
Mansion Giandra Jakarta
"Bang, apa mereka berani bikin onar disini?" tanya Radeva ke Luke Bianchi.
"Aku rasa tidak akan berani mengingat ada Sean disini. Bisa gegeran antar negara dan butuh orang yang sangat idiot jika berani menyerbu mansion Opa Bara. Disini tidak hanya ada Raja dan Ratu Belgia tapi juga ada Mafioso Turin dan Sisilia. Minta dirudal apa markas mereka sama Oom Benji?" jawab Luke.
"Tapi aku tidak sabar menghabisi mereka, bang. Bikin sumpek!"
"Sabar Deva. Terkadang kita harus menunggu lama untuk menyusun segala strategi guna menghabisi semuanya."
Radeva hanya menatap jalan raya di depan mansion yang terletak di daerah elit Jakarta itu.
***
"Mas Kawin apaan tuh? Dua sepatu Nike Jordan couple series, sebuah rumah penuh kebahagiaan dan perhiasan yang secukupnya tabungan?" Valentino dan Shinichi tampak gemas dengan penyebutan mas kawin ala Arkananta yang super nyeleneh.
"Lho kan benar? Sepatu Nike Jordan itu buat kita kalau jalan-jalan seru bercouple ria. Rumah penuh kebahagiaan itu rumah tempat kami berbahagia lalu perhiasan itu yang tidak menguras banyak tabungan aku..."
"Memang Rumah penuh kebahagiaan dimana?" tanya Shinichi.
"Apartemen mewah di daerah segitiga emas" cengir Arkananta yang membuat kedua anggota kampretnya melengos. "Kan dekat dengan kantornya Arabella dan aku."
"Tunggu. Kamu keluar dari New York?" tanya Valentino.
"Yup. Kata Tante Reana tidak baik aku dan Ara berjauhan kalau sudah menikah. Godaannya banyak seperti misalnya diajak ngepet sama Tante Freya suruh jaga lilin tapi nanti malah aku ketiduran... Kan nggak banget... "
Valentino dan Shinichi melongo. "Jaga lilin? Ngepet? Apa maksudnya Patung Arca? Memang kamu kekurangan duit?"
"Bukan kekurangan duit tapi kalian tahu sendiri tho Tante kita satu itu seperti apa unpredictable kelakuannya, macam kucing yang selalu random tingkahnya."
Valentino dan Shinichi hanya menggelengkan kepalanya. "Asli, ini anak lagi kena sawan manten. Omongannya kagak ada yang benar dari tadi!" komentar Shinichi.
"Siapa yang kena sawan... " Tiba-tiba Arkananta jatuh pingsan membuat Valentino dan Shinichi berteriak heboh hingga keduanya dibantu Bayu dan Dante segera membopong Arka masuk ke dalam kamar tamu.
"Ada apa?" tanya Anarghya sambil membawa tas dokternya.
"Nggak tahu Oom. Tiba-tiba Arka pingsan saat mengobrol dengan kami. Tampak tidak fokus tadi" jawab Shinichi.
Anarghya dan Sadawira lalu masuk ke dalam kamar tersebut, menyuruh semua orang keluar. Di depan pintu kamar, tampak Arabella dipeluk Anandhita sedangkan Bima dan Arimbi tampak panik.
Luke dan Radeva yang baru datang, terkejut mendengar Arkananta pingsan.
"Kalian ngapain tadi?" tanya Luke ke Valentino dan Shinichi.
"Nggak ngapa-ngapain, cuma ngobrol terus tiba-tiba Arka pingsan. Malah Shinchan sempat komentar kalau Arka kena sawan manten gara-gara omongannya ngelantur" jawab Valentino.
"Sembarangan bilang sawan manten!" hardik Bima kesal. "Nggak boleh bilang gitu!"
__ADS_1
"Maaf Oom Bima..." jawab Shinichi sambil menunduk.
Di sudut lain tempat para opa dan Oma duduk, tampak Bara dan Arum sangat cemas saat mendengar cucu mereka pingsan karena setahu mereka, Arkananta termasuk anak kuat bukan tipe yang lemah atau darah rendah yang mudah pingsan.
"Dis, Arka baik-baik saja kan?" tanya Bara ke istrinya, Gendis Arum Pradipta.
"Baik-baik saja mas Bara. Tenang saja, ada Arga dan Wira." Arum menepuk tangan suaminya.
Semua orang masih harap-harap cemas menunggu hasil pemeriksaan Anarghya dan Sadawira.
