? Aku dan Burung Nuri itu hanya sebatas peneliti dan asisten."


"Tapi Shinchaaannn, kamu kan cowok. Adik lu udah paham cinta-cintaan, aku sudah punya Kay, Arka sama Ara. Kamu sendiri yang belum punya pacar. Dan satu-satunya cewek yang dekat sama lu diluar circle keluarga itu hanya Kedasih!"


"Lha kalau dekat sama Kedasih kan wajar, wong hampir tiap hari ketemu. Memang kenapa sih kalian? Kenapa aku harus punya pacar sekarang? Memangnya nggak boleh nanti-nanti saja?" jawab Shinichi santai.


"Astaghfirullah! Kamu tuh normal nggak sih!" hardik Arkananta.

__ADS_1


"Normal gimana?"


"Kamu itu tertarik sama cewek nggak sih?" tanya Valentino.


"Astaghfirullah demi semua penghuni planet Namec! Lu kira gue belok gitu? Dengar ya duo kampret! Gue belum pengen punya pacar bukan berarti gue belok Cumiiii! Gue suka cewek tapi tidak sekarang! Yang jadi fokus aku adalah penelitian aku, bagaimana mesin roket aku bisa memuaskan petinggi NASA dan dipakai mereka untuk penjelajahan luar angkasa!" omel Shinichi kesal dengan duo anggota trio kampret lainnya. "Dan aku menganggap Dash-dash seperti Sakura."


"Kamu belum menyadari saja Shin. Karena selain Sakura dan sepupu kita yang lain, hanya Kedasih yang kamu berikan julukan. Coba kamu ingat, apa ada teman - teman kamu saat kuliah yang kamu kasih julukan dan nama aneh-aneh? Aku rasa tidak ada, hanya Kedasih saja" ucap Valentino.


"Kamu kok sekarang menjadi psikolog sih V?" Arkananta menatap sepupunya.


"Lho pacarku kan seorang psikolog jadi secara tidak sadar dan tidak langsung, mempengaruhi pola pikir aku juga dong Ka."


Shinichi hanya mendengarkan ucapan keduanya tanpa ingin berkomentar.


***


Shinichi sedang duduk di kursi taman halaman belakang sambil melamun. Suara langkah kaki membuat pria imut itu menoleh dan tampak Gemintang menghampiri sepupu kandungnya.


"Kamu baik-baik saja Shin?" tanya Gemintang sambil duduk di sebelah Shinichi.


Pria itu meletakkan kepalanya di bahu Gemintang. "No, aku masih terasa kehilangan opa reseh itu."


Gemintang merangkul sepupunya. "Kalau kamu sedih terus, nanti Opa sedih disana."


"Mintang, apa kamu bahagia?"


"Alhamdulillah aku lebih tenang sekarang setelah menjanda..." senyum Gemintang. "Sepertinya di keluarga baru aku yang bercerai ya?"


"Perceraian memang tidak pernah terjadi di keluarga kita meskipun hampir tapi menurutku jika itu jalan terbaik, kenapa tidak diambil. Yang penting kebahagiaan kita." Shinichi menatap sepupu cantiknya.


"Terimakasih sudah mendukung aku, Shin."


"Always Mintang."


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2