
Tokyo Jepang
Tiga hari kemudian Shinichi dan Sakura kembali berangkat bersama apalagi di kampusnya sedang ada acara olahraga antar fakultas dan Shinichi memilih tidak ikut karena saat penyisihan Kendo di fakultas Science, ketua klub Kendo tidak tahan dengan kecerewetan Shinichi saat bertanding.
Meskipun cucu Takeshi Takara itu memang jago Kendo, tapi semua orang tidak betah dengan omelannya yang random dengan berbagai bahasa.
Bukan tanpa alasan Shinichi sengaja ribut tidak jelas, sebab dia sendiri malas ikut acara pertandingan seperti itu. Dia lebih suka menjadi penonton padahal semua di Todai tahu dia adik Luke dan Leia Bianchi yang notabene dikenal jago Kendo. Leia bahkan juara tiga kali selama kuliah disana.
Sakura yang tahu kakaknya memilih mengantarkan adiknya, hanya tertawa mendengar cerita dirinya sengaja cerewet.
"Tapi mas Shin kalau berantem memang cerewet! Ingat nggak waktu aku SD ada yang mau malak aku pulang sekolah terus mas Shin pas lewat, itu ributnya minta ampun.Berantem kok pakai ngomel-ngomel nggak jelas, semua anime disebut..." kekeh Sakura.
"Itu namanya mengganggu konsentrasi lawan, dik."
"Tapi kayaknya nggak cuma lawan yang terganggu tapi penonton juga. Mas Shin tuh kalau mukul semua tokoh anime disebut" ucap Sakura gemas dengan kakak imut nya.
"Kemarin si morotin nggak ganggu kamu kan?"
"Nggak mas. Kan kemarin ada pemantapan siswa kelas tiga jadi dia duduk manis di dalam kelas."
"Moga-moga dia kagak kuliah di Tokyo. Males banget lihat muka dia" sungut Shinichi.
Sakura tertawa sambil memeluk lengan kakaknya. Dibandingkan ayah dan ibunya yang lumayan tinggi, Sakura tidak mewarisi tinggi seperti mereka. Gadis itu memiliki tinggi 168cm dibandingkan dengan Shinichi yang bertinggi 183 cm. Hideo memiliki tinggi 180 cm sedangkan Fayza 177 cm.
Dulu Sakura sempat nangis karena tidak setinggi Shinichi yang kemudian dibalas kakaknya bahwa dirinya harus sunat biar tinggi. Akhirnya keduanya bertengkar dan harus dipisah oleh Hideo dengan ancaman tidak ada uang jajan sebulan.
Keluarga Park boleh dibilang berbanding terbalik dengan keluarga Lexington. Jika setiap hari Fayza dan Hideo dipusingkan dengan keributan dua anaknya, berbeda dengan Freya, kakak Fayza yang menikah dengan Haris Lexington. Dua putri kembarnya Gemini dan Gemintang bisa dibilang akur dan jarang bertengkar jadi Freya yang biasa receh sedikit gabut dengan dua putri nya yang mirip Haris. Suaminya padahal kalah kaku dibandingkan Hideo tapi entah kenapa anak Fayza lebih rusuh daripada anaknya sampai-sampai Freya minta tukeran anak supaya di rumah ramai konde.
"Jadi kamu tiga hari ini aman dong dari gangguan si muka rata" kekeh Shinichi.
"Iya. Mas Shin mau nungguin aku di sekolah? Kan hari ini juga ada festival jadi banyak makanan."
"Memang kamu jaga stand?"
Sakura mengangguk. "Stand Kendo!"
***
Kediaman Keluarga Reeves
__ADS_1
Valentino mendapatkan kabar jika Gasendra dan Zinnia ingin berlibur ke Swiss bersama pada bulan Juni setelah bayinya lahir. Sudah lama Zinnia ingin kesana dan diketahui bahwa Sean tidak bisa keluar Belgia karena kesibukannya disana membuat keluarga Schumacher mengijinkan Zinnia ke Geneva.
Mendengar kakak sepupunya akan terbang ke Geneva, membuat Valentino mendapatkan ide untuk membujuk Hoshi dan Rina agar diijinkan ke Swiss.
Pria imut itu pun keluar kamar dan mencari papa dan mamanya. Beruntung keduanya sedang berada di halaman belakang sambil menunggu tukang kebun memanen mangga.
