The Story of Three Brothers

The Story of Three Brothers
Shinichi dan Hideo


__ADS_3

"Apa maksudmu papa macan main tikung?" tanya Valentino. "Sebenarnya Opa Joshua membuat jurnal dimana? Buku?"


"No, V. Opa membuat jurnal secara digitalisasi dan kamu tahu sendiri kan perusahaan IT nya yang dipegang Oom Benji sekarang kan bisa menyimpan banyak data termasuk dari jaman Opa Bryan generasi kedua yang juga Opa buyut Oom Benji. Jadi kebayang kan bagaimana semua data yang sudah dibuat oleh mereka disimpan secara digital dan tidak hilang."


"Kembali ke papa macan. Apa maksudnya?" tanya Valentino lagi.


"Jadi dulu Oom Hoshi sama Tante Rina itu musuhan..."


"Sampai sekarang. Kalau sudah ribut, kacau..." potong Valentino.


"Nah, ternyata Tante Rina pacaran sama Oom Yudha, sahabat Oom Bima waktu SMA. Dan Papamu yang sudah jatuh cinta sama mamamu, main tikung lah!"


Arabella menatap Shinichi penasaran. "Tapi kalau Tante Rina mau sama Oom Hoshi, berarti Oom Yudha bikin kesalahan dong mas Shin?"


"Iya tapi aku tidak bisa mengaksesnya. Hanya disebutkan, Oom Hoshi membuat Tante Rina membatalkan pertunangannya sama Oom Yudha."


"Tapi Oom Yudha kan sudah menikah dengan dokter Atifa Syarief dan tinggal di Dubai" ucap Valentino. "Aku pernah bertemu sekali waktu kesana karena dikenalkan Papa."


"Ya pokoknya gitu deh. Aku tidak tahu apa tapi kayaknya memang jodohnya Tante Rina itu sama bokap lu."


Valentino mengangguk. "Apa kita sebagai cucunya bisa mengakses jurnal Opa Joshua?"


"Nanti aku berikan linknya karena itu banyak rahasia keluarga jadi hanya kita - kita yang bisa mengakses. Aku tar bilang ke bang Lukie kalau kamu mau tahu sejarah keluarga kita."


"Oke. Terus ada cerita apalagi?"


"Banyak V, aku tidak ingat satu persatu lah tapi yang aku ingat memang cerita Oom Hoshi dan Oom David."


"Aku penasaran, papa seperti apa ya pas jadi waria" gumam Arabella.


"Pasti cantik tapi berotot" kekeh Valentino yang membuat Shinichi dan Arabella terbahak.


***


Setelah menempuh perjalanan hampir empat jam, akhirnya mobil hitam itu tiba di mansion Giandra. Arkananta benar-benar terbangun tepat tiga jam tidur di mobil.


"Kok sudah sampai?" gumamnya dengan nada masih mengantuk.


"Sudahlah, kamu tidur soalnya Ka" jawab Valentino.


Arkananta langsung menatap judes ke Shinichi. "Kamu kasih aku obat tidur ya?"


"Tapi jadinya segar kan?" senyum Shinichi.

__ADS_1


"Hiiishhhh kamu tuh!" Arka pun turun yang disusul Arabella.


"Mas Arkaaaa! Tunggu!"


Valentino dan Shinichi hanya tersenyum. "Setidaknya perjalanan tadi nggak dengar drama antara Arka dan Arabella."


"Itu maksud aku, Val" seringai Shinichi.


***


Meja makan keluarga Giandra


"Jadi chef Alan sudah disana? Syukurlah, kasihan Zee kalau ngidam nggak ada yang bisa masakin" ucap Arum lega mendengar salah satu chef RR's Meal bersedia tinggal di Indramayu selama fase ngidam Zinnia.


"Mbak Zee langsung habis dua pretzel begitu sudah dibuatkan chef Alan dan benar Oma, rasanya enak banget! Jadi ingat Jerman deh!" ucap Arabella.


"Jadi baby-nya nggak ngeces nanti" timpal Amaranggana.


"Benar Tante Amara" sahut Shinichi. "Lho si rem blong kemana?" Pria imut itu mencari adik sepupunya, Remy.


"Pergi sama Oom Arga. Ada tindakan di rumah sakit" jawab Amaranggana. "Kayaknya Remy ingin mengikuti jejak papanya menjadi dokter bedah."


