
Halaman Pemakaman keluarga Takara Ueno Asakusa Tokyo
Sakura berjalan gontai dan rasa kehilangan itu makin terasa apalagi dirinya merasa tidak ada bahu yang nyaman untuk disenderkan. Jujur dia memilih ada Alessandro di sebelahnya, menemani dirinya melewati rasa duka kehilangan Opa rusuhnya. Sakura tahu tidak hanya dirinya yang kehilangan tapi Oma Fumiko jauh kehilangan suami yang juga cinta pertamanya.
Cinta Pertama. Sakura masih merasa apakah keputusan perasaannya benar dengan melabuhkan hatinya ke Alessandro, manusia spidol yang membuatnya campur aduk tapi selalu ada rasa manis disana.
Bagaimana dengan appa dan mas Shin? Mereka berdua kan paling menentang si Uno... Kok macam bang Dante dulu ya?! Sakura melangkah menuju mobil mereka dan langkah nya terhenti saat melihat pria yang sedang dipikirkannya berdiri disana dengan coolnya bersama Steven Hamilton.
Melihat pria yang menjadi tambatan hatinya datang, tanpa berpikir gadis itu langsung berlari menuju Alessandro. Beruntung hari ini dirinya tidak memakai kimono, tapi gaun hitam dan Coat hitam.
Alessandro langsung membawa Sakura dalam pelukannya seolah memberikan kekuatan dan kenyamanan disana serta penghiburan karena dia tahu bagaimana sayangnya Sakura dengan anggota keluarganya apalagi yang meninggal ini adalah opanya sendiri.
"Maaf aku terlambat Tulip" ucap Alessandro penuh perasaan sambil mencium pucuk kepala Sakura.
"Tidak apa-apa. Yang penting datang" ucap Sakura sambil memeluk erat tubuh kekar itu.
"SAKURA!" bentak Fayza yang terkejut melihat putrinya seperti itu, sama dengan anggota keluarga yang lain.
Leia dan Dante beserta Rin bisa melihat hawa dingin menyeruak dari Hideo dan Shinichi, hawa yang dibaluti amarah melihat bunga keluarga Park main peluk dengan seorang pria yang dicoret dari calon kekasih Sakura.
Sakura pun melerai pelukannya lalu berbalik ke arah keluarga nya. "Mom, Appa..."
"MASUK MOBIL!" bentak Fayza lagi. Putri bungsu Ashley Sky dan Kristal Ruiz itu jarang marah tapi sekalinya marah, Hideo pun bisa kalah dengannya.
Sakura mendongak ke arah Alessandro. "Masuk ke dalam mobil Tulip. Aku tidak apa-apa."
Gadis itu pun mengangguk lalu berjalan masuk ke dalam mobil setelah Fumiko dan Emi masuk dengan diikuti sang ibu yang menyempatkan menoleh ke arah Hideo. "Sayang, kamu urus manusia spidol itu!"
"Absolutely, Darling" jawab Hideo.
"Kalian pulang saja dulu, biar kami berempat yang urus" ucap Luke ke arah Leia, Dante dan Rin. "Kasihan Oma Fumiko. Kalian langsung ke rumah Opa rusuh..." Luke sedikit tercekat mengucapkan panggilan kesayangan Takeshi. "Rin, Leia, tolong temani Oma dan okasan. Mereka berdua tampak kacau."
"Baik, sayang. Kalian jangan bunuh-membunuh" pesan Rin sambil mencium pipi Luke sebelum masuk mobil.
Dante menepuk bahu iparnya setelah menyusul istrinya dan Rin masuk ke dalam mobil.
"Luca, Hideo, aku ikut berduka cita" ucap Steven Hamilton sambil memeluk sepupu iparnya.
"Thanks Steve. Apa kamu keberatan jika kamu ikut Leia dan Dante pulang? Aku dan Luke ada pekerjaan" pinta Luca yang harus hadir untuk menjadi penengah gegeran antara Park dan Moretti.
"Oke Luca. Kalian mau bawa kemana kilennku" tanya Steven.