"Panen?" tanya Valentino ke Hoshi dan Rina.
"Iya. Alhamdulillah banyak lagi ini" senyum Rina. "Kamu kenapa Val? Apa ada yang ingin kamu bicarakan?"
Valentino pun duduk di depan kedua orangtuanya dan Hoshi tahu jika wajah putranya tampak serius, pasti ingin sesuatu.
"Kamu pengen apa, V?" tanya Hoshi tanpa basa basi.
"Pa, kata Sendra, besok Juni, mbak Zee dan Sendra mau main ke Geneva. Katanya mbak Zee kangen sana dan mau memperkenalkan musim panas di Swiss ke babynya. Apa boleh aku ikut?"
Hoshi menatap Valentino dengan tatapan menyelidik. "Memangnya ada apa di Geneva?" Hoshi tahu kalau putranya tidak mungkin pergi kalau tidak ada pasal.
"Ya aku bantuin Sendra jagain mbak Zee lah. Memang ada Jasmine tapi kan mending adiknya yang bantu jagain. Lagipula, aku belum pernah ke Geneva."
Hoshi menatap Rina dengan tatapan 'well? Mama macan kasih ijin nggak'?
"Boleh." Ijin Rina yang membuat Valentino tersenyum lebar.
"Tapi dengan syarat!" Rina menatap tajam ke putranya.
"Apa itu mama macan?"
"Nilai ujian semester genap kamu harus straight A, tidak ada A- atau B satupun. Jika ada, batal!" ancam Rina yang membuat Valentino melongo.
"Oke mama macan! Aku akan berikan straight A!" janji Valentino sambil mengulurkan tangannya ke sang mama.
"Beneran lho ya! Kalau persyaratan dari mama kamu penuhi, baru kamu boleh ke Geneva!"
"Dengar kata mama macan, V. Papa macan hanya mendukung mamamu" sambung Hoshi.
"Oke papa, mama. Deal is deal!" senyum Valentino.
__ADS_1
"Good. Prove it boy!" ucap Hoshi tegas.
***
Sekolah International Tokyo
Raffa melihat Shinichi mengantarkan Sakura ke acara festival di sekolahnya dan wajah remaja berdarah Italia itu tampak kesal karena lagi-lagi Shinichi mendampingi adiknya.
Tampak Pria imut itu asyik mengobrol dengan beberapa para guru dan Raffa baru ingat kalau kakak Sakura itu adalah alumni sekolah ini. Begitu juga dengan duo Bianchi.
Raffa menepuk kepalanya berulang kali. Bodoh kamu Raffa! Kenapa tidak mencari tahu dulu! Idiota! Raffa buru-buru mengambil ponselnya dan mencari tahu keluarga Sakura.
Gara-gara cemburu buta, aku jadi tidak bisa berpikir jernih apalagi harus mengikuti pemadatan untuk ujian akhir. Raffa mengomel dalam bahasa Italia yang membuat banyak orang melihatnya seperti orang aneh.
Perilaku pria itu tidak lepas dari tatapan Sakura yang mengerenyitkan alisnya merasa sebal melihat kelakuan Raffa yang seperti bocah bingung.
"Kenapa tuh si muka rata?" tanya Shinichi yang ternyata juga melihat kelakuan Raffa.
"Kesambet! Mas Shin, kayaknya elu kebanyakan bakar menyan deh jadinya dia sedeng begitu..." Sakura menatap Shinichi yang tahu sempat bilang ingin menyantet Raffa.
"Yeeee, aku belum minta menyan ke Tante Freya..." cebik Shinichi.
Tiba-tiba Raffa menghampiri mereka berdua. "Perché non mi dici che è tuo fratello ( kenapa kamu nggak bilang kalau dia kakakmu )?"
"Devo? ( haruskah )?" balas Sakura judes.
"è un problema se sono suo fratello ( memang masalah kalau aku kakaknya )?" timpal Shinichi yang bersyukur belajar bahasa Italia dari Luke dan Leia serta kedua opa kembar.
"Ovviamente è un problema ( tentu saja menjadi masalah )!" sungut Raffa. "Mi fai sembrare uno stupido ( kamu membuat aku seperti orang bodoh )!"
"vuol dire che sei stupido ( berarti memang kamu bodoh )!" kekeh Shinichi. "
Raffa menatap judes ke Shinichi dan Sakura yang tampak tertawa geli.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️