***
Di Kamar Tamu ...
Perlahan mata Arkananta mulai terbuka setelah Arga memberikan minyak kayu putih dan sedikit amoniak ke hidung keponakannya.
"Aku... dimana Oom?" tanya Arka masih tidak fokus.
"Di kamar tamu. Kamu pingsan" jawab Anarghya.
Sadawira sendiri sedang melipat baju beskap Arkananta dan setagen yang mengikat pinggangnya. Arka hanya mengenakan kaos oblong putih dan jarik yang hanya diikat tali putih.
"Kok... bisa?"
"Buktinya bisa" kekeh Sadawira.
"Karena beskap mu itu membuatmu sesak apalagi setagenmu itu kencang sekali jadi membuat pasokan darah ke otak kamu semakin melambat hingga oksigen pun tersendat. Beruntung kamu tidak pingsan saat ijab qobul. Bisa aib kamu seumur hidup, tahu nggak? Ngalah - ngalahin mas Abi nanti" kekeh Anarghya yang bersyukur keponakannya pingsan terkena efek beskap dan jarik.
"Habis, tadi aku takut melorot jadi minta dibuatkan kencang lah..."
"Ditambah kamu perutnya kosong..." timpal Sadawira.
"Eh kagak kosong Wir. Aku sudah makan sandwich tadi..." balas Arkananta.
"Sudah, minum teh manis dulu. Biar ada kekuatan." Sadawira membantu Arkananta untuk duduk dan mulai menyesap teh panas nya. Tadi Arimbi membawakan teh manis panas untuk putra nya.
***
"HAAAHHH? Gara-gara beskap?" seru semua orang disana.
"Iya, beskapnya Arka kan memang tebal ditambah setagen yang buat mengikat jarik itu dibuat kencang karena takut melorot ditambah dia cuma makan sandwich sebelum ijab. Jadi begitulah... pasukan oksigen nya agak kurang hingga pingsanlah" senyum Anarghya.
"Alhamdulillah cuma gara-gara beskap. Aku kira gara-gara takut digagalkan unboxing sama kami" cengir Luke.
"Memang ada? Dulu kan jamannya Romeo ke Bandung. Terus kita kemana?" tanya Remy Giandra, putra Anarghya.
"Ke Ancol lah!" sahut Radyta.
__ADS_1
"Ngapain?" tanya Valentino.
"Ada deeehhh!" jawab Radyta dan Dewa yang menjadi panitia acara penggagalan unboxing Arkananta dan Arabella.
"Hah?"
***
Arimbi dan Bima sekarang duduk di tepi tempat tidur Arka masih berbaring. Arimbi dengan telaten mengusap rambut putranya.
"Jeng, bukannya ini tugasnya Anabelle buat urus Arka ya?" tanya Bima bingung kenapa Arimbi masih saja mengompeni Arka.
"Ara kan masih ganti baju karena kita semua dia mengalami hal yang sama seperti Arka. Jadi aku ada kesempatan lah buat elus kepala Arka. Aku kan masih ibunya" jawab Arimbi santai.
"Ka, kamu itu lho bikin panik orang! Mana si Shinchan bilang kamu kena sawan manten! Jebule gegara kagak bisa nafas gara-gara beskap!" omel Bima sebal.
"Ya mana aku tahu bakalan pingsan pak Bima. Wong tadi ngobrol sama duo kampret, aku merasa kok nggeliyeng. Habis itu aku tidak ingat apa-apa lagi" jawab Arkananta sambil tersenyum.
Suara ketukan di pintu membuat Arimbi dan Bima menoleh. Tampak wajah Arabella melongok dari balik pintu sambil tersenyum.
"Boleh masuk ma? Pa?" tanya Arabella.
"Boleh dong! Masuk anak mantu" ajak Arimbi.
Arabella pun masuk dengan sudah berganti baju menjadi gaun terusan bewarna putih yang Arkananta tahu dibeli Ara di H&M dan istrinya sangat suka gaun itu.
"Mas Arka sudah baikan?" tanya Arabella sambil mendekat ke tempat tidur.
"Better."
Arimbi memberikan kode ke Bima untuk keluar guna memberikan kesempatan keduanya berduaan.
"Papa dan mama tinggal dulu ya Ara. Tolong jaga Arka" ucap Arimbi sambil mencium pipi menantunya.
"Baik ma."
Arimbi dan Bima pun keluar dari kamar meninggalkan keduanya yang saling tersenyum satu sama lain.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1