
Giandra Otomotif Co New York, ruang kerja Bayu O'Grady
Shinichi tampak manyun memikirkan ucapan duo kampretnya tentang dirinya dengan Kedasih. Disini di ruang kerja Bayu, pria imut tampak mengacuhkan saat kakaknya yang berbadan besar itu masuk.
"Shinchan?" panggil Bayu dengan suara bariton khasnya tapi yang dipanggil tampak tidak mendengar. "SHINCHAAANNN!"
Shinichi tergagap. "Eh? Iya mas?"
"Astaghfirullah... Anak ini. Kenapa melamun?" tanya Bayu sambil duduk di kursinya dan menatap adik imutnya yang sama cerdasnya dengan dirinya tapi kelakuan lebih kacau dari dirinya.
"Mas... Apa kalau aku tidak bisa jauh dari Kedasih, tandanya aku suka sama burung cucak Rowo itu?" Shinichi menatap bingung ke Bayu yang sukses melongo.
"Hah? Astaghfirullah... Kamu itu kan cerdas Shin, kenapa jadi Lola begini sih?" Bayu memandangi wajah galau Shinichi dengan perasaan geli. "Shin, apa kamu pernah merasakan hal ini sama dengan teman cewek kamu lainnya?"
"Aku tidak punya teman cewek selama kuliah baik S1 maupun sekarang. Ingat nama saja tidak... Cuma Hedwig, teman cewek aku."
"Hedwig... Burung hantu kah?" Bayu tampak menggaruk kepalanya.
"Bukan, Hedwig itu panggilan ke Kedasih."
Bayu menggelengkan kepalanya merasa pusing dengan banyaknya panggilan satu gadis saja. "Shin, ada berapa banyak panggilan kamu ke Kedasih?"
Shinichi tampak menghitung dengan jarinya. "Banyak..."
"Apa kamu pernah seperti itu? Memberikan nama seenaknya?"
"Ke kembang api..."
"Hah?"
"Ke Sakura, mas."
"Tapi kamu tidak pernah memanggil temanmu lainnya dengan panggilan aneh-aneh kan?"
Shinichi menggeleng.
"Shin, ada kemungkinan besar kamu sudah tertarik dengan Kedasih. Dia cantik, cerdas, bisa tabah sama kamu, kompak sama kamu juga ... Anaknya juga sopan, dan bisa berbaur dengan keluarga kita. Ingat Shin, yang bisa membuat Kedasih bicara lagi siapa? Kamu kan? Tandanya Kedasih juga nyaman sama kamu. Dengar, Kedasih diam-diam sudah ada rasa sama kamu tapi sebagai anak perempuan dan ada darah jawanya, tidak mungkin dia maju duluan..."
Shinichi menatap mata biru kakaknya dengan serius. "Mas Bayu sama Gemma gimana?"
"Lho kok malah bawa-bawa Gemma?"
"Kan Gemma juga cewek yang bisa diandalkan."
__ADS_1
Bayu tersenyum. "Shin, Gemma dan mas Bayu murni profesional dan mas Bayu tidak merasakan seperti kamu rasakan. Sampai kamu bela-belain terbang ke Massachusetts dengan alibi membantu Shane. No, Shin, jika ada cewek yang bisa bikin mas Bayu seperti kamu, berarti fix mas Bayu jatuh cinta dengan dia. Lagipula Gemma sudah jatuh cinta dengan Gasendra dan mas Bayu tidak ada rasa cemburu atau kesal cuma akan kehilangan sekretaris yang selama ini mas cari."
"Burung hantu berarti ada perasaan sama aku ya?"
Rasanya Bayu ingin mencekik adiknya yang biasa dipanggil Kungkang itu. "Iya, bodoh! Kamu pun juga ada! Seriously, Shinchan, kamu benar-benar kalah sama Sakura!"
Shinichi memajukan bibirnya. "Jadi kesal kalau mengingat si manusia spidol itu!"
"Tapi setidaknya Shin, Alessandro gentle mendekati Oom Hideo regularly karena tahu tidak boleh ketemu Sakura jadi dia berusaha menaklukkan appa dan mommymu."
Shinichi semakin dongkol.
"Dah, kamu pikirkan selama perjalanan pulang ke Tokyo. Sekarang kita bahas kerjaan yuk" senyum Bayu.
***
Sebulan pun berlalu dan kini Arkananta sudah berada di Jakarta untuk persiapan lamaran ke Arabella. Sesuai dengan permintaan, acara lamaran Arkananta maunya hanya keluarga Jakarta saja yang datang karena dua Minggu lagi akan dilangsungkan pernikahan jadi mencegah lelah akibat perjalanan jauh serta tanggung waktunya, akhirnya para anggota keluarga besar yang tinggal di luar Jakarta dan Indonesia menuruti saran Bima dan David.
