The Story of Three Brothers

The Story of Three Brothers
Shinichi Bukan Kudo


__ADS_3

Kita tinggalkan Valentino sejenak untuk berkenalan dengan kungkang eh... Shinichi Kojima Sky Park


Bagi penggemar klan Pratomo pasti tahu kan asal muasal kelahiran Shinichi, yang ibunya Fayza Sky dan ayahnya Hideo Kojima Park, menikah karena dendam...awalnya malah jadi cinta beneran. Bahkan Hideo sudah pasrah jika nyawanya dicabut oleh Ashley Sky, ayah Fayza. ( Baca Love and Revenge of Mr Mafia ).


Oke, kita skip cerita kedua orang tua Shinichi yang berbeda karakter. Hideo adalah blasteran Jepang Korea Selatan sedangkan ibunya Fayza, berdarah Amerika Serikat. Shinichi tampak bule tapi tidak menutup darah Asianya. Berbeda dengan adiknya yang beda dua tahun bernama Sakura Kojima Sky Park, yang menurun darah bule sang mommy.


Cerita ini kita mulai saat Luke Bianchi meminta bantuannya untuk mengeluarkan kakak sepupunya Zinnia Hadiyanto Léopold dari Belgia.


***


Mansion Al Jordan Tokyo Jepang


"Jadi kamu mau bawa keluar Zee dari Belgia?" tanya Fayza ke keponakannya, Luke Bianchi. Keluarga Park sedang berkunjung ke keluarga Bianchi untuk membahas fitnah yang diberikan keluarga Sean Léopold ke Zinnia.


"Iya Tante. Kami mau bawa keluar Zee dari Belgia."


"Kami? Siapa saja kami itu Luke?" tanya Hideo.


"Aku, Leia, Blaze dan trio kampret."


Fayza dan Hideo menoleh ke arah putranya yang hanya memasang wajah polos.


"Tenang appa dan mommy, semuanya sudah aku bereskan, termasuk koper, kamarku juga sudah aku bereskan, semua sampah di kamar sudah aku buang jadi kesimpulannya aku macam anak Pramuka yang hendak kemping" cengir Shinichi.


"Sekolah kamu? Sudah mengajukan ujian online? Kamu itu mau ujian lulus SMA lho Shinichi." Hideo menatap dingin ke bocah imut itu.


"Oh appa, janganlah berikan aku tatapan yang dingin seperti itu. Ini tuh masuk musim semi, musim bunga, mbok yang cerah gitu lho..." Shinichi mengerjap-ngerjapkan matanya.


"Ichiiiii" desis Fayza yang gemas dengan putra sulungnya. Apakah gara-gara aku hanya ingat mas Bima jadinya rusuhnya menular di Ichi ya?


"Mommy, don't worry be happy. Sudah aku mintakan ke sekolah aku lah! Aku tahu pendidikan itu penting, dan yakinlah bahwasannya aku akan lulus SMA dengan nilai sedikit memuaskan."


"Astaghfirullah! Shinichi!" hardik Hideo kesal.


"Appa, kan aku belum tahu hasilnya gimana? Janganlah menghitung berapa anak ayam yang menetas kalau masih dalam proses dierami induknya."


Luca, Emi, Marco, Marissa, Mario dan Josephine tertawa terbahak-bahak mendengar argumen anak imut itu.


"Lama-lama gue buang ke Amazon!" geram Luke kesal.

__ADS_1


"Ya Allah bang Lukie, nanti kalau kamu kangen aku repot! Soalnya aku bakalan ilang bersama kungkang."


"Gue pasang GPS ke badan lu!"


"Kok jadi kayak film Ghost in the Shell ya?" gumam Shinichi tanpa dosa.


Sakura sang adik, hanya santai mendengar keributan kakaknya sembari membaca novel karena dia sudah biasa mendengar ucapan unfaedah yang keluar dari mulut Shinichi.


"Luke, opa sarankan, bawa sake banyak-banyak sebagai obat pening kamu!" kekeh Mario.


"Ohya! Harus itu! Trio Kampret kan memang biangnya darting terutama bocah sok imut itu!" Luke menatap judes ke Shinichi.


"Bang Lukie itu gimana sih? Aku kan memang imut dan menggemaskan macam Ewok dan Chewbacca" kekeh Shinichi sambil memegang anjing Pomeranian milik Leia Bianchi.


