The Story of Three Brothers

The Story of Three Brothers
Harusnya Bawa Freya


__ADS_3

Somewhere di sebuah gudang dalam hutan Sandy...


Gandari menatap pria yang sedang asyik mondar mandir menunggu telepon dari FBI. Pria yang bernama Theodore Lavender aka Michael Shawn itu beberapa kali melirik ke arahnya dengan tatapan melecehkan tapi tidak mendekatinya. Gandari sudah bersiap jika pria itu macam-macam dengannya, dia akan melawan sekuat tenaga.


Ibu dari Bayu itu berusaha untuk tetap tegar meskipun pikirannya berkecamuk memikirkan suaminya yang kena tembak. Abiyasa tadi memang berusaha melawan Michael dan berakhir dengan tembakan di bahunya yang membuatnya ambruk.


Rasanya melihat suaminya yang sudah mendampinginya seperempat abad lebih terkapar, membuat Gandari histeris tapi pria itu sudah menariknya masuk ke dalam mobil. Gandari tidak tahu apakah Abi masih hidup atau tidak karena dia tadi tidak melihat arah peluru itu kemana.


Meskipun pikirannya kalut dan panik, Gandari berusaha untuk berpikir rasional karena bukan tidak mungkin dirinya juga akan dibunuh nantinya. Diam-diam wanita cantik itu memencet sebuah tombol kecil di gelang Cartier nya yang merupakan hadiah ulang tahun pernikahan mereka yang ke sepuluh dan sejak saat itu Gandari tidak pernah melepaskannya.


Di dalam gelang itu terdapat GPS nano mikro buatan Jang Geun-moon yang diberikan ke semua anggota keluarga Pratomo melalui aksesoris favorit masing-masing keluarga. Abi memilih gelang cinta Cartier dengan bertahtakan berlian sebgai alat GPS Gandari.



"Aku rasa keluarga mu akan membujuk FBI membebaskan aku!" ucap Michael dengan percaya dirinya. "Mereka tidak ingin kehilangan kamu seperti mereka kehilangan suamimu!"


Gandari hanya menatap datar dan dirinya yakin, putranya pasti tanpa ampun akan menghajar penculik mommynya apalagi Bayu sangat mencintai kedua orangtuanya meskipun mereka sering berdebat.


"Aku rasa kamu akan keluar di dalam kantong mayat!" jawab Gandari dingin. "Karena kamu tidak tahu berhadapan dengan siapa!"


Pria itu tertawa. "Justru kamu yang akan ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa!"


Gandari memilih untuk diam agar tidak memancing emosi penculiknya.


***


Mansion Blair Staten Island


Bayu membuka meja kerja Opanya dan melihat pintu dekat lemari buku terbuka. Koleksi senjata dari jaman Opa Edward dan Opa Duncan tampak terawat dan tertata rapi. Pria itu mengambil sebuah shotgun dan sebuah Glock.


"Nad, kamu ambil apa?" tanya Bayu.


"Aku ambil Glock saja" jawab Nadya yang segera mengambil satu Glock bewarna pink. "Oma Yuna, aku pinjam dulu si pinky."


Omar Zidane dan Billy Boyd hanya melongo melihat koleksi senjata keluarga Blair.


"Are you nuts!" seru Omar ke Bayu dan Nadya yang sedang mengenakan rompi anti peluru.


"Ini belum seberapa. Masih banyak di tempat lainnya" jawab Nadya kalem.


"Ayo, berangkat!" Bayu mengajak Nadya menuju helipad dibelakang mansion.


***


Coney Island Beach, Staten Island


Dua helikopter itu mendarat di halaman kantor polisi Coney Island dan Chris Bradford langsung menemui sersan yang bertugas disana lalu membuat taktik penyergapan ke Michael Shawn.


"Ingat, ada sandera disana, Mrs Gandari O'Grady, istri dari Mr Abiyasa O'Grady" ucap Chris.


"Kapten, bukankah dia ipar anda?" tanya Sersan itu.

__ADS_1


"Iya benar. Dan untuk kali ini saya minta kita tangkap hidup-hidup!" Chris menatap Bayu tajam.


"Aku tidak janji Oom" balas Bayu.


***


Ketujuh orang bersama dengan satu tim kepolisian Coney Island bergerak menuju ke sebuah hutan pohon Pinus yang jarang ada pengunjungnya karena memang termasuk hutan yang dilindungi.


"Pondoknya dimana Bay?" bisik Bimasena yang tadi mendapatkan Omelan dari Hoshi karena tidak bisa ikut gegeran. Benar-benar deh si muka cewek satu itu! Sudah mantu masih saja ngereog rusuh!


