
Sebulan Kemudian... Menjelang Pernikahan Valentino dan Katya...
"Haaahhh? Dua kali?" seru Valentino ke Katya saat mencari cincin kawin di toko perhiasan milik keluarga Baskara.
"Iya. Mommy maunya begitu. Ijab di Jakarta, ngunduh di Madrid" jawab Katya kalem.
"Ya ampun Kay, nggak usah. Kan jadi repot..."
"Kamu macam tidak tahu keluarga aku V. Opa Storm itu sponsor utamanya acara di Spanyol" senyum Katya sambil melihat-lihat berbagai desain cincin kawin.
"Oom Gala dan Tante Bernadette tidak bisa menolak kan?"
Katya menatap Valentino dengan mata birunya yang indah. "Siapa yang bisa menolak Opaku yang ganteng masa mudanya itu, oh dear Valentino."
Valentino hanya tersenyum. "Setidaknya para opa dan Oma yang tinggal di Eropa bisa datang ke Spanyol karena perjalanan pun tidak selama ke Jakarta."
"Nah, benar kan sayang? Bagaimana kalau kita buat dua undangan. Buat yang bisa datang di Jakarta silahkan tapi buat opa dan Oma yang di Eropa, lebih baik ke Madrid." Katya tersenyum. "Bagus kan idenya? Lagipula, aku yakin tujuan Opa Storm itu supaya bisa kumpul dengan Opa-opa dari London."
Valentino mengangguk.
"So, Valentino, kita pilih yang mana ini?" tanya Katya sambil memperlihatkan sepuluh model cincin kawin disana.
***
Apartemen Arkananta dan Arabella
__ADS_1
"Mas Arkaaaa!"
"Apa?" Arkananta yang baru saja selesai mandi menjawab panggilan istrinya.
"Ayo makan siang!" ajak Arabella.
Arkananta memakai kaos rumahnya bewarna hitam dan celana pendek bewarna coklat. Sudah sebulan mereka menikah dan tetap saja setiap hari selalu ribut unfaedah.
Pria itu menuju meja makan dan melongo melihat menu makan siang ini. Bandeng presto goreng, otak-otak bandeng, bandeng serani dan sambal serta lalapan.
"Ara, ini kenapa hari ini menunya serba bandeng? Mana sayurannya cuma lalapan? Yang benar saja! Lama-lama mukaku macam tambak bandeng!" ucap Arkananta sambil duduk.
Arabella pun manyun. "Nggak mau makan, ya sudah! Sini Ara masukkan lagi ke lemari!" ucap Arabella sambil membawa piring berisikan lauk bandeng ke dalam lemari makan.
"Lha beneran dimasukin? Ara! Katanya suruh makan?"
"Ya nggak semua bandeng dikeluarkan, Araaaa... Nggak semua bandeng digoreng dan diolah! Kan bisa dibagi-bagi. Kalau di kulkas kan bisa tahan dua sampai tiga hari..." balas Arkananta.
David dan Anandhita memang kemarin jalan-jalan ke Semarang lalu membawakan oleh-oleh bandeng pretso banyak karena Arabella penggemar bandeng olahan itu. Tapi kalau dimasak semua kan ya mbelenger...
"Sudah! Mas Arka makan aja nggak usah protes!" ucap Arabella judes lalu memberikan kepala dan ekor bandeng ke Arka.
"Ara, kok mas Arka dikasih kepala sama ekor doang? Dagingnya dikit ini..." protes Arkananta.
"Habis, mas Arka sudah bikin kesal Ara! Jadi nggak dapat dagingnya! Kalau mau, makan saja daging yang di bandeng serani!" balas Arabella cuek.
__ADS_1
"Allahuakbar anaknya Pak Dapid dan Bu Dhita satu ini yaaaa..." sungut Arkananta sambil mengambil mangkok dan menuangkan daging bandeng dari bowl besar yang berisikan menu bandeng serani. Arka pun mencicipi makanan berkuah yang menggunakan belimbing wuluh dan cabe rawit serta tomat selain potongan daging bandeng.
Arka menatap Arabella yang asyik makan dengan tangan.
"Kenapa? Nggak enak?" tanya Arabella.
"Ara, bandeng serani kamu..."
"Kenapa?"
"Enak banget!" puji Arkananta.
"Alhamdulillah..." senyum Arabella. "Makanya nggak usah protes! Sudah bagus aku mau masakin."
Arkananta mengacuhkan omongan istrinya dan menikmati acara makan siang dengan kuah bandeng serani yang segar itu.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Sorry pendek, aku ada urusan dunia nyata. Nanti aku sambung
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️