__ADS_1
"Markas Takara" jawab Luke.
***
Markas Yakuza Takara
Keempat pria menatap Alessandro dengan tatapan marah, sebenarnya Hideo dan Shinichi yang menatap double marah dibandingkan Luca dan Luke Bianchi.
"Signor Park..."
BUGH!
Luke menepuk jidatnya melihat Shinichi sudah maju meninju Alessandro. "Brengseeekkk kau Manusia spidol!"
"Shin!" panggil Hideo dingin membuat Shinichi mundur, mempersilahkan appanya yang maju. Luca dan Luke hanya saling berpandangan.
Kok kita macam déja vu ya?
Hideo menatap dingin ke arah Alessandro dengan sedikit mendongak karena pria itu lebih tinggi darinya. "Sudah berapa lama?"
"Apanya Signor?" tanya Alessandro takut salah jawab.
"Lima tahun!" jawab Alessandro lugas. "Lima tahun saya mengejar Sakura tapi soal kami akhirnya memiliki hubungan spesial, enam bulan terakhir ini."
"Apa kamu sudah mencium Sakura?"
"Sudah..."
BUGH!
Hideo meninju Alessandro sekuat tenaga dan pria itu diam saja, tahu bagaimana rasanya seorang ayah yang harus melindungi bunga keluarga nya.
"Aku tidak mau putriku berhubungan dengan mafia!" hardik Hideo.
"Tapi Signor Park..."
"Dengarkan aku Alesandro! Aku larang kalian berhubungan! Lebih baik kamu pergi sekarang atau Sakura yang aku tarik dari London dan menghilang!"
Wajah Alessandro tampak terkejut. "Anda tidak bisa melakukan itu! Saya dan Sakura saling mencintai!"
"Sakura putri saya. Jadi saya berhak melindungi putri saya!" Hideo menatap tajam ke arah Alessandro.
__ADS_1
"Signor Park..."
"Morettti! Kamu dengar appaku kan?" sambung Shinichi dengan wajah dingin membuat Luke terkejut melihat si Kungkang sangat berbeda.
Si Kungkang kalau lagi keluar judesnya benar-benar mirip Oom Hideo dan Opa Ashley.
Alessandro tiba-tiba bersimpuh di depan Hideo seperti orang Jepang yang memohon. "Tolong Signor Park, jangan pisahkan saya dengan Sakura. Please."
Hideo menatap dingin ke arah pria bertatto itu.
"Hideo, Katsute no anata no yō ni ( seperti kamu dulu ya )?" kekeh Luca dengan bahasa Jepang karena tahu Alessandro tidak bisa berbahasa itu.
"Jōkyō wa kotonarimasu ( Situasinya berbeda )!" balas Hideo tanpa mengalihkan pandangan dari Alessandro.
"Chigai wa, Alessandro ga Sakura to kekkon shite inai kotodesu ( Bedanya Alessandro belum menikahi Sakura ). Anata ga motte iru ma ( sedangkan kamu sudah )." Luca mendekati Hideo dan Alessandro yang masih tetap bersimpuh.
"Dici sul serio con Sakura ( apakah kamu serius dengan Sakura)?" tanya Luca ke Alessandro dengan bahasa Italia.
"Molto serio ( Sangat Serius )!" jawab Alessandro tegas ke arah Luca dan Hideo bergantian.
Luca tersenyum smirk. "Chansu o ataerubekida to omou ( aku rasa kamu harus memberikan kesempatan )" ucap CEO AJ Corp Asia Timur dan Tenggara itu.
"Nani ( Apa )?" pendelik Hideo ke iparnya.
"Dante no yōsu ga wakarimasu ka? Saigo ni Leia mo ( Kamu lihat kan bagaimana Dante? Akhirnya Leia sama dia juga )" jawab Luca. "Kamu harus ikut aturan keluarga kita Moretti."
"Apa itu Signor Bianchi?"
"Sunat!" jawab Shinichi judes.
Alessandro melongo. What?
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1