Acara lamaran Arkananta dan Arabella tampak meriah meskipun termasuk sederhana karena hanya Keluarga Reeves, Giandra, Ramadhan dan Lexington yang hadir tapi tetap saja meriah.
Sadawira Yustiono terbang bersama kedua orangtuanya dari Singapura membuat kedua eyangnya senang karena cucu mereka satu itu memang sibuk dengan kegiatannya di kedokteran. Danisha dan Iwan tampak sumringah melihat cucu dinginnya mau ikut acara lamaran sepupunya.
"Eyang" Salim Sadawira ke Danisha dan Iwan. Hanya mereka yang dipanggil eyang oleh Sadawira karena memang Anjani sang ibu mengajarkan panggilan itu dari kecil.
"Alhamdulillah sudah selesai eyang. Tinggal ujian besok Januari untuk sertifikasi."
"Setelahnya?" tanya Danisha.
"Aku ikut internship setahun sampai surat tanda registrasi dan surat ijin praktek keluar lalu aku ambil spesialis penyakit dalam."
"Apa kamu tidak ikut ayahmu yang menjadi dokter spesialis anak?" tanya Iwan.
"No eyang, aku tidak sabar dengan anak kecil" kekeh Sadawira.
"Kamu itu terlalu kulkas, Wira. Nurun siapa sih?" gumam Danisha bingung karena sedinginnya Ega tapi Wira lebih parah.
"Anggap saja mirip Opa Ghani" senyum Sadawira.
Danisha memeluk cucunya. "Eyang putri kangen opa buyutmu itu..." ucapnya sambil terisak.
"Maaf eyang putri... Jadi bikin sedih..." Sadawira memeluk eyang putrinya meskipun sudah berusia lanjut tapi masih terlihat kecantikannya.
***
__ADS_1
Kediaman Keluarga David Hakim Satrio dan Anandhita Ramadhan
"Jangan gelinding lho Ka.." pesan Bima ke Arkananta. "Nanti aib mu bertambah macam Oom Abi kamu. Bayangkan Ka, seumur hidup, seumur hidup ! Saban ada yang menikah, pasti diungkit! Kamu jangan sampai Ka, rasanya nyesek sampai ingin kentut!"
Arkananta yang pagi itu mengenakan batik, hanya bisa melongo mendengar wejangan papanya yang Membagongkan. Memang sih aibnya Oom Abi sampai detik ini tetap berlanjut diumbar saat kemarin bang Sean, bang Dante, bang Pedro, mas Samuel, bang Lukie, bang Tomat dan bang Alexis menikah tapi ya masa aku kena juga harus diingatkan?!
"Pak Bima, jangan bikin anakmu yang ganteng dan menggemaskan ini jadi H2C dong aka harap-harap cemas. Semakin pak Bima begini, semakin doain bakalan ada drama" pinta Arkananta dengan tampang kesal.
"Lho papa kan hanya mengingatkan kamu, Ka."
Arkananta hanya menggelengkan kepalanya kesal mendengar ucapan papanya.
"Arka, mas Bima ayo masuk. Acara sudah mau dimulai" ajak Arimbi yang pagi itu mengenakan kebaya dengan warna senada batik yang dikenakan Bimasena.
Ketiga anggota keluarga Baskara itu pun duduk di kursi yang sudah disiapkan. Ruang tengah yang luas itu ditata oleh David dan Anandhita dengan model lingkaran untuk kursi-kursinya karena yang datang keluarga sendiri jadi seperti acara lebaran seperempat anggota keluarga. Tamu yang diundang diluar keluarga hanya Katya D'Angelo kekasih Valentino dan Kedasih Jayanti yang sedang diproses Shinichi untuk menjadi pasangannya.
Pria imut itu memang sudah berusaha mencari jawaban dengan semua rumus yang diingat dan endingnya, Shinichi tidak bisa tanpa Kedasih di sampingnya. ( cerita Shinichi ngejar-ngejar Kedasih dengan semua rumus, ada chapter pendek nanti. )
"Bisa kita mulai acaranya?" tanya David sambil memandang tamu undangan yang juga keluarga nya sendiri.
"Mulai saja Pid, kelamaan malah bikin lapar" celetuk Hoshi yang datang lengkap.
"Oke." David memberikan kode ke Anandhita untuk memanggil Arabella. Tak lama gadis manis itu keluar dengan kebaya bewarna pink membuat Arkananta melongo.
"Ka, jangan sampai di generasi ini ada kejadian cincin gelinding lho ya!" ledek Valentino membuat Arkananta melirik judes.
"Kenapa sih selalu diingat!" protes Abiyasa O'Grady yang ikut menyaksikan lewat live streaming.
"Karena itu iconic!" gelak Benji durjana.
Sontak acara lamaran itu menjadi ajang gelak tawa generasi keempat dan kelima yang ingat kacaunya acara lamaran Abiyasa ke Gandari. ( Bisa dibaca di My Cold Chef Bonchap Lamaran )
"Reseh kalian!" umpat Abi kesal.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1