***


Meskipun semua orang suka gemas dan darting dengan bocah imut itu, tapi para sepupunya mengakui otak Shinichi memang cerdas. Selain Nadira, Shinichi mampu bahasa isyarat karena sepupu mereka, Savrinadeya putri Rama dan Astuti McCloud terlahir dengan tuna rungu seperti ibunya.


Selain bahasa isyarat, Shinichi bisa membaca gerakan bibir berbagai bahasa yang sering membuatnya heboh sendiri. Hideo yang tahu kelebihan putranya selalu berpesan jangan pernah membaca bahasa bibir di keluarganya karena bisa jadi itu sesuatu yang rahasia.


Selain mampu tujuh bahasa, Shinichi juga dikenal sepupunya sebagai orang yang bisa menasehati jika sedang dalam mode serius. Dan semua di keluarganya tahu, Shinichi paling sayang dengan Zinnia, karena baginya hanya Zinnia lah yang selalu membelanya jika sepupu yang lain marah-marah padanya.


Meskipun tidak tampak, tapi remaja berusia 17 tahun itu memendam kemarahan yang besar pada keluarga Belgia dan Sean sendiri yang tidak membela istrinya.


***


Shinichi dan Leia Bianchi kembali dari Belgia langsung menuju Tokyo karena Opa mereka berdua harus menjalani pemasangan ring jantung. Takeshi Takara adalah ayah kandung Emi Takara, yang menikah dengan Fumiko Kojima, ibu kandung Hideo Kojima Park.


Sempat menjadi kebingungan posisi keduanya di keluarga besar Pratomo tapi akhirnya mereka tidak memperpanjang karena sudah menjadi bagian keluarga.


"Mbak Leia, kira-kira berapa lama ya operasi nya Opa?" tanya Shinichi setelah mereka semua ada di rumah sakit Tokyo University karena Fuji Al Jordan menjadi dosen tamu disana. Dokter jantung senior yang juga sepupu kandung kembar JM itu, menjadi ketua Tim operasi Takeshi Takara.


"Mbak Leia tidak tahu, Shin. Berdoa saja Opa sukses operasinya. Kan dihandle Opa Fuji."


"Keluarga kita itu memang punya segalanya."


Leia menoleh ke arah adiknya menanti ucapan absurd muncul dari bibirnya.


"Cari dokter, ada semua. Dokter jantung ada Opa Fuji dan Opa Nathan, dokter Obgyn ada Oma Gendhis dan Oma Rani, dokter anak ada Oom Ega dan Oma Seira, dokter syaraf ada Oma Haura, dokter bedah ada Oom Joey dokter gigi ada Tante Georgina. Lumayan lengkap kan mbak?"

__ADS_1


Leia tersenyum. "Tumben kamu nggak absurd. Ngomong-ngomong kamu jadinya daftar kemana kuliahnya?"


"Todai lah! Macam Oom Luca, mbak Leia dan Bang Lukie."


"Ambil apa?" Keduanya sedang berada di ruang tunggu dengan wajah sedikit lelah karena masih mengalami jetlag.


"Fisika!" jawab Shinichi tegas.


"Hah? Aku kira kamu bakalan ambil IT atau kedokteran."


"Ada alasannya mbak..."


"Apaan?"


"Jadi aku tuh nonton marathon The Big Bang Theory dan aku tahu mereka sarjana fisika kecuali si Howard yang insinyur aeorspace. Aku tertarik karena mereka membuat roket."


"Shin, jaman sekarang roket sudah mendarat ke mars. Lha kamu buat roket mau kemana? Jupiter?"


"Bukan. Aku mau ke planet Namec!" cengir Shinichi dengan wajah polos.


"Planet Namec? Mana ada Shinchaaannn! Itu kan cuma ada di komik Dragon Ball! Jangan bilang kamu mau cari tujuh bola itu?" Leia memegang pelipisnya dan rasa jetlag nya semakin terasa setelah mendengarkan ucapan absurd adik sepupunya.


"Aku yakin itu ada mbak" eyel Shinichi.


"Shin, kepala mbak Leia pusing karena masih jetlag, jangan kamu tambahkan lagi argumentasi kamu yang ga jelas itu!" desis Leia kesal.


"Mbak, kita kan di rumah sakit. Kenapa nggak sekalian periksa? Minta obat biar ilang jetlag nya. Kok nggak kepikiran sih mbak?" celetuk Shinichi.


Leia mendelik sengit ke arah adiknya yang masih menatap polos ke dirinya.



Biang darting


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2