"Masih sekitar satu kilometer lagi Oom" ucap Bayu melalui earpiece.


"Mas Bayu, dia sendirian" ucap Arka yang memeriksa melalui jaringan satelit melalui perusahaan milik Benji.


"Hanya ada dua orang disana berdasarkan dari thermal human body" sambung Valentino yang memutuskan meminjam mainframe milik MIT untuk mengakses satelit bersama dengan jaringan milik Benji.


"Mommy ku di sebelah mana?" tanya Bayu.


"Tante Gandari berada dekat pintu belakang kabin. Si Michael tampaknya sedang mondar mandir berdasarkan panas tubuhnya" ucap Arka.


Setelah menempuh perjalanan masuk hutan sekitar setengah jam dan selama itu Pedro bersama dengan Isobel memutuskan untuk menerima tawaran untuk menukar nyawa Gandari dan kebebasan Michael menuju Mexico, Bayu dan rombongan melihat pondok tempat Gandari disekap.



"Mas, horor suasananya" bisik Nadya.


"Harusnya bawa Tante Freya kemari..." Suara Bayu menghilang ketika ketiga Oomnya menatap tajam.


Nadya tersenyum simpul.


"Bay, kamu ke belakang biar Oom maju" perintah Chris.


"Nad, Omar, Billy cover me." Bayu mengendap di sebelah truk yang membawa Gandari ke hutan.


Mereka berempat tiba di pintu belakang pondok dan Bayu bersyukur gemboknya di luar bukan dalam pondok.


"Mom...mom" bisik Bayu ke arah Gandari yang terduduk melalui celah pintu. Dirinya bisa melihat tangan ibunya terikat di belakang dari pintu yang bisa terbuka sedikit. "Tenang, Daddy hidup."


Bayu melihat tangan ibunya yang memberikan kode jempol kepadanya. "Hang in there, mom. Kami akan menyelamatkanmu."


Gandari memberikan kode oke.


"THEODORE BUKAN ROOSEVELT!" teriak Chris membuat David dan Bimasena melongo. Malah manggil nama presiden Amerika Serikat ke 26 itu.


"Elu kenapa ikutan gesrek, Cumiiii!" desis David.


"THEODORE LAVENDER! MENYERAH LAH! KAMU SUDAH TERKEPUNG!"


"KALIAN MAJU, WANITA INI TEWAS!" balas Michael Shawn.


"KAMU JUGA AKAN TEWAS!" balas Chris.

__ADS_1


"SETIDAKNYA AKU SUDAH MEMBUNUH LAGI! HAHAHAHA!"


Brengseeekkk!


Bayu memberikan kode ke Omar dan Nadya. "Aku dan Omar, menarik pintu kayu ini yang tampak mulai lapuk, kamu Nad dan Billy tarik mommy! Okay?"


"Oke!" balas Nadya.


"Mom, aku hitung sampai tiga, mom langsung tiduran ya biar ditarik Nadya" bisik Bayu.


Gandari memberikan kode dengan jempolnya.


Bayu dan Omar memegang pintu itu dan Nadya bersama Billy bersiap menarik Gandari. "1...2... three!"


BRAAAKK!


Pintu kayu itu terbuka dan Gandari segera merebahkan tubuhnya lalu dua tangan menarik baju wanita itu yang segera membawanya di balik pondok membuat Michael menoleh dan menembak membabi buta ke arah pintu belakang. Kelima orang itu berusaha melindungi diri dari UZI yang ditembakkan.


"GO! GO! GO!" teriak Chris menyuruh semua anggota kepolisian masuk ke dalam pondok begitu juga dengan Bima dan David.


Tiba-tiba terdengar suara tembakan tunggal dan saat pintu itu didobrak, Michael sudah terkapar dengan luka di bahunya.


Chris menoleh ke arah Bayu yang masih menodongkan pistolnya.



"Tembakan di bahu, dibalas di bahu lah!" jawab Bayu cuek. "Tenang Oom, dia hidup kok!"


Chris hanya menggelengkan kepalanya lalu mengurus penangkapan Michael Shawn.


Bayu langsung memeluk Gandari yang sudah dibebaskan oleh Billy dan Nadya.


"Mom!" ucap Bayu penuh perasaan.


Gandari memeluk erat putranya. "Bay..."


"Yes mom?"


"Cukur kumismu! Mom tidak suka melihatnya!" omel Gandari membuat Bayu terbahak.


"I'm so glad you're safe, mom."


***


Yuhuuuu Up Sore Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2