Semenjak menikah dengan Anarghya, Amaranggana putri Kris Ruiz, memutuskan tinggal di mansion Giandra. Bukan tanpa alasan tinggal disana karena sekalian menemani kedua mertuanya, Bara dan Arum yang sudah berumur. Bahkan Amara memutuskan untuk pensiun dari PRC Group demi merawat kedua mertuanya.


"Kalian jadi pulang ke Tokyo sore ini?" tanya Bara ke Hideo.


"Jadi Oom Bara sebab besok kami harus bekerja dan sekolah" jawab Hideo.


"Salam buat Takeshi, Fumiko, Marco, Mario, Marissa dan Josephine ya."


"Tentu saja Oom Bara."


***


"Dad..." panggil Shinichi ke Hideo yang mengernyitkan keningnya. Jika si anak satu ini sudah memanggil Dad pasti ada sesuatu yang serius.


"Apa Shin?" tanya Hideo.


"Bisa bicara sebentar sebelum kita pulang. Aku tidak mau mommy dan Sakura tahu."


Hideo mengajak Shinichi ke sofa depan ruang gym.


"Kamu mau bicara apa, Shin?"

__ADS_1


"Appa kan sudah tahu soal Sakura yang ditantang Raffa Moretti?"


"Lalu kenapa? Luke yang sudah membereskan. Apa kamu mau menantang Raffa?" senyum Hideo.


"Bukan. Hanya saja aku dan appa harus berhati-hati dengan dua kakak beradik Moretti itu."


Hideo menatap putranya serius karena dilihatnya wajah Shinichi tidak ada jenaka nya sama sekali.


"Kamu takut jika kedua kakak beradik itu mengincar adikmu?" Hideo memastikan perasaan Shinichi.


"Iya appa. Aku waktu di Indramayu memeriksa semuanya dan mata kedua kakak beradik Moretti itu seperti appa menatap mommy. Ada rasa yang tidak bisa diungkapkan tapi aku tahu itu cinta."


Hideo mengusap kepala Shinichi. "Shin, appa tahu kamu sangat khawatir dan insyaallah tidak terjadi apa-apa. Mereka berdarah Italia dan kamu tahu sendiri kan pria Italia suka sok love at first sight jadi bisa saja setelah tahu adikmu tidak perduli, mereka juga tidak tertarik. Bisa saja itu hanya perasaan senang sesaat apalagi mereka masih muda."


"Tapi aku tetap saja khawatir Appa. Kan appa tahu sendiri Sakura kadang polosnya saingan sama Arabella dan Juliet."


"Shin, appa tahu tapi kamu harus memberikan kepercayaan sama adikmu bahwa dia bisa mengatasi nya. Lagipula, siapa yang betah dengan gadis cerewet macam adikmu yang sama kacaunya sama kamu" kekeh Hideo. "Kadang appa bingung dengan kalian berdua. Appa dan mommy bukanlah orang-orang yang cerewet macam Tante Freya tapi kenapa keluarnya kamu dan Sakura ya?"


"Appa salah mbatin waktu ngadon aku sama Sakura" cengir si imut itu yang langsung mendapat pitingan dari Hideo.


"Tahu apa kamu soal ngadon, hah!"


Shinichi terbahak mendapatkan KDRT dari Hideo.


"Jadilah anak lelaki yang dibanggakan Shin. Jangan tiru kesalahan Appa waktu muda. Beruntung mommy mu mau memaafkan appa, beruntung Opamu mau memaafkan appa. Jujur, appa tidak tahu apa yang akan terjadi pada appa kalau mommymu waktu itu minta berpisah."


Shinichi memeluk erat Hideo. "Shin janji appa, akan menjadi anak yang dibanggakan. Bisa melindungi appa, mommy dan Sakura."


"Jika kamu sudah menemukan jodohmu Shin, jangan kamu sia-siakan, jangan kamu sakiti. Karena jika kamu melakukan kesalahan, kamu akan kehilangan sesuatu yang berharga dan kesempatan untuk mendapatkan kembali itu sangat kecil. Appa beruntung karena semuanya bisa menerima appa termasuk Opa Javier, salah satu tetua yang sangat dihormati di generasi keempat dan kelima."


Shinichi mengangguk. "Terimakasih appa. Shin sayang appa."


"Appa juga sayang Shin."


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2